Bang Duda

Bang Duda
80. Pil Kontrasepsi



Amanda sudah keluar dari kamarnya dan membantu Mbak Ina menyiapkan sarapan. Hari ini Echa sudah mulai masuk sekolah kembali. Rion sedang bersiap di kamarnya. Ketika dia mengambil jam tangan di atas meja, dilihatnya ada satu strip obat berbentuk pil.


Rion mengambil obat tersebut, dia melihat kemasan belakangnya ada nama hari. Dan sudah banyak sekali hari yang kosong tidak ada pilnya.


"Obat apa ini?" gumamnya.


Panggilan dari Amanda membuyarkan pikirannya. Dia pun bergegas menuju meja makan karena anak dan istrinya sudah menunggu.


"Yakin hari ini mau sekolah?" tanya Rion.


"Sangat yakin Ayah. Echa kangen Sasa dan Mima," jawabnya.


"CK, kamu dan dua sahabat kamu itu udah kayak tiga serangkai. Gak bisa dipisahin," balas Rion.


"Itu yang namanya sahabat," ujar Echa sambil nyengir kuda.


Mereka menikmati sarapan mereka dengan keheningan. Echa dan Rion berangkat bersama, Amanda masuk ke kamarnya. Dilihatnya satu strip obat di atas meja. Amanda lupa menyimpannya kembali ke dalam tas.


Di kursi kebesarannya, Rion masih memikirkan obat yang dia temukan di atas meja. Hatinya masih bertanya-tanya. Obat apa itu?


Dia pun membuka ponselnya, mencari tau obat yang dia temukan. Satu per satu artikel yang muncul dia baca, alangkah terkejutnya ketika mengetahui obat itu adalah obat penunda kehamilan.


Badan Rion terasa lemas, hatinya hancur seketika. Kenapa Amanda melakukan itu? Batinnya terus bertanya-tanya.


Rion sangat tidak fokus dengan pekerjaannya. Hingga berkali-kali Arya menegurnya.


"Kenapa sih lu?" geram Arya.


Rion tidak menjawab, dan berlalu meninggalkan Arya. Dia melajukan mobilnya ke rumahnya. Setelah tiba di rumah, Rion tidak menemukan Amanda di kamarnya. Dia mencari obat yang tadi pagi dilihatnya. Namun, sudah tidak ada.


Satu per satu laci dia buka namun, tetap tidak dia temukan. Di atas meja tergelatak tas kecil Amanda, dengan ragu Rion membuka tas istrinya. Mencari-cari obat yang tadi pagi dia lihat.


"Ketemu," ucapnya.


Rion membuka ponsel dan menyamakan gambar di ponselnya dengan strip pil yang dia temukan.


Rahang Rion seketika mengeras, wajahnya berubah. Dengan langkah lebar dia mencari Amanda. Rion berhenti di halaman belakang, istrinya sedang menikmati udara terbuka di sana.


"Apa maksudnya ini?" bentak Rion dengan membanting satu strip pil KB di hadapan Amanda.


Amanda langsung membeku melihat pil KB yang dia konsumsi secara diam-diam. Sekarang suaminya mengetahuinya.


"Apa kamu tidak ingin memiliki anak dariku?" bentak Rion lagi.


"Bang, bukan begitu," ucap lembut Amanda.


"Aku ini suamimu! Bukan laki-laki brengsek yang hanya mau meniduri mu tanpa mau bertanggung jawab terhadapmu," jelas Rion dengan nada sangat marah.


Plak!


Tamparan keras mendarat di pipi Rion. Wajah Amanda sudah merah padam mendengar ucapan dari Rion.


"Manda memang wanita hina tapi, Manda punya alasan sendiri kenapa Manda mau menjual kehormatan Manda kepada seorang pria. Jika, Abang tidak tahu alasannya, jangan pernah sok tahu tentang pahitnya hidup Manda," ungkap Amanda geram.


"Satu hal yang membuat Manda nekat meminum pil penunda kehamilan itu. Manda hanya tidak ingin bernasib miris seperti Mbak Ayanda. Ketika anak kita sudah lahir ke dunia, nantinya Abang tega membuangnya layaknya sampah seperti yang dialami Echa," tegas Amanda.


"Manda bukan wanita bodoh dan lembek. Sebelum Abang merubah sikap Abang yang selalu memandang hina masa lalu Manda serta cinta yang belum sepenuhnya Abang beri untuk Manda, Manda akan tetap meminum pil itu," tukasnya.


Amanda pun meninggalkan Rion yang sedang mematung di tempatnya. Wanita yang menjadi istrinya saat ini ternyata memiliki hati yang begitu keras. Dan Amanda bukanlah wanita yang mudah tersentuh hatinya.


Amanda masuk ke dalam kamarnya dan menunduk dalam. Semua ini dia lakukan untuk menyelamatkannya dan juga anaknya kelak. Dia masih belum yakin dengan hati suaminya yang belum sepenuhnya mencintainya.


***


Hay !


Up sehari dua kali tapi jempol makin sedikit, komen makin sedikit. Pelit banget sih kalian sama jempol dan komennya, sad loh aku🤧


Udahlah, selamat membaca ....