
Hari terus bergulir, Rion masih dengan setia dengan status dudanya. Ketika ada acara kumpul bersama. Rion lebih memilih membawa tiga kurcaci yang akan menjadi bodyguard-nya ketimbang harus membawa wanita. Kenapa begitu? Dia sudah berjanji di depan ketiga anak dan satu menantunya untuk tidak menikah lagi. Dia tidak ingin terjadi keributan antara dia dan anak-anaknya. Didiami oleh Echa terasa dunianya hancur.
Kali ini, Rion membawa tiga pengawal cilik ke acara ulang tahun Beby. Karena kedua orang tua si triplets sedang berada di Bogor. Tidak bisa pulang karena Arya memilih tidak ingin menggantikan Echa.
"Orang mah bawa bini, bukan bawa kurcaci," ejek Arya yang kini menghampiri Rion bersama tiga cucunya.
Rion hanya berdecak kesal mendengar ejekan Arya. Tidak bagi si kembar tiga yang sangat menikmati makanan di sana. Dan mereka sudah bergabung bersama Mimo dan juga aki mereka.
"Ada cewek cantik, janda tanpa buntut," bisik Arya sambil menunjuk ke arah teman Beby bernama Jelita.
"Bodo amat!" seru Rion dan berlalu meninggalkan Arya. Dia lebih memilih menjaga tiga cucunya dibanding dijerumuskan oleh Arya ke dalam kubangan kemarahan anak-anaknya.
"Enton," panggil Aleeya yang sedang menyantap cup cake kesukaannya.
"Jangan banyak-banyak. Nanti Bubu marah," ucap Rion pada Aleeya. Si bungsu pun mengangguk patuh.
Sedangkan Aleena sedang mencoba mengambil cheese cake. Namun, tangan mungilnya tidak sampai hingga dibantu oleh seorang wanita cantik.
"Macacih," ucap Aleena dengan senyum manisnya.
"Sama-sama, Sayang."
Aleena berlalu begitu saja, tetapi si wanita itu mengikuti Aleena dari belakang. Takut Aleena terjatuh karena terlalu fokus kepada kue yang dia bawa.
"Oh ini keluarga dari anak ini," ujar si wanita seraya tersenyum ramah.
Pandangan wanita itu bertemu dengan manik mata Rion. Hingga bibir wanita itu terangkat dengan sempurna. Berbeda dengan Rion yang hanya menatap si wanita itu dengan tatapan dingin dan datar.
"Lit, kenalin ini teman saya. Dia duda anak tiga," imbuh Arya seraya tersenyum nakal ke arah Rion. Mata Rion melotot dengan sempurna.
Jelita mengulurkan tangannya ke arah Rion membuat Ayanda dan Gio mengulum senyum mereka.
"Danan pedan-pedan," ucap Aleesa yang kini sudah mengibaskan tangan Jelita.
"Enton dak boyeh detet tewek," timpal Aleesa.
"Enton puna Eena," lanjut Aleena.
Jelita tercengang mendengar penuturan dari si kembar. Jangankan berhasil kenalan dengan Rion. Menjabat tangan Rion pun dia tidak bisa.
Apalagi, derap langkah kaki terdengar tergesa. Membuat Arya semakin berdecak kesal. Ibu dari si triplets ternyata tidak jadi bermalam di Bogor. Rencana yang sudah disusun Arya harus gagal lagi.
"Bubu, Wawa natal. Tuyuh Enton detet Ante itu," adu Aleeya pada Echa.
Mata Echa pun melebar dengan sempurna seraya menatap ke arah Arya. Arya hanya menunjukkan cengiran khasnya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Beraninya ngejerumusin Ayah. Echa gak akan segan-segan potong gaji Om Arya 99,99 persen," terang Echa dengan tatapan tajamnya.
"Tanggung bener," gerutu Arya lagi.
"Hai, pasti kamu anaknya Bang duda itu, ya," kata Jelita yang sok dekat dengan Echa.
"Maaf, saya bukan anaknya. Tapi, saya istri mudanya," jawab Echa yang langsung merangkul lengan Rion dengan manjanya.
Jelita terpaku melihatnya. Antara percaya atau tidak. Sedangkan kemesraan yang Echa dan Rion tunjukkan lebih dari seorang anak dan ayah.
"Tutulin tan, ibu macan datan," ucap Aleesa sedikit meledek.
Tawa renyah menyambut ucapan Aleesa. Dan tak lama Radit datang bersama Riana dan Iyan yang katanya ingin dijemput.
"Ayah," panggil Riana dan segera masuk ke dalam pelukan Rion. Jelita semakin tercengang melihatnya.
Aku kira anak-anaknya masih kecil, ternyata udah pada besar begini, batin Jelita.
Iyan menatap ke arah Jelita dengan tatapan menyelidik. Bukan menyelidik, lebih tepatnya dia heran dengan wanita yang ada di depannya. Iyan mendekat ke arah Echa.
"Itu cewek siapa?" bisik Iyan. Echa hanya mengangkat bahunya.
Iyan mulai mengambil tangan Echa, Riana dan juga Rion. "Pegang tangan pundak Iyan," titah Iyan. Tiga manusia itu pun mengikuti perintah Iyan.
Dan ketika mereka menatap ke arah Jelita, sontak mereka terkejut.
"Astaghfirullah," seru Echa dan Riana. Dan Rion bergidik ngeri.
Wajah asli Jelita itu sudah tua. Padahal, dilihat dengan mata biasa dia itu cantik dan sempurna
"Ayah mau yang seperti itu?" tanya Echa.
"Ogah! Pilihan Ayah menduda seumur hidup adalah pilihan yang tepat," jawabnya, disambut tawa renyah ketiga anaknya.
...****************...
Cukup sampai di sini bonus chapter Bang Duda. Yang bertanya Rion memilih menduda atau menikah lagi sudah terjawab ya ....
Ijinkan aku istirahat sejenak sebelum kisah Riana launching pada tanggal 01-07-2021 pada pukul 00.00 wib.
Jangan dihapus dari favorit dulu, karena nanti akan ada pengumuman tentang Riana dan Aksa. Siapa tahu aku khilaf kan bisa besok diterbitkannya 🤣
See You dan jangan lupa baca Tak Kan Kulepas Lagi dan Yang Terluka ....
Terimakasih banyak semua,😘