
Sudah beberapa hari yang lalu Arya kembali ke rumah pribadinya bersama Beby. Selama masa cuti, Arya menjadi bayangan Beby. Selalu mengintil Beby kemana pun istrinya pergi.
"Yang, aku gak akan kemana-mana," kata Beby yang mulai risih karena Arya selalu membuntutinya.
"Aku gak mau jauh dari kamu, Yang," balas Arya sambil memeluk Beby dari belakang.
Bukannya marah, Beby malah tersenyum dan mengelus lembut pipi Arya. "Yang, udahan belum?" Tangan Beby yang baru saja ingin menuangkan air panas terhenti sesaat. Dadanya berdegup lebih cepat. Sebenarnya halangannya sudah selesai, tapi Beby belum mengatakannya pada Arya.
Tidak ada jawaban dari istrinya, tangan Arya mulai turun ke bawah. Meraba area sensitif di bawah perut Beby. Keningnya mengkerut, Arya membalikkan tubuh Beby supaya menghadap ke arahnya.
"Kamu udahan, Yang?" tanya Arya dengan wajah yang berbinar.
Beby menundukkan kepalanya sambil memilin ujung bajunya. Arya tahu istrinya masih takut untuk melakukan hubungan suami-istri. Namun, Arya memiliki ide yang sangat cemerlang.
Arya menggenggam tangan Beby dan membawanya ke kamar. Arya memangku Beby sambil membuka laptopnya. Beby menatap Arya penuh dengan tanda tanya. "Aku tau kamu masih takut, dan aku gak akan memaksa. Hingga kamu dengan suka rela memberinya untuk aku."
Arya mencari-cari folder yang dia simpan, lalu membukanya. Beby melebarkan matanya ketika film mulai diputar.
Hati Beby berdegup dengan sangat kencang ketika melihat adegan demi adegan yang menyerukan kenikmatan. Tubuhnya mulai gelisah dan tanpa dia sadari menggesek-gesek pusaka milik Arya. Arya tahu, istrinya sudah mulai sedikit terangsang. Arya membelai wajah Beby dengan tangannya, satu tangannya merengkuh tubuh Beby dengan erat.
Mata mereka berbicara hingga mata Arya melebar ketika bibir Beby menempel pada bibir Arya. Dengan lembutnya Beby mengecup, *******, mengul*m bibir atas dan bawah Arya secara bergantian. Gairah Arya pun terasa terpancing. Lidah mereka kini saling bermain, membelit dan menggigit hingga desah*n manja keluar dari bibir Beby. Terlebih tangan Arya yang sudah tidak mau diam bermain ke sana ke mari.
Arya mengubah posisi Beby agar duduk menghadapnya dan masih berada dalam pangkuannya. Tangan Arya sudah mulai masuk ke dalam baju Beby, mengusap lembut perut dan juga punggung Beby. Sedangkan Beby sibuk menciumi bibir Arya.
Tangan Arya mulai membuka pengait bra yang Beby kenakan. Tangannya dengan lembut merem*s gundukan yang cukup besar. "Akh ...."
Beby mulai Mendes*h nikmat, Arya menyingkap baju Beby hingga gundukan yang berada di tubuh Beby terlihat dengan sempurna. Dengan rakusnya Arya melahap daging kecil yang berada di atas gundukan-gundukan itu secara bergantian. Tangan Beby sudah menjambak rambut Arya dan menekannya agar Arya semakin dalam lagi bermain di sana. Desah*n manja nan nikmat terus keluar dari mulut Beby karena permainan lidah Arya yang sangat lihai.
Arya membawa tubuh Beby ke atas tempat tidur. Dia terus meng-eksplore tubuh istrinya tanpa henti. Hingga dia turun ke bawah dan membuang semua yang menutupi bagian yang sangat Arya inginkan. Kali ini Arya yakin, akan bisa membobol gawang yang masih tersegel di hadapannya.
Arya mulai menjulurkan lidahnya ke daging kecil yang kata orang bagian tersensitif wanita. Benar saja, baru lidahnya menempel tubuh Beby terlonjak. Namun, ketika Arya memainkan lidahnya di sana dengan lembut, suara-suara manja dari bibir Beby keluar dengan merdunya. Membuat gairah Arya semakin memuncak.
"Keluarin aja Sayang," balas Arya yang melanjutkan permainan lidahnya.
Cairan berasa sedikit aneh pun keluar dan Arya pun tersenyum bahagia. Arya memeluk tubuh Beby yang sedang mengatur napasnya. "Nikmat, kan," goda Arya. Beby pun menelusupkan wajahnya di dada Arya.
Setelah puas mengecup puncuk kepala istrinya, Arya mulai menanyakan, "apa sekarang aku boleh ...."
Beby pun mengangguk mantap, wajah Arya pun terlihat sangat bahagia. Arya memberikan sentuhan-sentuhan kecil agar istrinya terangsang. Benar saja Beby mulai melayang kembali.
"Sayang, aku mulai ya," ucap Arya pada Beby. Beby hanya menganggukkan kepala.
Tongkat ajaibnya sudah Arya pegang, dan dia mulai menggesek-gesekkany ke bibir bawah Beby hingga istrinya melenguh nikmat.
Tangannya mulai mengarahkan tongkatnya ke ladang yang masih terkunci. Baru saja ingin mendorongnya masuk ....
"Sunarya!"
"Arya, Mamih datang."
Suara Arina dan sang mamih membuat Beby mendorong tubuh Arya agar turut dari atas tubuhnya. Beby langsung turun dari tempat tidur dan memunguti satu per satu pakaiannya dan berlari ke kamar mandi.
"Yang." Arya menggedor-gedor pintu kamar mandi. "Ada Mamih sama Kak Arin di bawah, Yang. Nanti malam aja kita lanjut lagi," jawab Beby dari dalam.
Seketika tubuh Arya lunglai. Dia menatap ke arah tongkat ajaibnya yang awalnya tegang kini mulai lemas tidak ada gairah.
****
Happy reading ...