Bang Duda

Bang Duda
39. Penjelasan



Gio dan Ayanda hanya menatap tak percaya, ternyata yang menganiaya Kano adalah Rion. Setau Ayanda nama korban penganiayaan adalah Azka.


"Azkano Putra Winarya, nama panjangnya," ujar Gio.


Ayanda hanya menggelengkan kepalanya tak percaya. Takdir apa ini?


Rion menatap tajam ke arah Azka begitupun Azka. Tidak ada kata damai yang mata mereka pancarkan. Persaingan masih akan tetap berlanjut.


"Lucu sekali, mantan suamiku bersaing dengan sepupu suamiku sendiri," ejek Ayanda namun sangat menohok.


"Sepupu?" ucap Rion.


"Ya, dia sepupu gua. Dan wanita yang sepupu gua peluk itu adalah Beby Putri Winarya. Saudara kembar dari Kano," jelas Gio.


Rion pun melebarkan matanya. Jadi, dia salah paham mengira adik kandung Azka adalah selingkuhan Azka.


Ayanda memijat keningnya yang sangat pusing sekarang. Pusing memikirkan tuntutan Azkano atau memikirkan kisah rumit dua pria yang berbeda status.


Ayanda pun mengeluarkan selembar cek dari tasnya. Dia menyerahkan kepada Rafael selaku kuasa hukum Kano.


"Tulis saja berapa nominal yang harus Mas Rion pertanggung jawabkan," ujar Ayanda.


Gio hanya tersenyum melihat istrinya. Wanita yang penuh dengan tanggung jawab.


"Jika itu usaha milik Kak Ay, Kano tidak akan menuntut. Kak Rafa akan menghapus semuanya," ujar Azkano.


"Mas Rion sudah bertindak kriminal kepadamu. Tidak dipenjarakan olehmu itu sudah sangat beruntung. Jadi, terimalah permohonan maaf kami," jelas Ayanda.


Semua orang tertegun dengan tindakan Ayanda. Yang salah tetap harus bertanggung jawab. Tidak boleh mangkir atau lari dari tanggung jawabnya.


Ketukan pintu dari seorang staf rumah sakit membuat mereka menoleh.


"Maaf, ada seseorang yang memaksa untuk bertemu dangan Pak Rion," tutur sopan staf rumah sakit.


Dengan wajah yang berlinang air mata seorang wanita menerobos masuk. "Mas, tolong bantu aku," lirihnya.


Arya ingin sekali menyeret tubuh Dinda. Dalam kondisi seperti ini kenapa manusia bertubuh ular ini bisa datang ke sini.


Hati Rion tak tega melihat Dinda yang menangis pilu begini. Akan tetapi dia harus membuktikan kepada Ayanda dan juga Arya jika dia memang benar-benar mencintai Sheza.


"Mas, aku mohon. Jika Mas tidak mau menikahi ku aku tidak masalah," ujar Dinda dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


"Dad, ayo kita pulang," ajak Ayanda pada Gio.


Rion sangat menyadari kehadiran Dinda akan semakin membuat amarah Ayanda meluap. Jika dia tidak menjelaskan, pasti akan terus terjadi selisih paham antara dia dan juga mantan istrinya.


"Dek, Mas mohon ikut Mas kali ini aja," pinta Rion.


"Jika Mas mau menikah, silahkan. Akan ku tepati janji ku, begitupun Mas harus mau menurut keinginanku," ucap Ayanda sedikit egois.


"Bukan itu, Mas mohon ikut Mas sekarang," pinta Rion lagi dengan mengatupkan kedua tangannya.


Ayanda melirik ke arah suaminya, hanya seulas senyum dan anggukan yang Gio berikan.


"Aku akan menghentikan kesalah pahaman ini," kata Rion kepada Ayanda, Gio, dan juga Arya.


Mereka semua mengikuti langkah Rion bersama Dinda kecuali pengacara Endro, Rafael, Beby dan juga Azkano. Itu diluar urusan mereka.


Langkah mereka terhenti pada ruang ICU. Atas seizin perawat di sana mereka bisa masuk secara bersamaan.


Di atas ranjang pesakitan terbaring seorang pria yang sudah tidak berambut dan juga badan hanya tersisa kulit dan tulang. Semua alat bantu sudah terpasang pada tubuh lemah tak berdaya.


"Siapa dia?" tanya Ayanda.


"Dia dokter Erlan, suami dari Dinda dan ayah biologis Raska," jelas Rion.


