
Karena Kai telah memberitahukan kebangkitan Iblis Agung pada Kaisar Wuchun, kabar itu menyebar luas ke seluruh penjuru kota.
Jiang Wuchun selaku Kaisar Alam Iblis memberitahukan pada seluruh penduduknya untuk tidak takut ataupun gelisah.
"Sumber kekuatan dari Iblis Agung adalah ketakutan dan keputusasaan orang lain. Aku tidak akan membiarkan penduduk ku merasa seperti itu." Jiang Wuchun bergumam sambil mengingat kembali apa yang Kai katakan semalam.
"Kelemahannya berada di perut kirinya? Darimana dia tahu semua itu?"
Jiang Wuchun segera menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba untuk tidak memikirkan hal itu.
Untuk saat ini, hal yang harus ia fokuskan adalah keselamatan ras iblis. Mungkin Iblis Agung juga merupakan tas iblis tetapi dia membunuh iblis lain dan melahapnya demi kekuatan.
"Yang Mulia!.." Seorang Iblis yang memakai pakaian armor berteriak sambil berlari kearah Jiang Wuchun.
"Apa yang terjadi?"
"K–Kami kehilangan kontak dengan Kerajaan wilayah timur!.." Ujar Iblis itu dengan nafas terengah-engah.
"Apaa!!!.."
Jiang Wuchun mengepalkan tangannya bersamaan dengan aura kematian yang terus-menerus keluar dari tubuhnya.
"Tang He sialan itu! aku sudah menduganya sejak awal bahwa dia adalah yang pertamakali ikut memberontak."
Apalagi dengan bangkitnya Iblis Agung, pemimpin wilayah timur secara terang-terangan menunjukkan permusuhan.
Diantara para bawahan Jiang Wuchun, Tang He adalah salah satu diantara banyaknya iblis yang menolak Jiang Wuchun menjadi penguasa Alam Iblis selanjutnya.
Tetapi karena kekuatan Jiang Wuchun adalah yang terkuat, dia tidak bisa melakukan apapun tentang hal itu.
"Beri kabar pada wilayah barat, selatan, dan utara untuk datang kesini."
Prajurit iblis itu mengangguk setelah menerima perintah dari Jiang Wuchun, dia segera bergegas kembali dan memberikan kabar seperti yang Jiang Wuchun perintahkan..
Di dalam ruangan yang begitu besar, Zhukai yang sedang berkultivasi perlahan membuka kedua matanya.
Di sekelilingnya, semua kekasihnya duduk saling berbincang satu sama lain, "Apa kalian tidak takut dengan situasi Alam Iblis saat ini?"
Suara Zhukai yang terdengar pelan tapi begitu jelas di telinga mereka semua. Sepuluh kekasihnya menggeleng kepala secara bersamaan.
"Kenapa kita harus takut? Bukankah kamu ada disini untuk melindungi kami."
Kai tertawa canggung sambil berkata dalam hatinya, "Bukankah mereka terlalu percaya padaku? Hahh, tetapi inilah yang membuatku mencintai mereka."
"Tentu saja aku akan melindungi kalian." Ucapnya menatap kesemua kekasihnya dengan tulus.
Kai juga telah mengajari Wei'er Yunlan dasar-dasar tentang Kultivasi dan Yu Chi Lan yang membimbingnya.
"Baiklah, saatnya membuat beberapa jimat."
Kai meregangkan tubuhnya dan mengambil sebuah pena dan juga secarik kertas. Mendapat tatapan dari kekasihnya, Zhukai menjadi sedikit gugup.
"Bisakah kalian tidak menatapku, itu membuatku tidak bisa berkonsentrasi."
"Hmph, apakah kami tidak boleh melihat wajah kekasih kami yang sedang serius?" Salah satu diantara mereka mendengus dan berkata dengan kesal.
Mendengar itu, Kai menghela nafas perlahan. Mengabaikan tatapan kekasihnya dia memulai menulis kata-kata dan juga Rune kuno dalam secarik kertas itu.
Tinta dari pena yang Kai pegang mengeluarkan cahaya biru dengan bintik-bintik putih disekitarnya. Itu begitu indah sehingga membuat mata mereka semua terpana.
"Haahh, akhirnya aku selesai." Total di tangannya, terdapat sepuluh jimat dan juga satu buah kalung yang begitu indah.
