
Sementara ketiga orang itu mengepung Zhukai dari berbagai arah, Han Wenqing yang baru saja kalah dalam beradu pukul dengan Zhukai segera bangkit dan menyusul tiga orang temannya.
"Apa yang membuat kalian datang sangat lama? Eh, dimana Nona Miao!?" Han Wenqing berkata dengan sedikit marah, tetapi ketika dia melihat mayat He Miao yang tergeletak diatas tanah, dia terpaku dengan tubuhnya yang bergetar.
"Sialan, apa yang telah kau lakukan!! kau membawa bencana bagi kami semua.." Han Wenqing berkata dengan suara serak dan penuh dengan niat membunuh.
Dia menarik sebilah pedang panjang keluar dari dalam sarung pedang yang tersimpan di punggungnya.
"Seni Pedang Ilahi, pembunuhan instan."
Siluet Han Wenqing berputar-putar di atas udara, gelombang angin yang berubah menjadi bilah tajam menyerbu kearah Zhukai dan menganggu pandangannya.
Memanfaatkan kesempatan itu, Han Wenqing mengincar titik vital di tubuh bagian belakang Zhukai yang terbuka lebar.
Dentang!!
Seolah baru saja menebas bongkahan besi yang sangat keras, tangan Han Wenqing sedikit kebas.
Sementara itu, Kai sudah melepaskan sebuah pukulan keras pada wajahnya.
"Tch..."
Bang!!..
Han Wenqing menahan pukulan itu dengan kedua tangannya, dia terdorong mundur dengan kedua tangannya mati rasa.
"Apa kalian hanya diam dan melihat? Cepat bantu aku melawannya.."
Kepala Akademi Kekaisaran, Ji Gong dan Patriak Keluarga Bangsawan Len, Len Kuo bersama-sama menyerang Zhukai dengan kedua tinju mereka.
Sementara itu, Wanita bercadar yang merupakan pemilik Rumah Lelang Huang hanya berdiam diri dan mengamati situasinya.
"Hehe, aku akan menikmati pertunjukan ini lebih lama lagi.."
Di atas udara, Kai yang melihat kedatangan Ji Gong dan Len Kuo segera menggunakan Shadow Clone untuk membuat bayangan dirinya.
Meski dia saat ini memiliki Tubuh Dewa, masih sangat berbahaya baginya jika bertarung melawan tiga Immortal God sekaligus.
Kai mengigit jarinya dan menggunakan tetesan darah untuk membentuk sebuah Array yang meningkatkan kecepatan geraknya.
Dia menjauh sambil membiarkan Han Wenqing berhadapan dengan kloning bayangan nya.
"Transformasi!!.."
Ketika tubuh Naga miliknya berevolusi, Kai segera tahu bahwa dia dapat berubah menjadi seekor Naga sepenuhnya.
Awan diatas langit berubah warna menjadi hitam, kilatan-kilatan petir mulai berkumpul dan menghantam Tubuh Zhukai sekali lagi.
Perubahan mulai terjadi pada tubuh Zhukai, ketiga Kilatan petir ketiga menghantam tubuhnya, ia segera bertransformasi menjadi naga sepenuhnya.
Ukurannya lebih kecil daripada naga umumnya, tetapi kekuatannya sedikit lebih kuat di bandingkan dengan Ras Naga Kuno.
"Apa!! Mungkinkah orang itu dari Ras Naga Kuno? Bukankah Ras itu telah lenyap ratusan tahun yang lalu.." Len Kuo berkata dengan penuh ketidak percayaan.
"Tidak, dia bukan berasal dari Ras itu. Dia hanya menggunakan Pil Evolusi Naga untuk merangsang potensi fisiknya hingga membuatnya dapat bertransformasi... Hehehe, ini semakin menarik." Pemilik Rumah Lelang mengungkapkan seringai jahat di wajahnya, doa sudah menunjukkan ketertarikan pada Zhukai ketika pertama kali bertemu beberapa waktu lalu.
Meski dia tidak berniat ikut campur, tetapi jika dia terus membiarkan tiga orang itu bertarung lagi. Mereka bertiga akan mengalami kekalahan Total.
"Aku akan mengekangnya dengan segel darah ku, kalian bertiga cari titik terlemahnya selama waktu itu.." Ucap Pemilik Rumah Lelang pada tiga lainnya.
Dia bernama Mu Hanyan, tidak ada seorangpun yang mengetahui darimana dia berasal. Bahkan Kaisar Xuanzhen sendiri berpendapat bahwa Mu Hanyan berasal dari Dunia atas, Dunia Ilahi..
Meskipun tingkat Kultivasi Mu Hanyan hampir sama dengan tiga orang lainnya, tetapi apa yang membuat ketiga orang itu ketakutan padanya adalah segel miliknya yang benar-benar kuat.
"Jiwa Darah! Segel tingkat pertama, penjara darah!!.."
Mu Hanyan mengangkat kedua tangannya dan membentuk segel kuno di atas udara, gelombang angin yang terjadi di atas istana semakin besar dan besar.
Jdart!!!.
Ketika suara petir bergemuruh, di sekitar Zhukai muncul setetes darah yang kemudian berubah menjadi rantai dan mengikat setiap anggota tubuhnya.
"Grrraaa..." Kai meraung dengan sangat keras, gelombang suara yang sangat kuat itu membuat keempat orang melindungi telinga mereka dengan Qi.
"Cepatlah!! Aku terlalu meremehkan orang ini, segel darahku hanya bertahan selama tiga menit!.." Teriak Mu Hanyan dengan suara keras.
