
"Lu apain anak orang nyampe mewek begitu?" tanya Arya heran.
Rion hanya mengangkat bahunya dan terus menggenggam tangan istrinya.
Arya hanya berdecak kesal melihat suami bucin di hadapannya ini. Beby sedang fokus dengan ponselnya.
"Kak Ay ngajak kita liburan bareng ke villa Kak Gio weekend ini," ucap Beby.
"Liburan bareng pacar," goda Arya.
Beby menjawil gemas hidung Arya yang mancung. "Jangan macem-macem, Azka juga ikut," balas Beby.
"Nggaklah, Sayang," sahut Arya yang kini merangkul Beby.
"Pak Rion dan Kak Manda juga diajak. Kak Ay ingin liburan keluarga sebelum dia melahirkan," jelas Beby.
"Honeymoon lagi kita, Sayang," imbuh Rion. Amanda mencubit pinggang Rion hingga meringis kesakitan.
"Percuma honeymoon juga kalo pulang gak bawa bayi mah," sindir Arya.
Amanda menunduk dalam, membuat Rion melebarkan matanya kepada Arya. Arya tidak merasa bersalah sama sekali.
Beby yang merasa tidak enak hati, mengajak Amanda untuk mengambil makanan yang sudah tersedia. Meninggalkan dua pria gila di meja mereka.
"Kalo ngomong saring dulu," geram Rion.
"Ngapain disaring? Emangnya ampas kopi," sahut Arya santai.
"Harusnya lu pinteran dikit, cari ide gimana caranya liburan besok lu bisa menanam benih di ladang suburnya Amanda. Tanpa ada penghalang apapun. Supaya honeymoon lu nggak sia-sia," ungkap Arya.
"Gimana caranya?" tanya Rion.
Arya berbisik di telinga Rion dan seringai licik pun muncul di wajah Rion. Rion hanya mengangguk-angguk apa yang dikatakan Arya.
"Cerdas," puji Rion.
"Lu yang terlalu bodoh," ejek Arya.
Mereka pun tertawa bersama mengingat rencana gila mereka. "Semoga sukses, bro," ucap Arya.
Rion tersenyum lebar seraya mengangkat kedua alisnya. Dua wanita yang baru saja bergabung dengan mereka saling menatap heran.
"Kalian pada kenapa?" tanya Beby.
"Gak apa-apa, Sayang," jawab Arya.
"Kamu gak ngambil makanan?" tanya Rion.
Amanda menggeleng, Rion hanya mengernyitkan dahinya heran. Amanda merebahkan kepalanya di bahu Rion dan tangannya melingkar di lengan suaminya.
"Kak Manda hamil kali," sahut Beby.
Amanda melebarkan matanya dan Rion hanya berharap itu benar terjadi. Terlihat jelas gurat kekhawatiran di wajah Amanda. Arya dan Rion hanya menahan tawa.
"Ya udah, kita pulang ya. Kamu harus istirahat," ajak Rion. Sebelum mereka berdua meninggalkan acara reunian, Rion berpamitan kepada semua teman-temannya. Masih terpancar kesedihan di wajah Adel ketika melihat Rion menggandeng tangan istrinya sangat mesra.
Sesampainya di rumah, Amanda langsung bergegas masuk ke kamar. Rion merasa sangat heran dengan tingkah istrinya, dia pun mengikutinya.
Amanda membuka tas kecil di atas meja, diambilnya satu strip pil yang setiap malam dia konsumsi.
"Alhamdulillah, semuanya sudah aku minum," gumamnya.
Rion yang mendengar gumaman kecil Amanda hanya bisa menghembuskan napas kasar. "Sebegitu tidak mau kah kamu memiliki anak dari Abang?" ucapnya seraya memeluk tubuh istrinya dari belakang.
Amanda hanya menyandarkan kepalanya di dada bidang Rion. Dia memejamkan matanya dan berucap, "yakinkan hati Manda dulu, jika Abang benar-benar mencintai Manda. Baru Manda siap menjalani program kehamilan."
Rion membenamkan wajahnya di bahu Amanda. Dia tidak ingin menjawab ucapan istrinya yang aka berujung dengan perdebatan. Watak Amanda lebih keras dari Ayanda, sehingga Rion harus benar-benar
sabar menghadapi sifat keras kepala istrinya.
Jum'at sore Rion sudah pulang lebih awal. Amanda sudah menyiapkan segala keperluannya dan juga keperluan suaminya. Tidak ada lagi yang tertinggal, termasuk pil yang harus dia konsumsi.
"Sudah beres semua?" tanya Rion yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Sudah Abang," jawab Manda seraya memeluk tubuh suaminya.
"Kamu bersiap duluan, Abang mau rebahan dulu. Cape," ujar Rion seraya melonggarkan dasinya.
Amanda pun masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap pergi berlibur ke villa milik Gio. Sedangkan Rion sedang mencari-cari pil penghambat untuk mencetak Rion junior.
"Ketemu," gumam Rion.
Dia pun menyimpan pil tersebut di tempat yang tersembunyi. Honeymoon kali ini akan menjadi ajang pembuatan Rion junior tanpa ada penghalang apapun. Dia berharap, pulang dari liburan istrinya akan mengandung buah cintanya.
Apakah rencana Rion ini akan sukses? Atau sebaliknya?
****
Happy reading ....
Makasih semuanya yang udah ngasih semangat ke aku, hatur nuhun pisan🙏
Beginilah jadi penulis remahan peyek mah, banyak banget godaannya. Males lah, buntu lah, writer block lah🤧 Intinya, aku rajin up karena komen kalian, dukungan kalian yang membuat pop Bang Duda terus naik. Terimakasih semuanya...
Lope you all