
Hanya ucapan terimakasih yang keluar dari mulut Sheza setelah Rion mengantarnya pulang. Tidak ada pembicaraan diantara mereka.
Setelah masuk ke dalam kosan, Sheza menjatuhkan diri ke atas kasur dengan suara tangis lirih. Hatinya sangat sakit, bertemu dengan dua sosok manusia tadi membuka trauma dalam hidupnya.
"Kamu rela membuang aku demi wanita itu," lirihnya.
"Kamu lelaki yang tak memiliki hati," teriaknya diiringi tangisan keras.
***
Rion melajukan mobilnya menuju apartemen Gio dan juga Ayanda. Dia berniat untuk mengganti tagihan yang dibayar oleh Ayanda. Dan ada tujuan lain yaitu mencari tahu siapa wanita dan pria yang bertemu dengannya tadi di restoran.
Bel berbunyi, namun yang membukakan pintu adalah putrinya. Echa sedikit heran kenapa malam-malam begini ayahnya datang ke apartment mamah dan papanya.
"What happened?" tanya langsung Echa kepada ayahnya sebelum mempersilahkan masuk.
"Boleh Ayah masuk dulu gak?" Echa pun menganggukkan kepalanya.
"Mamah Papah belum pulang, tadi ada meeting dadakan," ucap Echa yang sudah meletakkan air minum di hadapan ayahnya.
"Ya, tadi Ayah ketemu."
"What happened? You can't lie to me," ujar Echa.
Ada apa? Ayah tidak bisa berbohong kepada Echa.
"I can't tell you yet," jawab Rion.
Ayah tidak bisa menceritakannya sekarang.
"Are you dating?" Echa mengulum bibirnya karena melihat respon ayahnya yang membeku.
Apa Ayah kencan?
"Just dinner, not a date," jawab Ayahnya.
Hanya makan malam, bukan kencan.
"Hahaha, modus zaman old," ejek Echa.
"Makan malam berkedok kencan." Echa tertawa sangat bahagia karena bisa meledek ayahnya sepuas hatinya.
Gio dan Ayanda baru saja tiba di depan apartmentnya. Mereka mendengar suara Echa yang tertawa lepas di dalam.
"Echa ketawa sama siapa, Dad?" Gio hanya mengangkat bahu.
Dengan cepat Ayanda membuka pintu apartmentnya. Hatinya sangat lega karena putrinya sedang berbincang dengan ayahnya.
"Percaya sama Echa apa salahnya?" bisik Gio.
Ayanda melirik kesal ke arah suaminya yang sudah melangkahkan kakinya bergabung bersama Echa dan Rion.
Sedangkan di kosan yang kecil, tangis Sheza tak kunjung reda. Sakit yang luar biasa Sheza rasakan. Kenangan pahit dan masa lalu yang memilukan kini, terus berputar-putar di kepalanya.
10 tahun yang lalu ....
Sheza yang baru saja beranjak remaja dijual oleh ibu kandungnya sendiri kepada keluarga Caren. Keluarga Caren adalah keluarga kaya raya yang hartanya tidak akan habis tujuh turunan. Sheza dijadikan pembantu di sana. Karena keluarga Caren sudah membeli Sheza dengan harga yang cukup mahal. Jadi, Sheza akan bekerja dan mengabdi dengan keluarga Caren seumur hidupnya tanpa digaji sepeserpun. Sheza hanya diberi makan dan tempat tinggal saja di sana.
Empat tahun sudah Sheza bekerja di keluarga Caren. Di sini dia merasa bahagia karena bisa bergaul dengan para pelayan yang lain. Dan di sini juga dia diperlakukan layaknya manusia, berbeda dengan kedua orangtuanya. Memperlakukan Sheza seperti sampah.
Hingga ada satu pelayan pria yang sangat baik terhadap Sheza. Dari awalnya berteman berlanjut dengan saling berbagi cerita dan pada akhirnya mereka berpacaran. Tidak banyak orang yang tahu tentang hubungannya dengan Nando.
Setelah satu tahun berpacaran, ditambah peraturan di tempat mereka bekerja tidak memperbolehkan menjalin hubungan antara pria dan wanita. Akhirnya Nando memutuskan untuk menikahi Sheza. Akan tetapi, pernikahannya dilakukan secara siri. Hanya diakui oleh agama tapi tidak diakui oleh negara.
Mereka melakukan pernikahan dini, ketika menikah usia Sheza 20 tahun dan Nando 21 tahun. Mereka menikah hanya karena ingin melakukan kontak fisik lebih, bukan hanya sekedar pegangan tangan atau ciuman. Mereka ingin melakukan hubungan lebih dari itu. Jiwa muda adalah jiwa ingin tahu dan mencoba segala hal.
