
"Ayah yang akan menjaga si kembar sekaligus jadi pengasuhnya. Lagi pula tiga anak kamu udah jinak sama Ayah."
Semua orang terperangah mendengar ucapan Rion. Mereka tidak habis pikir kenapa Rion lebih memilih jadi pengasuh si kembar. Dan Echa yang harus turun ke toko pusatnya.
"Mengurus anak-anak Echa itu tidak mudah, Ayah," ucap Echa.
"Ayah tahu, tetapi Ayah ingin melakukannya. Ingin menebus semua kesalahan Ayah kepada kamu di waktu kecil. Ayah ingin memberikan kasih sayang Ayah kepada cucu-cucu Ayah. Sebagai permintaan maaf Ayah karena sudah menelantarkan kamu ketika kecil," jawab Rion meyakinkan.
Namun, jawaban Rion membuat hati Echa teriris. Dia memeluk tubuh sang ayah. "Jangan selalu ungkit kesalahan Ayah. Manusia tidak luput dari khilaf dan salah Ayah. Echa hanya ingin melihat Ayah bahagia. Hanya itu," lirihnya.
Pemandangan yang membuat semua orang menundukkan wajah mereka.. Penyesalan Rion masih tetap ada sampai sekarang ini. Di antara ketiga anaknya, Echa lah yang bernasib lebih miris.
"Pak, saya kecewa loh," ucap Desti tiba-tiba.
Orang-orang yang sedang menunduk dalam kemudian melihat ke arah Desti. Dengan beraninya dia mengatakan hal itu di depan semua keluarga Rion.
"Kenapa Bapak PHP-in saya?" tanya Desti dengan mata yang nanar.
"Nah luh?" kata Arya.
"Apa Anda sudah ditiduri Ayah saya?" Mulut pedas Echa beraksi.
"Jika, nyatanya seperti itu. Saya ijinkan Anda menikah dengan Ayah saya. Dengan satu syarat, Anda dan Ayah saya tidak boleh tinggal di sini. Dan siap-siap harus membiayai seorang pria tua yang tidak memiliki apa-apa. Karena semua yang dimiliki Ayah saya semuanya atas nama saya," tegas Echa.
Semua orang yang berada di ruangan tersebut hanya mengulum bibir mereka. Apalagi melihat wajah Desti yang terlihat berubah.
"Lagian kamu tuh masih muda tapi nyarinya aki-aki. Mau nyari sugar Daddy?" sentak Rion. Mulut judesnya kembali beraksi. Setelah sekian tahun tidak mendengar kejudesan seorang Bang duda.
"Asal kamu tahu aja, ya, Des. Sugar Daddy itu aki-aki kaya. Lah ini, aki-aki kere lu kejar," ejek Arya pada Desti.
"Rasanya juga gak akan manis, yang ada mah pait," sambung Gio.
Desti benar-benar tidak memiliki muka diserang oleh semua orang yang berada di sana. Apalagi anak pertama bosnya itu mulutnya sangat pedas.
Ketika semuanya sudah pulang, Echa tidak bisa memejamkan matanya. Dia masih tentang keinginan sang ayah. Andai anak Echa hanya satu, mungkin dia tidak apa-apa meninggalakn anaknya. Pada nyatanya, anak Echa tiga. Memiliki keunikan masing-masing. Echa saja yang ibunya masih kewalahan jika menghadapi tiga anaknya itu. Apalagi ini ayahnya, pria yang sudah berumur.
"Kenapa, Bu?" tanya Radit yabg terbangun karena gerakan istrinya yang tidak bisa diam.
"Apa Baba mengijinkan Bubu bekerja?" Pertanyaan yang begitu lancar yang dilayangkan oleh Echa.
"Apapun keputusan kami, akan selalu aku dukung. Sayang," sahut Radit yang menenggelamkan wajahnya di perut sang istri.
"Anak-anak kita gimana?"
"Sewa pengasuh, kalo perlu pengasuh untuk Aleeya itu dua," jawab Radit.
"Nyarinya yang udah berumur."
"Gak akan kuat menghadapi anak-anak kita yang super itu," balas Echa.
Radit hanya menghela napas kasar, jika sudah mengenai tiga anaknya Echa pasti keras kepala.
"Ya, kenapa gak kita training Ayah dulu selama seminggu. Kita pasang cctv di semua sudut ruangan. Agar kamu juga bisa memantau mereka dari jauh," usul Radit.
Echa menimbang-nimbang ucapan sang suami. Dan pada akhirnya dia mengangguk setuju. Keesokan paginya, Echa dikejutkan karena si kembar sudah tidak ada di kamarnya. Teriakan Echa menggema membuat semua orang yang sedang bersiap untuk pergi bekerja dan sekolah berhambur keluar.
"Ada apa, Sayang?" Wajah Echa terlihat sangat panik.
"Kenapa sih. Kak? Masih pagi juga," timpal Riana.
"Si kembar gak ada di kamarnya," imbuh Echa.
"Gak ada?" ulang Radit, Iyan dan juga Riana.
Mereka sibuk mencari si kembar ke setiap ruangan. Mereka tidak ditemukan. Echa sudah terkulai lemas dan hanya menangis. Iyan yang mencari si kurcaci rumah Gio dan Ayanda pun tidak ada. Kepanikan semakin terjadi ketika Gio dan Ayanda datang ke rumah Echa.
"Gimana ceritanya, Kak?" tanya Ayanda.
"Gak tahu, Mah." Radit terus menenangkan Echa ya g terus menangis.
"Bentar, Ayah kalian di mana?" Penghuni rumah Echa baru sadar ternyata ayahnya tidak ada.
"Eh iya, Ayah gak ada," ujar Iyan..
Dering ponsel Echa berdering dan dahinya mengkerut ketika melihat siapa yang meneleponnya.
"GANTI IKAN ****** GUA, BANGOR ...."
...****************...
Bosen ya ... Besok juga udahan kok 😁
Yuk baca karya aku yang lain. Kisah cinta Echa dan Radit yang memiliki masa lalu yang sama. Sama-sama memiliki luka di hidupnya. Nanti kisah si tiga tuyul bersama Engkongnya akan ada di sana juga loh ...
Cover baru dan mudah-mudahan rezekinya sama kayak sang ayah.
Ditunggu love dan komen kalian...