Mereka bertiga mengangguk, dengan sebilah pedang di tangan masing-masing orang. Mereka dengan cepat menyerang Zhukai dan mencari bagian paling lemahnya.
Karena ketahanan sisik Naga yang begitu kuat, mereka tidak akan dapat melukai Zhukai bahkan dengan bergabungnya mereka bertiga.
"Grrraaa..." Kai sekali lagi mengeluarkan raungannya, dia mengumpulkan Api Phoenix Kuno dan api neraka di dalam mulutnya setelah itu melepaskan serangannya pada mereka bertiga.
"Hati-hati!!.."
Meski Mu Hanyan menyadari serangan tiba-tiba itu, tetapi itu sudah terlambat. Kai sudah terlebih dulu melepaskan ledakan dari mulut Naganya hingga membuat ketiga orang itu terpental cukup jauh.
"Khuakk!! Uhuk, sial bagaimana orang ini masih bisa menyerang dalam kondisi seperti itu!!.." Len Kuo berkata sambil mengusap noda darah yang tertinggal di sudut bibirnya.
Dia kembali mengeluarkan tombak yang memiliki lapisan emas di mata tombak nya, dia mengumpulkan Qi miliknya pada tombak tersebut kemudian melepaskannya menuju ke salah satu mata Zhukai.
"Rasakan itu!!.."
Duarr!!...
Tombak Len Kuo hancur berkeping-keping, sementara itu di hadapan Kai yang bertransformasi menjadi Naga, sosok wanita yang memiliki paras yang sangat cantik dengan rambut merah menyala layaknya seorang Phoenix.
Dia tak lain adalah Yu Chi Lan, karena merasa khawatir dengan keselamatan Zhukai, dia memutuskan untuk pergi melihatnya.
Kai yang sedang bertarung melawan tiga orang yang memiliki basis Kultivasi satu ranah di atasnya menjadi sangat marah.
Semua orang menjadi sangat terkejut, bahkan Mu Hanyan yang bersikap tenang sedari tadi menunjukkan sedikit rasa tidak senang.
"Cih, dia wanita yang berbahaya.. Wenqing, berusaha sebaik mungkin untuk menghindari pertarungan dengannya.." Mu Hanyan berkata pelan.
Tiga menit telah berlalu dan Kai yang meraung dengan keras menghancurkan segel darah yang di buat oleh Mu Hanyan.
Dia kembali lagi mengumpulkan Api Phoenix dan Api Neraka di dalam mulutnya kemudian menyerang Keempat orang itu.
Duarr!!..
Sayangnya, terdapat sebuah Array pelindung yang menahan serangan Zhukai.
Kai terus melakukan serangan itu untuk beberapa kali tetapi sama sekali tidak menemukan tanda-tanda Array tersebut akan hancur.
Waktu yang digunakan untuk Transformasi Naga telah habis, terlihat Tubuh Kai yang telanjang sebagian dengan berbagai bekas luka di tubuhnya.
Melihat sosok Zhukai yang terluka seperti itu, kemarahan Yu Chi Lan semakin besar, dia mengeluarkan sembilan Api berbeda warna dari dalam tubuhnya.
"Menghindar!! Itu Api sembilan Warna milik Ras Phoenix Kuno!!.."
Mereka berempat segera menjauh menghindari Yu Chi Lan, sementara itu ketika Yu Chi Lan hendak melepaskan serangannya, Kai sudah terlebih dulu menghentikan tindakannya.
"Biarkan saja.."
"Tapi!!..."
Yu Chi Lan segera menarik kembali Sembilang Api nya, dia menatap Zhukai dan mengambil beberapa Pil dari Cincin ruangnya.
"Tidak perlu!..." Tepat setelah Zhukai menyelesaikan ucapannya, tubuhnya seketika sembuh seperti biasanya.
"Bagaiamana bisa?" Yu Chi Lan begitu terkejut melihat tingkat pemulihan Zhukai yang tidak masuk akal, tetapi itu bukan saatnya menanyakan hal itu padanya.
"Apa yang kamu lakukan disini, bukankah aku mengatakan padamu untuk menungguku disana.."
"Diam, kau selalu terluka setelah bertarung dengan seseorang. Apa kau tahu, akau dan putriku sangat khawatir padamu..." Yu Chi Lan berteriak dengan matanya yang berkaca-kaca, dia memukul-mukul dada Zhukai pelan setelah itu menangis dengan keras di pelukannya.
Setelah dia kehilangan suaminya di masa lalu, dia tidak ingin orang yang di cintai nya saat ini pergi meninggal kan dia juga.
"Sudah-sudah, aku minta maaf. Ayo kita kembali dan meninggalkan Benua Ini, tetapi sebelum itu.."
Kai membuat tombak petir bercampur dengan Api Neraka untuk membakar Istana Kaisar, dia juga membunuh Qingyi agar informasi tentang dirinya sebagai pewaris Dewa Bintang tidak tersebar.
Kai mengangkat dagu Yu Chi Lan dan menghapus air mata di sekitar wajahnya.
Dia mengangguk dengan sedikit malu, wajahnya memerah ketika matanya saling bertatapan dengan Zhukai.
"Em, bisakah kamu berjanji tidak akan membahayakan dirimu lagi ketika bertarung dengan seseorang.." Yu Chi Lan menarik kerah baju Zhukai dan berkata dengan malu-malu.
"Baiklah, aku berjanji..."
Setelah berbagai kejadian itu, Kai, Yu Chi Lan, dan Biao Jian berangkat pergi meninggalkan Benua Xuanzhen.
***
Bersambung..