Bang Duda

Bang Duda
188. Musuh Mendekat



Di ruang operasi.


Sebelum dilakukan tindakan operasi. Dokter terlebih dahulu melakukan anastesi spinal. Sehingga hanya menimbulkan mata rasa dari bagian perut sampai kaki.


Spinal block (anastesi tulang belakang) adalah obat bius yang disuntikkan langsung ke sumsum tulang belakang. Sehingga dapat membuat mati rasa pada bagian bawah tubuh.


Selang infus sudah terpasang di tangan Amanda, dokter menyarankan agar Rion terus mengajak Amanda berbicara agar dia merasa relax.


"Sayang, apa kamu merasakan sakit?" Amanda hanya menggeleng. Rion pun tersenyum dan terus mengobrol ngaler-ngidul tentang hal apapun.


Empat puluh lima menit berlalu, dokter berhasil mengeluarkan bayi mungil yang masih bersimbah darah.


"Makasih, Sayang," ucapnya pada Amanda.


Bayi langsung dibersihkan dan juga dicek kesehatannya. Ditambah usia kehamilan Amanda masih delapan bulan dan bayinya lahir secara prematur.


Setelah operasi selesai, dokter menghampiri Amanda dan juga Rion. "Selamat, anak Bapak dan Ibu perempuan," ucapnya.


Rion pun tersenyum, sedangkan Amanda sudah menitikan air mata.


"Silahkan adzani putri Bapak."


Rion pun mengadzani putrinya dengan berlinang air mata. Dia membayangkan Echa dulu, lahir tanpa didampingi olehnya dan diadzani oleh Arya.


Sungguh sayatan luka bagi hatinya. "Maafkan Ayah, Dek," lirihnya.


Karena bayi Rion dan Amanda prematur, maka bayi mungil itu harus masuk ke ruang NICU. NICU (Neonatal Intensive Care Unit) adalah ruangan khusus untuk merawat bayi lahir yang mengalami masalah kesehatan. Di ruangan bayi dirawat dan dipantau selama 24 jam.


Perawatan bayi prematur di ruang NICU dilakukan secara intensif dengan bantuan alat dan tenaga medis lengkap.


Bayi yang lahir dengan prematur atau lahir sebelum usia kehamilan 37 Minggu, berisiko mengalami beragam masalah kesehatan akibat kondisinya yang sangat lemah. Dan organ tubuhnya yang belum berkembang sempurna.


Sebelum masuk ke ruang NICU, ada beberapa pemeriksaan terhadap bayi. Seperti tes darah, foto Rontgen dan CT scan.


Amanda sudah dipindahkan ke ruang rawat, Rion dengan setia menemaninya.


"Ayah, apa si dedek baik-baik saja?" tanya Amanda.


Rion pun tersenyum, menggenggam hangat tangan Amanda. "Dia harus dirawat secara intensif, Bun. Jadi, untuk beberapa waktu dia masuk ruang NICU dulu," jawab Rion.


"Dia sehat kan, Yah?"


"Iya, dia sangat cantik seperti Bunda." Amanda pun tersenyum.


Satu jam berlalu, perut Amanda mulai terasa sakit. Sakit dan sangat sakit sekali.


Rion yang baru saja membeli makanan di kantin, dan langsung bergegas menghampiri istrinya. "Bunda."


"Sakit Yah," ucap Amanda dengan berlinangan air mata.


Rion mengusap air mata Amanda, mencium keningnya, pipinya dan kini bibirnya. Rion sangat lama bermain di bibir Amanda agar Amanda melupakan sakitnya.


Ringisan terus terdengar membuat Rion sungguh tidak tega. Namun, dia berusaha kuat dan terus menggenggam tangan istrinya dan tangannya terus membelai rambut Amanda.


"Makasih sudah berjuang dalam mengandung dan melahirkan putri cantik kita. Makasih, Bunda," ucap Rion yang berkaca-kaca.


"Ayah tidak usah berterima kasih. Hakikatnya perempuan itu seperti ini, mengandung dan juga melahirkan. Makasih, udah jadi suami dan ayah yang siaga untuk Bunda dan juga putri kita," ujarnya.


Rion pun memeluk Amanda hingga deheman seseorang membuat mereka melepaskan pelukan mereka.


Wajah Amanda berbinar ketika melihat kakaknya yang datang. "Kak Jun," panggilnya.


Juna pun tersenyum, Rion memberikan ruang untuk Juna dan juga Amanda. Adik-Kakak itu berpelukan dan melepas rindu.


"Kamu wanita hebat Nda." Amanda tak kuasa menahan tangisnya.


"Aku rindu Mamih." Juna memeluk hangat tubuh adiknya ini. Melahirkan tanpa didampingi seorang ibu pasti sangat berat. Apalagi, ini pertama kalinya Amanda melahirkan.


"Mamih pasti bahagia sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu. Jadilah Ibu yang baik seperti Mamih, penuh kasih sayang."


Pintu kamar perawatan Amanda terbuka, mata Ayanda dan juga Juna bertemu. Rion yang kalang kabut sekarang.


"Mas, aku bawain makanan." Ayanda meletakkan makanan di atas meja dan duduk bersama Rion.


"Makasih, Dek."


"Mbak Ay," panggil Amanda.


"Iya, Nda."


"Apa aku boleh memeluk Mbak Ay?" Ayanda langsung bangkit dan memeluk tubuh Amanda. Air mata Amanda tumpah begitu saja.


"Ajari aku supaya menjadi ibu yang baik." Ayanda mengusap lembut punggung Amanda.


"Tidak usah diajari, setiap wanita pasti mempunyai naluri seorang ibu," jawabnya.


Juna memandang kagum kepada sosok Ayanda. Sedangkan di kantor Gio, gebrakan meja keras dari Gio membuat Ramon mengelus dadanya.


"Breng sek," sarkasnya.


Rion sengaja mengirim gambar Juna yang berada di samping Ayanda yang sedang memeluk Amanda kepada Gio. Di bawah gambar itu ditulis : Musuh sudah mulai mendekat mas bro, awas kena tikung di tanjakan.


Tangan Gio mengepal dengan keras dan dia langsung menyambar kunci mobil. Tanpa sepatah kata yang terucap, dia meninggalkan Remon di ruangannya.


Gio melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak lama mobilnya sudah terparkir di depan ruang sakit. Dengan langkah seribu, Gio menuju kamar perawatan Amanda. Rahanvnya mengeras dan ketika dia membuka kenop pintu .....


****


Aku mohon izin ya, setiap Senin aku libur up 🙏


Kalo ada ide pasti aku tetep up kok.


Happy reading ....