Nando dan Sheza adalah duo sejoli yang tidak dipisahkan. Meskipun sekarang Nando dipindahkan kerja di kediaman Caren dan Sheza di rumah orangtua Caren. Itu tidak menjadi masalah untuk mereka. Yang penting, mereka masih bisa bertemu di rumah dan bisa memuaskan hasrat satu sama lain itu sudah lebih dari cukup.
Kembalinya Caren dari luar negeri membawa dampak yang buruk kepada hubungan Sheza dan Nando. Nando yang jarang sekali pulang karena harus menjadi supir pribadi Caren dan juga pemuas hasrat Caren. Awalnya Nando menolak karena dia sudah memiliki istri, tapi karena dia juga lelaki normal yang setiap hari disuguhkan pemandangan yang luar biasa indahnya, akhirnya Nando pun menikmatinya. Ditambah Caren selalu memberikan barang-barang mewah kepada Nando jika Nando memberikan servis yang memuaskan untuknya.
Tiga bulan sudah Nando menjadi pemuas nafsu Caren. JuJur saja dia juga menikmati permainan Caren yang sangat luar biasa yang membuatnya semakin ketagihan. Hingga Caren berniat untuk memiliki Nando seutuhnya.
"Beb, aku punya sesuatu untuk kamu," ucap Caren kepada Nando.
"Apa beb?" tanya balik Nando.
"Posisi Direktur di perusahaan aku kosong, apa kamu mau menempati posisi itu? Dan kita akan bersama terus," jelasnya pada Nando.
"Serius?" ucap Nando bersemangat.
"Kapan aku berbohong kepadamu, semuanya akan aku berikan kepadamu. Dan aku janji akan menaikkan derajat mu agar tidak terus direndahkan oleh orang lain," imbuh Caren.
"Aku mau beb," balas Nando antusias.
"Tapi dengan satu syarat," ucap Caren.
"Apa?"
"Ceraikan istrimu," jawab Caren.
Duarr!
Bak disambar petir di siang bolong. Syarat dari Caren seperti peluru yang langsung menembus ke jantungnya. Tidak mungkin Nando menceraikan istrinya karena dia sangat mencintai Sheza.
"Jika kamu tidak mau, akan aku tendang kamu dari sini dan akan aku pastikan kamu dan istrimu akan menjadi gelandangan," ancam Caren.
Hati Nando bimbang sekarang. Pilihan yang benar-benar sulit. Cinta dan tahta adalah pilihan tersulit. Dia mencintai Sheza tapi dia juga membutuhkan tahta untuk masa depannya. Akhirnya, logika mengalahkan cintanya.
Keesokan paginya, Nando datang menemui Sheza di rumah kontrakan mereka. Sudah tiga bulan tidak bertemu membuat Sheza sangat bahagia menyambut kedatangan suaminya. Sedari pagi, Sheza sudah menunggu Nando di teras kontrakannya.
Mobil hitam mengkilat berhenti di depan kontrakan Sheza. Seorang pria dan berjas dan berkacamata hitam turun dari kursi pengemudi. Sheza tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Refleks Sheza berhambur memeluk tubuh Nando.
"Aku sangat merindukanmu," ucap lirih Sheza.
Sejujurnya Nando juga merindukan istrinya. Hanya saja sekarang ini dipikirannya hanya ada uang, uang dan uang. Nando melepaskan pelukan Sheza.
"Aku datang kesini hanya ingin menjatuhkan talak padamu, karena aku sudah memiliki penggantimu yang lebih sempurna," ucap Nando.
Sheza hanya mematung mendengar ucapan dari suaminya. Dia menyangka jika Nando sedang mengerjainya. Hingga turunlah seorang wanita cantik dan tinggi dari mobil yang dikemudikan Nando.
"Dia ini calon istriku," ucap Nando yang sudah mencium pipi Caren dihadapan Sheza.
Mata Sheza melebar melihat apa yang dilakukan suaminya di depannya. Awan hitam menghiasi hati Sheza sekarang. Tak disangka, Caren melemparkan beberapa ikat uang ke tubuh Sheza.
"Aku beli suamimu dan pergilah dari hidup Nando," ucap arogan Caren.
Nando dan Caren meninggalkan Sheza yang sedang berlinangan air mata dan uang yang sudah berserakan di kakinya.
#off.
Suara isakan semakin terdengar lirih. Kejadian itu yang kini terus menghantui Sheza. Mantan suaminya rela menukar dirinya dengan uang. Sama seperti kedua orangtuanya.
***
Hay ...
Udah lama gak menyapa kalian,
Pasti banyak yang berasumsi jika Sheza masih "disegel" ternyata tidak ya ..😁
Sheza jendes muda😁
Jangan lupa like, komen dan vote ya biar pop Bang Duda naik terus dan viewsnya semakin oke,
Happy reading semua ....