
"Bayi itu lepas begitu saja dan dari arah yang sama ada mini bus yang melintas. Dan akhirnya ... akhirnya ...."
Hanya isakan tangis yang keluar dari mulut Amanda. Isakan yang sangat lirih dan menggema di rumah kosong itu. Membuat penghuni rumah itu merasa terganggu dan terbangun dari tidurnya.
"Cih, siapa yang berani masuk ke dalam rumahku?" desis pria itu.
Dengan langkah sedikit gontai karena lelah menghisap lem, pria itu turun dari lantai atas. Ya, rumah kosong itu berlantai dua. Rumah cukup besar yang sudah tidak terawat dan banyak rumput yang menjulang.
Matanya melebar ketika melihat seorang wanita yang tengah membuka baju dan hanya menyisakan pakaian dalam saja. Sungguh pemandangan yang tidak boleh terlewatkan. Kejantanannya sudah merespon, apalagi lekuk tubuh wanita itu sangat menggoda. Ingin rasanya dia mencicipi semuanya.
"Wah, sudah lama aku tidak melakukannya," gumamnya.
"Lebih nikmat lagi jika dilakukan dengan teman-temanku. Akh ... aku sudah tidak tahan." Pria itu pun segera naik ke lantai atas. Membangunkan ketiga temannya penghuni rumah kosong ini. Ketika pria itu membisikkan sesuatu ke telinga teman-temannya. Mereka segera bangun dari tidur mereka dan bergegas turun ke lantai bawah.
"Aku ingin merasakan yang bagian atas," bisik si teman pria itu.
"Aku yang pertama mencelupkan lolipopku," ujar si pria.
Semenjak masuk ke dalam rumah kosong itu, Amanda merasa hawa di sana itu sangatlah panas. Hingga dia memutuskan untuk membuka baju gamis yang dia kenakan dan hanya menggunakan dalaman saja. Dia berpikir di tempat itu aman dan tidak orang. Ternyata. dia salah besar. Ada empat orang penghuni tetap rumah kosong itu. Tatapan mereka sudah dipenuhi napsu menggebu. Ada yang mendesak di dalam tubuh mereka untuk disalurkan.
"Aku sudah tidak tahan. Apalagi dia sudah telentang begitu, membuat aku semakin tertantang."
Kedua teman si pria yang lain pun mengangguk setuju. Tanpa berlama-lama, mereka sudah menanggalkan pakaian mereka. Dan segera menghampiri Amanda yang sedang memejamkan mata.
Amanda tersentak ketika dia merasakan ada yang sedang menyentuh tubuhnya. Ketika matanya terbuka, sudah ada empat pria yang sudah mengarahkan kejantanannya pada tubuhnya. Ketika Amanda ingin berteriak mulutnya segera disumpal oleh benda keras. Dan tiga pria yang lain bekerja sebagaimana mestinya.
Hanya tetesan air mata yang menjadi kesakitan atas apa yang dilakukan pria bejat itu. Amanda harus diruda paksa oleh empat pria secara bergantian.
Tidak hanya sekali mereka lakukan. Ada yang bisa dua sampai tiga kali. Hingga darah mengalir di perut Amanda. Membuat mereka panik. Apalagi wajah Amanda yang sudah pucat pasi. Meskipun ada yang belum tuntas, mereka berempat segera memakai pakaian mereka dan pergi meninggalkan Amanda yang sudah tidak berdaya. Untuk berbicara pun Amanda terbata.
"To-to-long."
Suara Amanda semakin melemah hingga hanya mulutnya yang bergerak tanpa suara. Sakit di perutnya bukan main. Darahnya terus mengalir deras seperti luka yang dirobek paksa.
Dia melihat anak kecil yang tengah berada di pintu rumah kosong. Dengan sekuat tenaga, Amanda melambaikan tangannya. Meminta bantuan kepada anak itu. Anak laki-laki mendekat dan terus mendekat. Hingga dia berjongkok di samping Amanda yang tengah memandangnya. Seulas senyum yang anak itu berikan.
"Sa-sa-kit." Suara Amanda sangat kecil.
"Ikut Dev aja, yuk."
"Ke-ke-mana?" jawab Amanda tanpa suara.
"Ke surga." Dev tersenyum, sedetik kemudian wajah bocah laki-laki berubah menjadi bayi laki-lakinya yang terlindas mobil. Tak lain adalah putranya.
...****************...
Yang udah bosen ngacung? Berarti udahan up-nya 😜