Bang Duda

Bang Duda
61. Bayi Gede



Sebelum lanjut cerita mana komen kalian? Komen makin ke sini makin sedikit. Jadi loyo aku, 😪


Ya udahlah aku up 1 bab aja ya per hari.


...****************...


Gio menyadari ada yang aneh dari istrinya . Sedari tadi wajah Ayanda sangat tidak tenang.


"Ada apa Mom?" tanya Gio.


"Lihat ini," ucap Ayanda seraya menunjukkan pengeluaran yang luar biasa menggunakan uang perusahaan.


"Kok bisa?" tanya Gio heran.


Ayanda hanya menggelengkan kepala. Hanya raut sedih yang ada di wajah Ayanda.


"Daddy akan menyuruh orang untuk menyelidikinya. Siapa dalang dari semua ini?"


"Makasih," ucap Ayanda. Gio hanya tersenyum dan mengecup kening istrinya.


"Sudah kewajiban Daddy untuk membantu Mommy," ucapnya.


Wajah Gio kini mulai mendekat ke wajah Ayanda, nafas mereka saling bersahutan. Hingga bibir mereka mulai berpagutan. Ciuman yang sangat lembut yang Gio berikan. Sudah lebih dari dua Minggu ini dia menahan hasratnya karena kesibukan yang melandanya.


Tangan Gio mulai bergerilya ke dalam baju yang dikenakan Ayanda. Mer*m*s buah dada istrinya yang semakin hari semakin membesar. Membuatnya semakin bergairah. Baru saja menyingkapkan bra milik istrinya terdengar suara pintu terbuka. Membuat Ayanda dan juga Gio kalang kabut sendiri. Beginilah jika hasrat sudah tidak bisa dibendung. Dimana pun mereka berada seakan menjadi tempat yang selalu mendukung.


"Maaf ganggu," ucap Azkano yang baru saja membuka pintu bersama Sheza.


"Udah jalan-jalannya?" tanya Ayanda.


"Udah, lelah Bu kaki saya, pegal," rutuk Sheza. Ayanda hanya tertawa mendengar rutukan Sheza.


"Kak Gi, aku akan mengikat Sheza dalam tali pertunangan," ungkap Azkano.


"Kamu serius?" tanya Gio.


"Sangat serius," jawab Azkano dengan penuh kemantapan.


Gio hanya menganggukkan kepalanya karena dia tidak bisa melarang. Lagi pula Sheza adalah wanita yang baik.


"Besok aku mau terbang ke Singapura untuk menemui Papih sama Paman. Meminta restu kepada mereka," jelas Azkano.


"Baiklah, ingat pesanku. Bahagiakan pasanganmu jangan pernah kamu sakiti dia," ucap Gio. Azkano hanya menganggukkan kepalanya.


Di Hotel,


Amanda sudah terbangun dari tidurnya, dilihatnya Rion masih terlelap dan masih memeluk erat tubuhnya. Hatinya sangat bahagia, semoga ini menjadi awal perjalanan cinta mereka.


Amanda hendak turun dari tempat tidur namun, Rion semakin memeluknya erat. "Mau kemana?" tanya Rion dengan mata yang masih terpejam.


"Mau mandi Abang," jawab Amanda.


Rion semakin mendekatkan tubuhnya pada istrinya. Dia menelusup ke dada Amanda dan malah asyik bermain di dada Amanda.


"Abang, ah ...."


Rion terus bermain di bagian itu hingga dia puas dan kenyang mengh*s*pnya seperti bayi yang sedang minum Asi. Amanda sudah tak sepenuhnya sadar karena merasakan kenikmatan yang Rion berikan lagi.


Sekarang tangan Rion turun ke area bawah, membelai lembut mahkota istrinya lalu bermain-main di dalam dengan jarinya.


"Abang ... ah ... aku gak kuat," ucap parau Amanda.


"Keluarkan Sayang," bisik Rion.


Amanda pun mengerang nikmat menandakan dia mencapai klimaks. Rion mengecup bibir istrinya dengan lembut dan sangat lembut. Membuat Amanda terangsang kembali.


"Punyamu udah becek banget, aku mulai ya," bisik Rion. Hanya anggukan kepala dengan dada yang turun naik yang menjadi jawaban Amanda.


Sekarang Rion bermain dengan sangat lembut, memberikan sensasi yang beda dari permainan sebelumnya. Amanda hanya menggigit bibir bawahnya menahan kenikmatannya.


"Keluarkan saja Sayang, keluarkan," ucap Rion yang terus memaju mundurkan juniornya.


"Abang," ucapnya seraya menjenggut rambut suaminya.


"Iya, Sayang. Keluarkan saja," sahut Rion.


Benar saja, Amanda mencapai klimaks untuk kesekian kalinya. Membuat Rion sangat puas karena telah memberikan kepuasan dan juga kenikmatan untuk istrinya.


Sekarang giliran Rion yang laharnya sudah diujung. Dengan ritme yang sedikit dipercepat membuat erangan kenikmatan lolos begitu saja dari mulutnya. Tubuhnya pun ambruk di atas tubuh Amanda.


"Makasih, Sayang," ucapnya lalu mencium singkat bibir Amanda. Menanam benih di rahim istrinya lagi.


