Bang Duda

Bang Duda
98. Pelaku



Arya, Endro dan juga orang suruhan Rion sudah berkumpul. Mereka menunggu Rion yang masih dalam perjalanan menuju rumah Arya. Setibanya Rion di sana, dia langsung naik ke lantai atas di mana yang lain telah menunggunya.


"Gua rasa nih kerjaan si Vina," ujar Arya.


"Gua juga berpikiran sama kayak gitu. Soalnya ini foto yang ditunjukin dia tadi pagi," balas Rion.


"Media gimana?" tanya Rion kepada orang-orang suruhannya.


"Kami mendapat kabar dari orang-orang Pak Gio jika, kita harus menunggu 1 jam ke depan. Jika, mereka tidak menghapus berita tersebut kita bisa menuntut mereka," jelas Boy salah seorang dari orang suruhan Rion.


"Ciri-ciri si pelaku yang ngasih foto ini sudah ada?" tanya Arya.


"Seorang wanita, baru itu yang kami dapat," jawab Roy teman dari Boy orang-orang kepercayaan Rion.


Rion dan Arya saling tatap, dugaan mereka sepertinya benar. Dalang dibalik berita ini adalah Vina, adik tirinya Amanda.


Di Singapura, wajah Ayanda terlihat sangat khawatir. Dia terus saja menanyakan keadaan Echa, Ayanda hanya takut psikis anaknya terguncang karena berita ini.


"Tenang saja, Mom. Berita ini akan segera dihapus. Kita tunggu satu jam," ujar Gio seraya mengusap perut besar Ayanda.


"Siapa sih yang tega nyebarin berita kayak begini?" geram Ayanda.


"Kita belum tahu pasti, yang pasti kita akan mengusut semuanya. Dan para investor pun akan ikut membantu mencari tahu," ujar Gio.


Ayanda hanya dapat memegangi pinggangnya yang akhir-akhir ini sering panas dan sakit. Seharusnya Minggu ini Ayanda menjalani operasi Cesar. Kekeras kepalaan Ayanda membuat Gio dan juga Genta menyerah. Ayanda bersikukuh ingin melahirkan secara normal.


Di kediaman Rion wajah sendu dan bersalah nampak pada wajah Amanda. Jika, dia tidak menikah dengan Rion usaha Rion tidak akan mengalami keadaan seperti ini. Terancam gulung tikar karena berita tentang masa lalunya.


Sepertinya aku tidak pantas untukmu, Bang. Aku hanya membawa petaka untukmu dan juga usahamu, batinnya.


Echa yang menyadari kesedihan bundanya hanya dapat menggenggam tangan bundanya.


"Percayakan masalah ini pada kedua pria hebat Echa. Papa pasti akan membantu Ayah untuk menyelesaikan masalah ini," ujar Echa dan Amanda hanya bisa menatap Echa.


Hati Amanda merasa sedikit lega dengan yang dikatakan Echa. Sebutan penuh kasih sayang tentang Papa dan juga Ayahnya membuat hati Amanda menghangat. Suami baru Ayanda dan juga Mantan suami Ayanda yang selalu akur dan kompak. Selalu membantu satu sama lain. Mereka berdua seperti adik dan kakak jika terlihat sepintas. Keakraban dan kekompakan mereka membuat semua orang tersenyum bahagia.


Dari kisah Ayanda dan juga Rion membuktikan jika perpisahan tak selamanya bermusuhan. Contohnya mereka, mereka selalu kompak perihal mengurus anak. Dan semakin ke sini mereka semakin sering bertemu demi membahas masa depan putri mereka satu-satunya. Hubungan mereka semakin erat dan sudah seperti keluarga.


Satu jam kemudian, berita yang tersebar di media online sudah dihapus semua tanpa terkecuali. Pihak media pun mendatangi rumah Arya untuk meminta maaf atas berita yang mereka buat.


Pihak Rion akan mau memaafkan jika, pihak media mau mengatakan siapa dalang dari berita ini. Awalnya, pihak media tidak mau. Karena mereka pun diancam, bukan hanya mereka yang diancam tapi, keluarga mereka pun ikut diancam.


Dengan negosiasi yang cukup alot, akhirnya pihak media akan memberitahukan siapa dalang sebenarnya. Akan tetapi, mereka meminta pihak Rion harus melindungi mereka dan juga keluarga mereka.


Rion menyetujuinya dan menjamin akan melindungi mereka beserta keluarga mereka. Setelah kesepakatan deal, Arya mencoba menyodorkan satu foto wanita yang diduga pelaku kepada mereka. Dengan kompak mereka menggelengkan kepala.


Rion dan Arya hanya saling tatap. Apa mungkin bukan Vina? Begitulah sorot mata mereka berucap.


Wanita yang datang ke kantor media sengaja menutupi identitasnya, wajahnya ditutupi masker.


Salah satu pihak media beranjak dari duduknya mengambil sebuah frame di atas meja. Ada foto tiga orang di dalam foto tersebut. Dia membawanya ke meja panas.


"Ini dia orangnya," ucap salah seorang pihak media.


Rion dan Arya memicingkan mata dan menajamkan penglihatan mereka. Mata Rion dan Arya melebar, dua orang ini menolak untuk percaya.


"Wanita ini memakai masker ke kantor kami tadi pagi namun, saya sempat melihat sekilas wajahnya. Dan inilah wajahnya," ujar salah seorang pihak media.


Hanya wajah tanpa ekspresi yang diperlihatkan oleh Rion dan juga Arya. Apa benar dia pelakunya? Kenapa dia tega melakukan ini semua? Begitulah batin Rion dan Arya.


"Kalo ini benar, gua gak akan pernah maafin dia," geram Rion.


***