Bang Duda

Bang Duda
95. Masa Lalu



Aku kangen kalian ....


Apa kalian juga merindukanku?


...****************...


Amanda tidak melepaskan pelukannya terhadap Rion. Hanya Rion yang dia miliki sekarang. Tempatnya bersandar dan berkeluh kesah.


"Apa masa lalumu semenyedihkan itu?" tanya Rion.


Amanda menatap wajah suaminya secara intens. Wajah Amanda kini terlihat sendu. Rion menangkup wajah Amanda.


"Ceritalah!"


"Kenakalan Manda karena rasa kecewa Manda terhadap Papih," ungkapnya.


"Ketika Papih terlilit hutang Milyaran, Mamih jatuh sakit dan keuangan kita semakin menipis. Manda berinisiatif untuk melunasi hutag Papih dengan cara menjual kesucian Manda," jelasnya dengan sangat lirih.


"Berapa dia beli kesucianmu?" tanya Rion


"IM, selama seminggu dia mengencani Manda," jawabnya dengan wajah yang tertunduk.


Rion hanya menghela napas berat mendengar ucapan Amanda. Mahkota Amanda benar-benar mahal harganya. Sampai ada yang mau membeli dengan harga 1M.


"Setelah Manda berkencan dengan orang itu ternyata bukan 1M yang dia kasih, tapi 5M hingga Manda bisa melunasi semua hutang Papih. Tapi ...."


Amanda pun mulai terisak, Rion memeluk tubuh istrinya yang seakan merasakan sakit yang luar biasa.


"Ketika Manda dan Mamih kembali ke rumah itu, ternyata sudah ada penghuni baru di rumah kami yaitu istri muda Papih dengan anaknya," lirihnya.


"Dan yang membeli keperawanan Manda itu adalah teman Papih sendiri. Dan Papih sudah bersekongkol dengan pria itu," ungkapnya.


"Dari situlah Manda kecewa, dan berubah menjadi wanita nakal dan membawa Mamih pergi ke Bandung," jelasnya.


"Orangtua tak bermoral," sarkas Rion.


"Manda tidak ingin Mamih disakiti, biarkan Manda yang disakiti oleh Papih. Di sini Manda hanyalah anak malang yang dijadikan kelinci percobaan." Amanda menunduk lebih dalam lagi.


"Hingga Mamih mengenalkan Mamah kepada Manda. Dan meminta Mamah untuk menjadikan Manda menantunya," tuturnya.


"Awalnya Manda menolak karena Manda sudah memiliki pacar. Mamih tetap saja memohon kepada Manda supaya Manda mau dijodohkan dengan anak teman Mamih. Akhirnya, Manda menuruti keinginan Mamih."


"Berkali-kali Abang menolak Manda membuat Manda frustasi sendiri dan menjelma menjadi wanita yang lebih nakal. Mamih tidak suka dengan apa yang Manda lakukan tapi tetap saja tak Manda dihiraukan."


"Mamah hanya berbisik kepada Manda, tentang satu keinginan Mamih untuk Manda. Tutup aurat, itulah yang Mamih inginkan."


"Mamah yang membuat kamu berhijrah seperti ini?" tanya Rion.


"Dukungan dan semangat Mamah yang membuat Manda sedikit demi sedikit berhijrah," jawab Manda.


"Abang tahu, kita menikah setelah empat puluh hari kepergian Mamih," ucapnya dengan air mata yang sudah terjatuh.


Rion mendekap hangat tubuh istrinya. Kenakalannya bukan tanpa alasan. Ada alasan yang mendasari kenakalan Amanda dulu.


"Makasih sudah mau menerima Manda dan segala masa lalu Manda," ucapnya.


Rion tidak menjawab perkataan Amanda, hanya mengeratkan pelukannya terhadap tubuh istrinya.


Amanda pun terlelap dalam dekapan hangat Rion. Rion menatap wajah damai Amanda. Banyak beban yang Amanda pikul sendiri. Dia benar-benar berterimakasih ke Mamahnya karena telah memilihkan jodoh yang luar biasa untuknya.


Pagi harinya, Mata Rion sudah terbuka. Namun, istrinya sudah tidak ada lagi di sampingnya. Bergegas dia mencari ke kamar mandi tapi, tidak ada. Dia pun ke luar kamar melangkahkan kaki ke arah suara yang sedikit gaduh yaitu ke dapur.


Rion memeluk tubuh Amanda dari belakang. Tak dia hiraukan keberadaan Mbak Ina di sana.


"Udah bangun?" tanya Amanda.


Rion hanya memejamkan matanya dengan dagu yang sudah dia letakkan di bahu istrinya.


"Tidur lagi, ya. Abang masih ngantuk itu," ujar Amanda.


"Sama kamu." Jawaban Rion membuat Mbak Ina mengulum bibirnya. Dia merasakan Rion yang dulu telah kembali lagi.


"Ya udah," balas Amanda mengalah.


Amanda pun menyerahkan masakannya yang baru setengah perjalanan ke Mbak Ina. Dan kembali ke kamar menemani suami manjanya untuk tidur lagi.


Rion terus memeluk pinggang Amanda dengan erat dan paha Amanda yang menjadi bantalan kepalanya. Senyum bahagia melengkung di wajah cantik Amanda. Keinginan Mamihnya untuk menjodohkannya dengan Rion tidak salah.


Mamih makasih, sekarang Manda bahagia dengan jodoh pilihan Mamih, batinnya.


***


Happy reading ...


Kalo banyak komen besok aku up lagi, kalo sedikit aku Hiatus lagi.