Kai memberikan jimat itu pada kekasihnya sedangkan untuk kalung itu, dia memberikannya kepada putrinya.
"Sayang, kamu mau kemana?" Jiuyang Lin yang melihat Zhukai hendak pergi dari ruangan bertanya dengan penasaran.
***
Jauh di Wilayah selatan, sebelum kabar dari Kaisar Wuchun sampai kesana. Wilayah selatan telah di porak-poranda kan terlebih dulu oleh seorang iblis yang bertubuh besar dengan ribuan pasukan di belakangnya.
"Jangan menyerah, setidaknya kita harus bisa mengurangi setengah dari pasukan Iblis itu." Teriak He Mang yang merupakan seorang penguasa wilayah selatan.
Meski begitu kekuatan dari Iblis Agung terus bertambah kuat seiring dengan banyaknya musuh yang dia bunuh.
He Mang yang melihat pasukannya terus terbunuh seiring berjalannya waktu tidak dapat menahan amarahnya.
Dia menerjang sendirian kearah ribuan Ibis itu dan menyerang secara membabi buta. Pada akhirnya, dia terkena serangan dari Iblis Agung yang membuat luka yang sangat parah di tubuhnya.
"Menyerah dan jadi bawahanku maka aku akan memberikan mu hidup atau mati disini!." Iblis dengan kedua tangannya mirip seperti serangga berkata dengan sangat arogan.
"Tch, bunuh saja aku! Sampai matipun aku tidak akan pernah mengkhianati Yang Mulia." Penguasa wilayah selatan berkata dengan mata tanpa rasa takut
Salah satu lengannya telah terputus dan ia juga telah kehilangan banyak darah, tidak mungkin baginya untuk bertahan lebih lama lagi.
Dia sama sekali tidak takut mati, hanya Jiang Wuchun satu-satunya orang yang dia anggap seperti kakaknya sendiri.
"Seperti yang kau inginkan.." Senyuman di wajah Iblis Agung semakin melebar. Tangannya bagaikan pisau yang tajam dengan mudah menebas kepala iblisnitunhingga terlepas dari tubuhnya.
"Bunuh semuanya njangannada sisakan satupun!! Haha." Iblis Agung mengambil kepala dari iblisnyamh batu saja ia bunuh dan memakannya utuh-utuh.
"Hahaha Hahaha... Lahap semuanya jangan sisakan satupun."
Kabar tentang hancurnya kerajaan wilayah selatan dengan cepat terdengar di telinga Jiang Wuchun. Dia sangat terpukul dengan kabar itu, dan mengurung dirinya di dalam kamarnya semalaman penuh.
"He Mang, akan aku balasan dendammu!."
Ketika Jiang Wuchun keluar dari ruangannya, dia bertemu dengan Zhukai yang saat itu dengan membuat jimat di meja.
"Oh Ayah mertua, kau sudah baikan?"
"Y–Ya, tapi apa yang sedang kau lakukan disini?" Jiang Wuchun bertanya sambil menggaruk kepalanya.
"Apakah kau buta? Tidakkah kau melihat aku sedang membuat jimat."
Sebuah kerutan muncul di dahi Jiang Wuchun, dia memukul Zhukai dengan keras. "Dasar menantu kurang ajar! Beraninya kau berkata seperti itu pada ayah mertuamu."
"Aku hanya bercanda... Jangan membuat putri dan istrimu khawatir. Jika kau memang ingin membalaskan dendamnya, maka bunuh saja dia dengan tanganmu sendiri." Ujar Zhukai sambil terus membuat jimat.
"Cih, aku tidak menyangka akan dinasehati oleh pria yang lebih muda dariku. Tapi terima kasih."
Kai tersenyum lalu berkata, "Dia akan tiba disini kurang dari dua hari. Sebaiknya kau cepat bersiap-siap."
"Darimana kau tahu itu?"
"Mata-mata.."
Ketika Kai selesai membuat jimat, dia beranjak pergi.
"Aku sudah membuat 24 jimat, saatnya membuat Array pembunuhan masal."
Meski Kai tahu bahwa Array itu tidak berguna untuk Iblis Agung, tetapi untuk para iblis yang mengikutinya itu akan sangat berguna.
Kai memasang ke 24 jimat itu di berbagai tempat yang berbeda dan menunggu Iblis Agung dan para bawahannya tiba.
"Saatnya panen poin.."
***
Bersambung..