"Ini karma yang telah aku terima karena telah menyakitimu, Ayanda," ucap lirih Dinda dengan penyesalan dalam.


"Anakku menderita leukimia, dan sekarang papanya juga memiliki riwayat leukimia," ungkap Dinda.


"Ini alasan kenapa kemarin aku ingin memakai uang perusahaan," imbuh Rion.


"Erlan bukanlah orang biasa, namun semenjak dia sakit semua saudaranya pergi meninggalkannya sendiri. Harta benda mereka habis dijual untuk penyembuhan Erlan," jelas Rion.


"Aku mengira dengan transplantasi tulang sumsum akan menyembuhkan penyakitnya. Akan tetapi, semakin membuat kondisinya semakin memburuk. Dokter bilang tulang sumsumnya tidak sesuai. Padahal kita sudah mengeluarkan uang sebesar 1 M," tambah Dinda.


Arya hanya terdiam mendengarnya, mulut pedasnya terbungkam dengan penjelasan pilu Dinda.


"Ada satu hal lagi yang harus kalian tahu. Erlan memintaku untuk menikahi Dinda," terangnya.


Mereka pun terlonjak mendengar ucapan Rion. Hanya keheningan yang ada di ruang ICU itu.


"Tapi aku mencintai Sheza, aku akan tetap memperjuangkan cintaku untuk Sheza," tegas Rion.


Dinda hanya terdiam, hatinya sakit mendengar ucapan Rion. Ternyata dirinya sudah tidak berarti di dalam hidup Rion.


"Kondisi Erlan bagaimana?" tanya Arya yang merasa iba.


Dinda hanya menggelengkan kepala seolah tidak ada harapan lagi.


"Apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai. Tuhan tidak pernah tidur dan selalu mendengarkan doa orang yang teraniaya," ucap Ayanda sinis dan berlalu meninggalkan ruangan ICU.


Hanya wajah kesedihan dan penuh penyesalan yang terlihat di wajah Dinda. Dia dinikahi pria baik tapi Tuhan tak mengijinkan mereka berjodoh terlalu lama.


Hatiku sakit mendapat karma seperti ini, tapi dulu hatimu pasti lebih sakit dari apa yang ku rasakan sekarang. Bahkan rasa sakit ku tidak sebanding dengan luka yang terus aku torehkan untukmu. Maafkan aku Ayanda.


Gio mengejar Ayanda yang semakin menjauhi ruangan ICU. Dia pun menarik tangan istrinya hingga langkah Ayanda terhenti.


Gio membalikkan tubuh Ayanda, benar dugaannya istrinya tak bisa membendung air matanya. Gio tau ucapan pedas istrinya hanyalah kamuflase dari hatinya yang sesungguhnya.


Ayanda menatap Gio dengan mata yang nanar. Gio hanya menganggukkan kepala dan mengecup kening Ayanda.


Mereka menuju kasir, menanyakan besar biaya perawatan Erlan selama ini yang belum terbayar. Kasir menjelaskan semuanya dari hal yang paling kecil hingga tindakan kemoterapi yang makan banyak biaya.


"Tujuh ratus sembilan puluh tiga juta rupiah," kata kasir.


Ayanda langsung mengeluarkan kartu ATM pribadi miliknya, membuat Gio sedikit protes.


"Kenapa gak pake black card pemberianku?" tanya Gio.


"Aku masih memiliki uang pribadi," jawabnya sambil menggenggam tangan suaminya.


"Kan kalo abis tinggal minta ke suamiku yang super tajir," guraunya sambil bergelayut manja di lengan Gio.


"Mommy semakin menggoda Daddy. Ijinkan Daddy untuk menengok bayi kita," bisik Gio dengan nada menggoda.


Hanya cubitan pinggang yang Ayanda berikan. Hingga suara ringisan pun terdengar. Ayanda hanya tertawa.


Setelah membayar semua administrasi Erlan, Ayanda meminta pihak rumah sakit untuk merahasiakan identitas dirinya dan juga suaminya kepada keluarga dokter Erlan. Dan pihak rumah sakit pun menyetujuinya.


Sebenci apapun Ayanda kepada Dinda tapi hati lembutnya mampu mengalahkan kebenciannya. Hatinya menangis ketika mendengar cerita tentang penyakit dokter Erlan. Dia menganggap jika pemberiannya adalah tanda cinta untuk Raska yang semasa hidupnya yang hanya dipenuhi kebohongan kedua orangtuanya.


***


Hy ..


Aku minta kencengin lagi dong komenan kalian karena komen kalian penyemangat ku.