Amanda terbaring lemas tak berdaya dengan nafas yang belum teratur. Begitu juga Rion, nafasnya masih turun naik seperti orang yang habis melakukan olahraga.


"Abang badanku lemas," lapor Amanda.


Rion hanya tertawa mendengarnya namun wajah Amanda ditekut.


"Jangan salahkan Abang, salahkan punyamu yang nikmat banget," imbuh Rion.


Amanda melirik kesal ke arah suaminya tapi Rion segera memeluk tubuhnya. Tak lupa mendaratkan ciuman bertubi-tubi ke wajah Amanda.


"Laper gak?" Hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Amanda.


"Kita pesan online aja ya," usul Rion. Amanda hanya mengikutinya saja.


"Abang," panggil Amanda kepada suaminya yang kini sedang asik mengh*s*p dada Amanda seperti bayi.


"Hm."


"Abang, lihat Manda dulu. Nanti lanjutin lagi miminya," pinta Amanda. Rion pun menghentikan kegiatannya.


"Apa lagi sih?" geram Rion.


"Abang janji ya sama Manda."


"Janji apa?"


"Kalo Abang gak akan berhubungan lagi sama wanita itu," pintanya.


Rion menatap Amanda dan menggenggam tangannya. "Kalo Abang masih bersamanya, Abang tidak akan menyentuhmu Sayang. Apalagi sampai melakukan kewajiban sebagai suami-istri," jelas Rion.


"Abang gak bohong, kan?"


"Nggak Sayang, Abang udah meminta dia untuk tidak menemui Abang lagi," terangnya.


"Buktikan janji Abang," ucap Amanda yang kini memeluk erat tubuh Rion.


"Iya, Sayang. Tapi Abang mau lagi ya," pintanya.


"Abang," teriak Amanda.


Tak lama makanan mereka tiba akhirnya keinginan Rion tidak terealisasikan. Dengan hanya menggunakan boxer Rion mengambil makanan pesanannya. Dia menghampiri Amanda yang sedang bersandar di atas ranjang hanya dengan memakai selimut. Rion membuka satu kotak makan lalu menyuapi istrinya.


"Makan yang banyak, biar nanti kamu kuat menghadapi terjangan adik Abang lagi," candanya.


"Abang tuh mesum banget sih. Mentang-mentang udah lama jadi duda," ejek Amanda.


"Mesum sama istri sendiri mah gak apa-apa. Kamu aja merem melek kan saking enaknya," ujar Rion.


Wajah Amanda seperti kepiting rebus, malu mendengar ucapan suaminya. Rion hanya terkekeh melihat wajah istrinya yang berubah. Suara notif pesan terdengar, Rion segera membukanya.


"Nanti aku ke kamar Arya dulu, ya," izin Rion pada Amanda hanya dijawab dengan anggukan.


Setelah istrinya selesai makan, Rion langsung membersihkan diri dan menuju kamar Arya.


"Cerah banget muka lu. Kayak pengantin baru aja," imbuh Arya.


Rion hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Arya. Ada keanehan yang Arya rasakan, Arya bergidik ngeri.


"Ada apa? Gua mau balik kamar lagi," ucap Rion.


"Set dah, betah amat lu di kamar. Emang ada apaan?"


"Ada bini gua lah," jawab Rion.


Akhirnya lu takluk juga sama Amanda, batin Arya.


"Cepetan woiy," bentak Rion.


"Besok kita balik Jakarta. Sita udah ngoceh-ngoceh aja nyuruh kita balik. Banyak kerjaan katanya," jelas Arya.


"Lu aja balik sendiri, gua mau di sini dulu untuk beberapa hari. Sekalian honeymoon," ungkap Rion.


Arya tercengang mendengarnya. Hanya gelengan kepala yang menjadi balasan dari Arya.


"Udah lah, gua mau balik kamar," pamit Rion.


"Lu diundang Azkano ke acara makan malam," ucap Arya.


"Dia mau tunangan sama Sheza," timpal Arya.


"Oh."


"Lu gak cemburu?" tanya Arya.


"Gua udah punya bini." Rion pun melenggang meninggalkan Arya.


Baru saja masuk ke kamarnya, sudah disuguhi pemandangan sangat indah dan menggairahkan. Amanda hanya menutup tubuhnya dengan handuk karena baru selesai mandi. Dengan hati-hati Rion memeluk tubuh Amanda dari belakang. Menciumi lekuk leher istrinya yang dipenuhi kiss Mark miliknya.


"Abang," panggil Amanda yang kini juga merasakan darahnya mulai bergejolak.


"Manda lelah," ucapnya.


Rion pun menghentikan aktifitasnya. Membalikkan tubuh istrinya tanpa melepaskan pelukannya.


"Abang mau itu," ucapnya seraya menunjuk bagian yang menonjol di dada istrinya.


"Mimi lagi?" Hanya dijawab anggukan kepala oleh Rion.


"Cukup Mimi aja ya, gak boleh yang lain," ancam Amanda.


Amanda pun membiarkan suaminya melahap dan bermain di area favoritnya sekarang. Seperti anak bayi yang sedang meminum Asi. Tubuhnya sekarang milik suaminya begitupun tubuh suaminya, hanya milik Amanda seorang.


***


Happy reading ...