Bang Duda

Bang Duda
101. Siapa Juna?



Semalaman Amanda terus meminta kepada Rion untuk tidak memecat Sita karena bukan Sita yang salah. Rion hanya memijat pangkal hidungnya yang teramat pusing karena istrinya terus saja mengoceh layaknya burung.


"Abang tidak bisa memutuskan, keputusan final ada pada Ayanda," ujarnya.


Ayanda adalah nama keramat bagi Amanda. Jika, suaminya sudah menyebut nama itu secara otomatis mulutnya terkunci rapat.


Setelah sarapan, Rion langsung berangkat ke kantor dengan mengantar Echa terlebih dahulu ke sekolah. Di dalam kamar, Amanda masih penasaran dengan seseorang yang memberikannya pengawalan khusus.


"Siapa dia?" gumamnya.


Amanda mencoba mengingat-ingat sanak saudaranya. Akan tetapi, dia tidak memiliki saudara yang terbilang kaya raya. Saudara Mamihnya adalah orang-orang biasa.


"Apa mungkin itu saudara Papih?" Monolognya.


"Mana ada saudara Papih yang mau bantuin aku, mereka malah senang Papih ngusir Mamih," sambungnya lagi.


Amanda bergelut dengan pikirannya sendiri hingga dia pun terlelap ke alam mimpi. Berharap dia mendapat petunjuk dari mimpinya.


Di salah satu perusahaan besar, seorang laki-laki sedang bersandar di kursi kebesarannya. Di depannya ada figura kecil dengan foto seorang ibu yang menggandeng dua anaknya seraya tersenyum.


Memori otaknya mampu mengingat kenangan singkat antara mereka bertega. Hanya kebahagiaan yang dia dapatkan sebelum dia dikirim ke pondok pesantren jauh dari ibukota oleh laki-laki yang sangat kejam.


"Kamu sudah besar dan sangat cantik sekarang. Apalagi dengan penampilanmu yang menutup aurat," ucapnya dengan menyentuh seorang anak perempuan kecil yang berada di dalam foto tersebut.


Aku janji, ketika aku sukses aku akan mencari kalian. Dua wanita yang sangat aku sayang.


Janji itulah yang membuatnya mencari tau tentang keberadaan Amanda. Ketika berita di media online viral tentang seorang pengusaha muda memperistrikan seorang wanita malam. Dan foto Amanda tersebar, di situlah dia menemukan secercah titik terang.


Di kantor, Arya sudah mendapat laporan dari Singapura jika Sita tidak dipecat. Setelah Adel dan Vina ditangkap, orang suruhan Gio bergerak cepat dan memang benar Sita hanya terpaksa. Tidak ada rahasia perusahaan yang bocor, semuanya aman terkendali.


"Lu udah tau pengawal khusus Amanda?" tanya Arya.


"Nggak penting, yang penting istri gua baik-baik aja," jawabnya.


"Kenapa lu jadi gak peka begini sih? Gimana kalo itu orang yang berani bayar mahal kesucian Amanda dan mencoba dekat lagi sama bini lu," curiga Arya.


Rion terdiam sejenak, mencerna ucapan Arya yang memang ada benarnya.


"Jangan terlalu lalai, banyak yang nunggu bini lu ditikungan," ledeknya.


Semenjak Arya berkata seperti itu, Rion tidak fokus dengan pekerjaannya. Matanya menatap ke layar laptopnya tapi pikirannya melayang-layang. Dia hanya memikirkan istrinya.


Amanda merasa bosan dengan kegiatannya yang hanya makan dan rebahan. Setelah pulang dari rumah sakit, Rion melarang Amanda untuk mengerjakan hal sekecil apa pun.


Makanan yang harus Amanda konsumsi pun harus benar-benar sehat. Susu pun tidak boleh terlewat, meskipun Amanda tidak terlalu suka dengan susu karena perintah yang mulia raja akhirnya dia yang mengalah.


Setelah terbangun dari tidurnya, tiba-tiba hasrat wanitanya datang. Hasrat untuk berbelanja, dia mengecek semua kebutuhan dapur, beralih ke kebutuhan pribadi, kamar mandi dan lainnya. Setelah selesai dicatat semua, Amanda mengambil ponselnya untuk menghubungi Rion.


