
Setelah satu jam mimi susu langsung dari sumbernya, Rion melepaskan kegiatan hisap menghisapnya.
"Sayang, siap-siap kita ke acara makan malam Azka sama Sheza," ucap Rion.
"Kenapa gak bilang dari tadi," sahut kesal Amanda seraya memukul lengan suaminya.
Amanda pun beranjak dari tempat tidur dan mencuci wajahnya agar terlihat lebih segar. Sedangkan Rion hanya menggerutu kesal.
Melihat istrinya yang sudah selesai berdan-dan dan terlihat sangat cantik membuat Rion enggan untuk keluar.
"Ayo, Bang," ajak Amanda kepada Rion yang masih santai di atas tempat tidur.
Rion pun beranjak dari tidurnya, lalu memasangkan masker di wajah Amanda. Istrinya hanya terdiam, tak mengerti apa maksud dari suaminya ini.
"Biar gak ada lelaki yang lihat kecantikan kamu," ucap Rion.
Amanda tertawa mendengar ucapan Rion. Suaminya yang susah dijinakkan kini berubah menjadi anak kucing. Sifat posesifnya mulai ditunjukkan kepada Amanda. Dengan iseng Amanda mengecup bibir Rion.
"Gak kerasa," ucap kesal Rion.
"Kalo Manda nyium langsung nanti Abang minta lebih," ujar Amanda tertawa.
Rion pun terus menggandeng tangan Amanda menuju parkiran hotel. Tak dia hiraukan ada Arya diantara mereka.
"Bini lu sakit pake masker?" tanya Arya.
"Lagi flu," jawab Rion sekenanya.
Amanda hanya tertawa kecil mendengar ucapan suaminya. Ada rasa bahagia yang tak terkira di hati Amanda. Tak henti-hentinya dia mengucapkan syukur karena perubahan sifat Rion kepadanya.
Semoga Abang terus memperlakukan Manda seperti ini, batinnya.
Tiba sudah mereka di sebuah restoran kekinian di Yogyakarta. Tempat yang tidak terlalu formal tapi sangat nyaman. Arya sudah disambut hangat oleh Beby yang kini tengah bergelayut manja di lengannya. Sedangkan Azka dan Sheza selalu bersikap mesra seperti dunia hanya milik berdua.
"Selamat," ucap Rion pada Sheza.
"Makasih Pak. Semoga Bapak jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah," balas Sheza tulus.
Tak lupa Rion juga mengucapkan selamat kepada Azka mantan rivalnya. Azka pun bersikap santai dan biasa kepada Rion. Dia sudah melupakan semuanya, lagi pula Rion sudah memiliki istri dan dia juga akan segera meminang Sheza. Jadi, tidak ada yang dikhawatirkan lagi.
Makanan sudah tersaji di meja. Semua makanan terlezat di restoran ini yang Azka pesan. Wajah kebahagiaan sangat terpancar dari Sheza dan juga Azkano.
"Bang, Manda ke kamar mandi dulu ya," bisiknya.
Mereka sedang asyik menyantap makanan yang sudah tersedia. Tiba-tiba seorang wanita dengan tak tahu malu memeluk tubuh Rion. Membuat semua orang melebarkan matanya.
Mata Arya tak kalah melebar ketika melihat Amanda yang sedang berdiri tak jauh dari mereka, menyaksikan adegan peluk memeluk yang dilakukan Dinda terhadap Rion. Dan sangat terlihat jelas Rion mencoba melepaskan pelukan Dinda.
Deheman seseorang membuat Rion melebarkan matanya. Tatapan dingin yang Amanda tunjukkan. Dinda pun akhirnya melepaskan pelukannya dengan tersenyum tipis penuh kemenangan.
Tanpa siapa pun duga, Amanda mendudukkan dirinya di atas pangkuan Rion. Membuat wajah Dinda seperti setan bertanduk menahan marah. Semua orang di meja itu hanya menahan senyum melihat tingkah laku Amanda dan mimik muka Dinda.
Amanda membuka masker dihadapan Rion, membuat Rion terkejut. "Muka kamu pucat banget," ucap Rion.
Amanda meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya. "Kan Abang yang bikin Manda lemas seharian tadi," sahut Amanda lemah.
Semua orang tertawa dengan ucapan Amanda, sedangkan wajah Rion merah menahan malu. Sedangkan Dinda tengah mengepalkan tangannya.
"Ya udah kita pulang aja," ajak Rion pada Amanda. Mereka berdua memutuskan untuk kembali ke hotel. Rion pun tidak menoleh sedikit pun kepada Dinda. Dia sangat khawatir dengan keadaan istrinya sekarang.
"Buaya mau dikadalin," ejek Arya dan diikuti tertawa renyah yang lain.
"Masih zaman ya ngerebut laki orang. Situ gak laku?" timpal Beby. Gelak tawa pun semakin terdengar.
Dinda mengeraskan rahangnya menahan marah karena ejekan teman-teman Rion. Dia pun menggebrak meja dengan keras sebelum akhirnya pergi dari restoran itu.
Selama diperjalanan pulang, Amanda hanya menyandarkan kepalanya pada jok mobil dengan mata terpejam. Rion sedari tadi terus menggenggam tangan Amanda.
Untungnya gua bawa foundation jadi bisa gua pake di bibir biar kayak orang sakit beneran, batin Amanda.
Maafkan Manda Bang, Manda ngelakuin ini supaya Abang bener-bener melupakan wanita itu. Dia wanita licik jadi harus dibalas dengan kelicikan juga.
****
Mon maap, kalo komen kalian gak pernah aku balas karena aku lebih senang baca komen kalian daripada balasin komen. Di karya ini aku lagi mencoba menjadi author kalem, kan kalo di karya sebelumnya kalian tahu bagaimana aku dulu😂
Makasih banyak yang udah mau baca, ngasih jempolnya, komennya dan juga votenya.
Oiya, ada yang nanya karya ini udah dikontrak atau belum? Jawabannya : aku belum mengajukan kontrak, tapi Alhamdulillah udah dapat level karena di karya ini aku ingin berkarya dengan santai dan sesuka hati.
Untuk masalah cover kenapa ganti-ganti terus? Karena aku gak sreg sama cover kemarin. Dan peraturan MT cover novel harus gambar yang tidak memiliki hak cipta. Dan nyari gambar itu sangat sulit.
Pertanyaannya udah aku jawab ya Sayang.
HAPPY READING ...