
Synopsis :
Selama ini, aku sudah mempertahankan cintaku ini. Namun, jika dia bukan jodohku. Aku bisa apa? -Riana-
Surat undangan telah di tangan. Ingin rasanya dia menjerit kencang melupakan segala rasa yang berkecamuk di dalam dada. Sakit, sudah pasti Riana rasakan. Ghassan Aksara Wiguna dan Zivana Meysha Mahendra. Dua nama itu yang tertulis di depan undangan yang Riana terima.
Riana Amara Juanda menjelma menjadi wanita yang sangat cantik dan juga pintar. Banyak pria yang mendekat, tetapi hatinya dia tutup rapat. Demi seseorang yang berada jauh di sana. Orang itu adalah Ghassan Aksara Wiguna yang telah mengukir janji untuk menjemputnya di Jogja. Dan membawanya ke hadapan kedua orang tua untuk meminta restu dari mereka.
Tetapi, nyatanya ... dia lah yang dibohongi di sini. Aksa tidak memenuhi janjinya. Malah membuat hatinya semakin hancur oleh harapan palsu yang Aksa berikan.
Kenapa Aksa menikah dengan Ziva? Apakah Riana akan mengikhlaskan Aksa begitu saja? Atau Riana akan menyimpan terus perasaannya dan tetap berdoa kepada Tuhan agar Aksa menjadi jodohnya?
*****
Hidup di Kota orang membuat Riana menjelma wanita yang mandiri dan baik hati. Banyak perubahan dari diri Riana. Kecuali, hatinya yang masih setia mencintai Aksa dalam diam. Perasaan untuk Aksa begitu besar sehingga dia tidak bisa melupakannya begitu saja. Banyak pria yang mendekat, tetapi hatinya dia tutup rapat.
Ketukan pintu membuat Riana yang tengah bermalasan harus bangun dari posisi rebahan. Kunci dari dalam pun dia buka, dan matanya terpaku ketika melihat seseorang yang sudah berdiri di depan matanya.
Laki-laki yang hampir lima tahun ini dia rindukan. Hanya bisa melihatnya di media sosial yang Riana miliki. Malam ini, laki-laki itu ada di depannya dengan senyum yang tidak pernah berubah dari dulu.
"A-Abang ...."
Aksa segera memeluk Riana dan membuat Riana sedikit tersentak. "Aku sangat merindukan kamu," bisik Aksa.
Bulir bening meluncur begitu saja. Hatinya menghangat kembali. Bertemu dengan sosok yang dia rindukan setiap hati. Dan ketika malam tiba dia berharap agar bisa memimpikan laki-laki yang tengah memeluknya.
Riana menyuruh Aksa masuk tanpa menutup pintu. "Ri, buatin minum untuk Abang dulu." Namun, Aksa kembali menarik tangan Riana hingga Riana masuk ke dalam dekapan hangat Aksa yang tenang terduduk. "Dahagaku seketika hilang karena melihat wajahmu."
Blushing. Wajah Riana merah seketika. Dadanya bergemuruh tak karuhan. Apalagi aroma maskulin dari parfum yang dipakai oleh Aksa membuat Riana semakin terbuai.
Deg.
Jantung Riana berhenti berdetak seketika. Dia belum bisa mencerna ucapan yang dikatakan oleh Aksa. Ucapan yang terdengar tidak main-main. Riana hanya terdiam.
"Abang ingin menikah dengan kamu, Riana."
Riana semakin membeku, mulutnya sangat kelu. "Riana," panggil Aksa.
"Ta-tapi ... Ri masih menyelesaikan skripsi dulu, Bang. Dua bulan lagi Ri lulus kuliah," jawabnya hati-hati.
"Apa selama itu?" tanya Aksa dengan nada cukup kecewa. Hanya anggukan yang menjadi jawaban.
"Jika, Abang tidak mau menunggu juga tidak apa-apa," jawab Riana dengan senyum hambar.
"Sampai kapan pun Abang akan tetap menunggu kamu. Karena Abang sayang sama kamu. Lima tahun Abang tersiksa dengan perasaan ini. Hanya ada nama kami di hati dan pikiran Abang."
Terharu, itulah yang dirasakan Riana. Riana mengeratkan pelukannya. Seakan menumpahkan semua perasaan dan rindunya kepada Aksa.
"Abang janji, akan menjemput kamu dua bulan lagi." Jari kelingking mereka pun bertautan menandakan sebuah perjanjian. Hanya berpelukan yang mereka lakukan. Lima tahun, ternyata tidak bisa membuat Riana maupun Aksa mampu menghilangkan perasaan mereka masing-masing.
...****************...
Hanya cuplikan dan sinopsis aja ya untuk cerita Aksa dan Riana. Bagaimana kelanjutannya??
Belum bisa aku terbitkan dalam waktu dekat ya ...