Bang Duda

Bang Duda
48. Pengantin Baru



Pinter banget nih cewek. Merubah penampilan demi memikat hati Mamah. Gua gak sebodoh itu, batin Rion.


"Jangan bersembunyi dibalik hijab yang kamu pake," bisik Rion pada Amanda.


Amanda hanya menundukkan kepalanya, dadanya terasa sesak mendengar ucapan dari suaminya sendiri.


Ampuni dosaku di masa lalu Ya Allah. Kenapa semua orang hanya melihat masa laluku? Berubah ke arah yang lebih baik tidak semudah yang dibayangkan. Bismillah, insyaallah aku kuat, batin Amanda.


Semua orang yang melihatnya hanya tersenyum nakal. Mereka mengira jika Rion tengah membisikkan kata-kata yang mesra dan manja. Terlebih mereka adalah pengantin baru.


"Selamat ya Mas. Berilah kasih sayang tulus mu untuk istrimu. Seperti kasih sayang yang Mas berikan untukku dan juga putri kita," ucap Ayanda tulus.


"Terimakasih Dek," balas Rion dan langsung memeluk tubuh Ayanda.


Ini mantan istri Bang Rion. Cantik dan berhati baik, pantas saja suamiku tidak bisa dengan mudah melupakannya, batin Amanda.


"Jangan lama-lama peluk bini gua," ucap Gio yang langsung menarik tangan istrinya, dan sekarang beralih memeluknya.


"Suami posesif," gerutunya.


"Bodo," balas Gio.


Ayanda hanya tertawa melihat tingkah konyol suami dan mantan suaminya. Ayanda menghampiri Amanda dengan senyuman tulus.


"Selamat, jaga Mas Rion dengan baik dan juga sedikit-sedikit belajarlah menyayangi putri kami. Aku tau kamu wanita baik," ucap Ayanda pada Amanda.


Hati Amanda sangat terenyuh mendengar ucapan tulus dari Ayanda. Hanya pria bodoh yang rela melepaskan wanita seperti ini. Begitulah batin Amanda.


Echa memandang Ayah dan istri barunya dengan tatapan tak terbaca. Wanita yang baru saja dia kagumi adalah wanita yang dulu dia benci.


"Semua orang pasti akan berubah. Hargai perubahannya. Masa lalunya adalah pembelajaran untuk menjadi wanita lebih baik seperti yang kamu lihat," ucap Nisa di telinga Echa.


Apa hidayah itu bisa datang secepat ini? batin Echa.


"Nak Gio, apa sepasang pengantin baru dan Arya boleh menumpang denganmu?" tanya Bu Dina.


"Dengan senang hati, Mah," jawab Gio.


Mereka berpamitan kepada Bu Dina, dua mobil suruhan Gio sudah menjemputnya.


"Bahagiakan istrimu A, dan belajarlah untuk mencintainya." Pesan Bu Dina untuk Rion.


"Manda, kamu harus banyak bersabar untuk menghadapi suamimu. Mamah yakin, suamimu akan membalas cintamu," ujar Bu Dina. Hanya seulas senyum dan anggukan kepala yang Manda berikan sebagai jawaban.


Selama diperjalanan, hanya keheningan yang tercipta. Tidak ada obrolan sama sekali dari mulut mereka. Arya sedang terpejam di kursi penumpang depan. Hanya sesekali Amanda melirik ke arah Rion yang sedang menyandarkan kepalanya pada jok mobil.


Mobil yang membawa Rion kini tiba di landasan. Amanda memandang takjub dengan apa yang dilihatnya. Mata Amanda fokus pada sepasang suami istri yang sangat mesra. Gio yang tidak pernah melepaskan genggamannya pada istrinya dan sesekali mencium pucuk kepala Ayanda.


Masya Allah. tabarakallah. Pasangan yang luar biasa, batin Amanda dan seulas senyum terukir dari bibirnya.


Di dalam pesawat hanya kecanggungan yang tercipta dari Rion dan juga Amanda. Tidak ada obrolan sama sekali diantara mereka. Berbeda dengan bangku pesawat di sampingnya dan juga di belakangnya. Suara canda tawa dan juga kemesraan yang terdengar.


Tiba sudah Amanda dan Rion di rumah milik Rion. Disambut oleh Mbak Ina dengan suka cita. Bu Dina sebelumnya sudah memberi tahu jika Rion akan membawa istrinya ke rumah itu. Dengan sigap dan hati lega bercampur bahagia Mbak Ina merapihkan kamar majikannya.


"Kamar kamu di atas. Jangan harap kita tidur dalam satu kamar," ujar Rion.


Ini sudah diprediksi oleh Amanda sebelumnya. Jadi, dia tidak terkejut. Terlebih sikap suaminya selalu dingin setelah acara ijab kabul selesai.


Amanda menaiki anak tangga. Hanya ada dua kamar di sana. Ruang kerja dan satu kamar tamu. Amanda duduk di tepian tempat tidur. Melihat setiap sudut kamar.


"Bismillah, semoga Engkau selalu memberikanku kesabaran dalam menjalani rumah tangga yang tidak didasari dengan cinta," gumamnya seraya berdoa.


***