📱 "Bang, Manda ke mall ya, banyak yang udah abis."


📲 "Diantar Pak Mat, setelah pekerjaan Abang selesai nanti Abang jemput."


📱 "Oke, Abang."


Setelah mendapat izin dari suaminya, Amanda mengganti pakaiannya dan menuju mall besar diantar Pak Mat. Sedangkan di kantor, Rion mulai gelisah dengan istrinya. Ucapan Arya masih terngiang-ngiang di kepalanya.


Bukannya langsung berbelanja, Amanda malah nongkrong cantik di sebuah kedai kopi. Sudah lebih dari sebulan dia terkurung dalam rumah seperti burung dalam sangkar. Dia memesan es kopi dan cake kesukaannya karena ini adalah kedai kopi kesukaannya.


Amanda sudah tau jika suaminya akan menyusulnya. Jadi, dia bisa lebih lama berada di kedai kopi ini. Amanda menikmati pesanannya dengan mata fokus ke layar ponselnya.


"Nda," panggil seseorang.


Amanda terdiam, panggilan itu adalah panggilan spesial dari seseorang untuknya. Mendengar panggilan itu dadanya terasa sesak.


Mungkin halusinasi ku saja, batinnya. Amanda pun fokus kembali ke ponselnya.


"Nda."


Amanda memberanikan diri mencari asal suara panggilan tersebut. Dia menoleh ke arah samping meja. Matanya nanar melihat senyum manis yang memperlihatkan gigi gingsulnya. Tatapan hangat selalu Amanda rasakan ketika menatap bola mata pria itu. Air mata yang sudah menganak akhirnya terjun bebas.


"I miss you," ucap Amanda yang kini memeluk tubuh pria tampan disampingnya.


Sang pria tak kalah erat memeluk tubuh Amanda dan mengusap lembut punggung Amanda yang bergetar.


Dari arah pintu masuk, seorang pria mematung dengan raut wajah yang sudah tidak bersahabat. Tangannya mengepal keras menyaksikan pria lain dan istrinya berpelukan mesra. Dan si pria sesekali mengecup puncuk kepala istrinya.


Api amarah dan api cemburu kini menghampiri hati Rion. Dengan tangan yang mengepal keras dia menghampiri istrinya yang sedang berpelukan erat dengan seorang pria.


"Manda," bentaknya karena tersulut emosi.


Amanda melepaskan pelukannya dengan pipi yang sudah basah dengan air mata. Di sampingnya sudah ada suaminya dengan wajah yang memerah menatapnya. Dengan kasar Rion menarik tangan Amanda tak menghiraukan Amanda yang meringis kesakitan. Teriakan dari pria itu pun tak dia dengar.


"Sakit," ucap Amanda.


Rion melepaskan tangan Amanda dengan kasar setelah di parkiran. Wajah yang sangat emosi masih dia tunjukkan kepada Amanda.


"Siapa dia? Orang yang membeli keperawananmu seharga 5M, iya?" bentak Rion.


Tamparan keras pun mendarat di pipi suaminya. Dari kejauhan pria itu hanya mematung tak percaya mendengar ucapan dari suami Amanda. Ya, dia mengikuti Amanda yang ditarik paksa suaminya.


"Manda bukanlah wanita murahan yang akan memeluk sembarang orang," pekiknya.


"Nda," panggil lirih seorang pria.


Air mata Amanda meluncur deras ketika melihat pria itu. "Kak Juna," balasnya dan berhambur memeluk tubuh pria itu di depan suaminya.


Hati pria itu pun sangat sakit mendengar kenyataan bahwa Amanda telah menjual keperawanannya kepada orang lain.


"Maafkan Manda, ini semua Manda lakukan demi Mamih," lirihnya dalam dekapan Juna.


Mendengar kata Mamih membuat air mata Juna terjun bebas. Dia pun semakin mengeratkan pelukannya kepada Amanda.


Rion hanya mematung melihat adegan di depannya. Pikirannya menerka-nerka siapa Juna itu. Ada hubungan apa Juna dengan istrinya? Begitulah isi di kepalanya sekarang ini.


****


Jangan lupa like, komen dan vote ya ...


Happy reading ....