
Hati Rion ketar-ketir, dia takut Gio akan melakukan hal yang tidak-tidak terhadap Ayanda.
"Tenang, Bang."
"Nomor ponselnya Yanda atau Gio gak bisa dihubungi sama sekali. Abang takut mereka bertengkar," ucapnya.
Sedangkan orang yang sedang Rion dan Amanda khawatirkan ....
"Mom, jangan begitu atuh. Daddy bercanda," rengek Gio.
"Bercandanya gak lucu," sentaknya.
"Mom, atuh lah ... masa iya Daddy puasa lagi. Udah seminggu loh Daddy puasa, kan hari ini Mommy baru selesai merahnya," ujarnya.
"Mau tidur di luar atau puasa lagi selama seminggu?"
Duarr. Semakin parah saja pilihannya.
"Iya, malam ini Daddy tidur di luar. Tapi, Daddy tidur di sofa depan kamar, ya."
"Hm."
Hukuman terus berlanjut, setelah makan malam Ayanda langsung kembali ke kamarnya. Dan Gio mengekornya dari belakang.
"Ngapain ngikutin?" sentak Ayanda yang melihat suaminya selalu mengikuti langkahnya.
"Kan Mommy tadi bilang, TIDUR Di LUAR. Tapi Daddy belum ingin tidur, boleh dong Daddy ke kamar." Ayanda melirik Gio dengan tatapan jengah.
"GAK." Tubuh Gio benar-benar lesu. Dia sudah merencanakan untuk memakai gaya ini-itu dalam permainan ranjangnya. Tapi, semua itu hanya rencana. Tidak terealisasi dengan sempurna.
Gio mengecek CCTV di rumahnya. Memang ada duri dalam rumahnya ini. Gio terus memeriksa latar belakang asisten rumah tangganya. Dan ternyata, dia masih saudara jauh dari alamarhumah Dinda.
"Masih dendam? Tidak terima Dinda meninggal, padahal dia bunuh diri," gumamnya.
Gio menelpon seseorang untuk mengumpulkan semua bukti. Dan Gio akan melakukan tindakan kepadanya.
Setelah lelah melanda, Gio menuju sofa di depan kamarnya. Senyumnya melengkung ketika sudah tersedia selimut tebal dan juga bantal. Dia tahu, istrinya tidak sekejam itu. Gio mengecek CCTV kamarnya yang dia sambungkan ke ponselnya.
Istrinya masih terjaga dan masih bersandar di kepala ranjang. Membuat Gio tersenyum. Dia pun mengirimkan pesan kepada istrinya.
Ayanda hanya membaca pesan dari Gio tanpa membalasnya. Gio merebahkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya. Tebalnya selimut yang dia gunakan tidak sehangat pelukan tangan istrinya.
Gio mencoba memejamkan matanya meskipun, sulit. Di dalam kamar pun, mata Ayanda enggan untuk terpejam. Dia melihat jam di dinding, sudah jam setengah dua pagi. Dia turun dari ranjangnya, membuka pintu kamar dengan perlahan.
Dilihatnya, Gio sedang meringkuk di atas sofa. Terkadang guling ke sana ke mari untuk mencari posisi tidur yang nyaman.
Ayanda mendekat, duduk di lantai sambil menatap tampannya wajah suaminya. Dia memang masih kesal, tapi hatinya juga tidak tega menghukum suaminya seperti ini.
Diusap lembut rambut suaminya. "Maafkan Mommy," ucapnya pelan.
Tak lupa dia mengecup kening suaminya sangat lama. Lalu beranjak dari duduknya. Namun, tangannya ditarik oleh Gio dan terjerambab di atas tubuh Gio.
"Dingin, Mom," ucap Gio sambil memeluk hangat tubuh istrinya. Ayanda membiarkannya saja, dan tak lama nafas teratur suaminya terdengar.
Perlahan Ayanda beranjak dari atas tubuh Gio, dan tersenyum ketika tangan Gio masih memegang tangannya.
"Dad," panggil Ayanda seraya mengelus lembut pipi Gio.
"Daddy," ucap Ayanda.
Terlihat mata Gio bergerak dan dia membuka matanya. Lengkungan senyum terukir di wajahnya.
"Kita tidur di kamar, ya," imbuh Ayanda.
Gio pun tersenyum dan menarik tangan istrinya hingga duduk di pangkuannya. "Maafkan Daddy, Sayang."
Ayanda pun menatap mata Gio dalam lalu tersenyum. Gio menarik dagu istrinya, secepat kilat bibir Gio sudah menyapu bibir Ayanda. Mel*m*tnya, menggigitnya dan juga gerakan-gerakan lidah yang membuat mereka berdua terbuai. Tangan Ayanda sudah melingkar di leher Giondra.
Gio menggendong tubuh Ayanda seperti koala, dengan bibir yang masih berpagut. Perlahan Gio menurunkan tubuh istrinya dan tangannya sudah tidak bisa dikendalikan. Bergerilya ke sana ke mari, merem*s ini-itu. Memainkan apa yang membuat istrinya menggelinjang.
Akhirnya, Gio pun bisa berbuka puasa. Bisa merealisasikan apa yang sudah dia rencanakan.
****
Yang kangen Mommy dan Daddy aku kasih sedikit tentang rumah tangga mereka. Semoga rindu kalian terobati ...
Happy reading ...