Bang Duda

Bang Duda
167. Berlutut



"Radit." Langkah Radit pun terhenti ketika mendengar suara itu. Suara yang dulu membuatnya jatuh cinta namun, sekarang membuatnya kecewa.


Siswi itu tersenyum manis ke arah Radit, dan ditanggapi dingin oleh Radit.


"Ngapain kamu ke sini?" Senyumnya tak pernah pudar ke arah Radit.


"Yang jelas bukan buat nemuin kamu," ketusnya.


"Masa sih? Kamu masih sayang, kan sama aku,"


"Aku? Aku siapa? Kamu siapa?" jawab Radit.


Radit hendak meninggalkan si perempuan itu namun tangan Radit dicekal oleh si perempuan.


"Kenapa kamu berubah?"


"Cih, tidak ada yang berubah dari diriku. Hanya saja perasaanku padamu sudah berubah. Malah dikatakan sudah tidak ada dan hilang," jelas Radit.


"Hubungan kita sudah selesai, Re. Semenjak kamu mengejar pacar kamu yang sekarang. Dan kamu, bukanlah yang berharga untukku. Sudah ada pengganti dirimu di hatiku." Radit pun meninggalkan Tere yang sedang mematung di tempatnya.


Terlintas bayangan ketika dirinya bersama Radit. Radit selalu memperlakukannya sangat spesial. Meskipun Radit hanya pelarian Tere semata. Karena Tere hanya memanfaatkan Radit saja.


Radit masuk ke dalam mobilnya. Dia membuka ponselnya lalu tersenyum manis melihat wallpaper ponselnya.


"Kamu gadis yang berbeda. Dan kamu patut untuk aku perjuangkan," gumamnya.


Radit meninggalkan sekolah Echa dengan hati yang sangat bahagia. Dia terus bersenandung di dalam mobilnya.


Jam istirahat pun sudah tiba, Mima dan Sasa mengajak Echa ke kantin. Namun, Echa menolaknya. Sebentar lagi bundanya akan mengantarkan makanan untuknya. Echa minta diantar ke ruang radio sekolah. Mima dan Sasa pun menurutinya.


"Dah sembuh, Cha?" tanya Doni yang sudah berada di ruangan itu.


"Lu liatnya gimana?" Echa langsung mengambil gitar yang tak jauh dari Doni.


Sedangkan Sasa dan Mima sudah menuju kantin. Perut mereka sudah berdemo meminta diisi. Riza yang sedari tadi ingin ke kelas Echa selalu direcoki Tere. Seakan Tere tahu rencana Riza.


🎶


Masa berlalu ....


Tanpa ku menyadari


Percintaan yang kita bina hampir selesai


Apa salahku ....


Kau buatku begini


Dalam dilema diantara jalan derita


Tidak pernah kuduga ini semua terjadi


O ..o ..o .. o ..


Janganlah engkau


Menghancurkan segala


Usah biarkan cinta kita yang suci


Di lambung ombak karam dilautan berduri


Hanya satu pintaku semoga kau perbaiki


O .. o.. o.. o .. Semua ini


Telah banyak yang kuberi sejak dulu lagi


Pengorbanan tiada pernah jemu


O .. o ..


Hanyalah Tuhan saja


Bisa menentukan semua


Kesabaran daku menantimu


o .. o ..


Ku tetap memaafkan dan berdoa kau kembali


Sebelum diri melangkah pergi


🎶


"Ya ampun, lagunya bikin nyesek," ucap salah seorang murid yang tidak jauh dari tempat duduk Riza.


"Jelas lah, orang pacar si Echa gak tau diri. Malah selingkuh," timpal murid yang lain.


Riza bangkit dari duduknya, dan meninggalkan Tere tanpa sepatah kata pun. Dia berlari menuju ruang radio sekolah. Setelah masuk ke ruang radio, langkahnya terhenti ketika melihat seorang laki-laki sedang berlutut di hadapan Echa dan mengusap air mata Echa.


Riza mematung, kakinya berat untuk melangkah. Hatinya sakit melihat air mata yang begitu deras mengalir di pipi Echa.


"El," lirih Riza.


Mata Echa dan juga Riza bertemu, membuat rasa sakit di hati Echa semakin dalam. Apalagi, Tere yang baru saja datang merangkul mesra Riza. Seulas senyum penuh luka yang Echa berikan.


Seseorang menggenggam tangan Echa dengan begitu eratnya. Membuat Echa menatap lekat wajah lelaki yang sedang berlutut di hadapannya.


"Kamu gak sendiri, ada aku di sini."


****


Aku ucapin makasih banyak untuk kalian pecinta Bang Duda dan juga Giondra. Gak nyangka pop bang duda bisa sampe 500k dan level pun lumayan lah ya. Meskipin cuma dapat recehan tiap hari.🤧


Tolak ukur "penulis semaunya" kayak aku ini adalah komen kalian. Komen kalian yang kadang bikin aku berbelok arah membuat alur ceritanya dan juga bikin aku ketawa kalo baca komen-komen kalian. Justru kalo komen kalian sepi bikin aku males up loh.


Yang minta double up, mungkin udah beberapa hari ini aku double up cuma waktunya selalu aku set jadi gak berbarengan sama bab yang baru aja muncul. Yang penting, setiap Bang duda up langsung baca ya jangan nimbun-nimbun cerita. Setidaknya Bang Duda punya pecinta setia. Love you all ...😘😘


Happy reading ....