
"Ayah ... Bunda ...."
Amanda langsung mendorong tubuh suaminya dan dia bergegas untuk memakai pakaiannya. "Yang ...."
"Putri kita, Bang."
Setelah dia dan Rion memakai pakaiannya, Amanda membuka pintu untuk Echa.
"Kok ke sini gak bilang dulu?" ucap Amanda setelah Echa menyalimi tangan sang bunda.
"Echa bosen, Bun. Papa dan Mama pergi ke acara undangan, si kembar dibawa sama Kak Azka."
Amanda mengajak Echa ke ruang keluarga, Echa memeluk tubuh Amanda dari samping. Tak lama Rion datang menghampiri mereka berdua dengan membawa secangkir kopi.
"Mau nginep?" Hanya anggukan yang Echa berikan.
Rion menatap putrinya sendu, sudah sebulan Radit meninggalkan Echa. Dan Rion selalu mendapat laporan dari Ayanda dan juga Gio jika, Echa kembali murung.
"Dek, apa kamu berkomunikasi dengan Radit?"
"Echa blokir nomor dia," ketusnya.
Benar yang diadukan Radit padanya. Radit tidak bisa menghubungi Echa karena nomornya Echa blokir. Jalan satu-satunya untuk mengetahui keadaan Echa, Radit selalu menanyakannya kepada Rion atau Gio, atau juga Ayanda.
"Bun, bikinin kwetiau pedas," pinta Echa.
"Pesen aja ya, Bunda Ayah larang pergi ke dapur. Kasian dedeknya."
"Tapi, sama martabak, booba, greentea, ceker mercon, pizza, dan ...."
"Gak usah banyak-banyak, nanti kamu gendut," cela Rion sambil tertawa. Malam ini malam yang menghangatkan untuk Rion dan Amanda. Kehadiran Echa membuat suasana rumah kembali ramai. Meskipun, Echa yang mereka kenal telah sedikit berubah.
****
Rion dan Amanda sedang berada di halaman belakang menikmati udara pagi hari yang segar. Echa yang baru saja bergabung langsung memeluk pinggang Rion dan menyandarkan kepalanya di bahu sang ayah.
Hati Rion bergetar, merasakan kehangatan yang jarang sekali putrinya berikan. Echa lebih dekat ke papa sambungnya dibandingkan dirinya. Entah apa yang membuat Echa seperti itu. Rion tidak mau mencari tahu, yang terpenting Gio memberikan kasih sayang kepada putrinya. Dan Rion lihat, kasih sayang Gio kepada Echa sangatlah besar.
"Ada yang kamu mau?" tanya Rion, menahan haru.
Echa menggeleng. "Biarkan seperti ini dulu, Yah. Echa rindu pelukan Ayah." Kata-kata Echa mampu membuat Rion meneteskan air mata. Dia pun mengecup lembut puncuk kepala Echa.
Echa mendongak ke arah Rion, dilihatnya Rion sudah menitikan air mata. "Kenapa Ayah menangis?"
Rion tersenyum, menatap Echa penuh dengan cinta dan sayang. "Ayah sangat merindukan hal ini. Ketika kamu bermanja dengan Ayah, bercanda dengan Ayah dan ...."
"Maafkan Echa, Ayah. Ayah sudah menjadi anak yang membangkang dan tidak menuruti perkataan Ayah. Maaf ...."
"Jika, Echa nurut sama Ayah mungkin hati Echa tidak akan terluka seperti ini." Echa mencoba berterus terang kepada Rion tentang perasaannya selama ini. Echa mengira, Rion tidak tahu tentang hubungannya dengan Riza.
Rion menangkup wajah Echa, dan Echa menghapus air mata sang ayah. "Jangan pernah menangis, Ayah."
"Maafkan Ayah, kamu seharusnya tidak merasakan kesakitan seperti ini. Ini adalah balasan untuk Ayah, karena dulu Ayah telah menyakiti Mamah. Dan sekarang kamu yang harus terkena getahnya," lirihnya.
Aku hanya memanggilmu, Ayah
Di saat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu Ayah
Disaat ku telah jauh darimu ....
Bait lagu ini menjelaskan bagaimana hati Echa sekarang. Ungkapan rasa sayang yang besar untuk sang ayah.
Setelah sadar dari koma, Echa sedikit kecewa kepada ayahnya. Hanya saja rasa kecewa itu tidak Echa tunjukkan. Dan dia memilih untuk lebih terbuka kepada papanya.
"Echa butuh Ayah, Echa rindu Ayah." Air mata Echa pun tumpah.
Echa putrinya yang manja kini telah kembali lagi. Rasa bahagia, sedih dan haru bercampur jadi satu. Hanya air mata kebahagiaan yang menjadi saksi betapa bahagianya hati Rion saat ini. Amanda pun tersenyum bahagia melihat momen ini.
Keluhan suaminya tentang perubahan sikap Echa yang membuat Rion sedikit kecewa. Apalagi putrinya sangat dekat dengan Papa sambungnya membuat rasa iri itu hadir di hati Rion.
Dan kini, kecewa dan rasa iri itu hilang sudah. Rion sangat bahagia, sangat sangat bahagia.
"Makasih, telah hadir di dalam hidup Ayah. Maafkan Ayah, yang telah menyia-nyiakan kamu. Maafkan Ayah ...."
****
Hay ...
Mau nanya nih, kisah baru Echa dan Radit mau diterbitkan kapan? Awal bulan depan atau dalam waktu dekat ini? Tolong komen ya ...
Oiya, satu lagi. Aku boleh minta tolong gak? Kalo abis baca bab terbaru Bang Duda jangan lupa di like dan dikomen ya biar aku makin semangat nulisnya. Dan jangan ditimbun bab-babnya, terbit langsung baca ya ...
Jujur, nulis ini tuh butuh waktu u/ dapat seribu kata atau lebih perlu waktu 1-2 jam jadi, tolong jangan pelit jempol dan komen kalo yang punya banyak koin boleh lah kasih tip🤣
Sebenarnya, banyak tawaran dari platform lain untukku pindah ke sana. Hanya saja aku memikirkan kalian, kalian yang sudah setia menemaniku perjuangan ku dari awal hingga sampai sekarang. Yang selalu ngasih support sama karya aku. Intinya, walopun aku nulis cuma dapat recehan koin aku tetap melanjutkan tulisanku ini. Aku ingin memberikan bacaan gratis dan menghibur untuk kalian semua, terkhusus emak-emak berdaster kek aku ini.🤣 Emak-emak pasti suka yang gratisan, kan.😁 Sebenarnya gak gratis sih, pake kuota juga, tapi tidak harus membeli koin untuk bacanya.
Udah ah, sesi curhatnya. Suka ngecapruk kalo lagi galau, BLT gak cair-cair 🤣🤣🤣
Happy reading ....