Bang Duda

Bang Duda
142. Foto Bersama



BOLEH MINTA TOLONG GAK?


TOLONG BANTU RATE BINTANG 5 DI KARYA "BANG DUDA" KARENA KEMARIN RATE AKU ANJLOK. 😭


YANG UDAH RATE MAKASIH BANYAK YANG BELUM RATE AKU TUNGGU YA, SAYANG ...


MAKASIH ...


******


Malam pun sudah tiba, acara syukuran pun sudah akan dimulai. Semua keluarga dari Gio, Rion, dan juga Riza sudah hadir. Kakek dan Nenek Echa pun turut hadir. Tak terkecuali Juna, om kesayangan Riza.


Echa dirias secantik mungkin oleh sang mamah dan juga sang bunda. Hal yang sangat tidak Echa sukai tapi, kali ini dia harus menjadi anak penurut. Sebelum kedua wanita dihadapannya ini mengutuknya menjadi batu.


"Mah, kenapa kayak ondel-ondel gini sih?" keluh Echa.


"Kamu gimana sih, cantik begini dibilang ondel-ondel," oceh Amanda.


"Lah ini apa? Kayak orang kena tampar, pipi dipakein yang merah-merah," sahutnya.


"Bisa diem gak? Dibikin cantik bukannya terimakasih," omel sang mamah.


"Ck, dari kecil Echa udah cantik Mah. Tanpa bedak-bedak ini juga kecantikan Echa sudah terpancar dengan sempurna," balasnya.


Mata Ayanda dan juga Amanda melotot ke arah Echa. Membuat Echa berkedip cepat dan mengangkat tangannya bertanda dia menyerah. Pasrah saja lah, mukanya dijadikan Kanvas lukis oleh kedua ibundanya.


Setengah jam berlalu, selesai lah sudah Echa di make over oleh kedua ibunya.


"Perfect," ucap Ayanda.


"Cantik," timpal Amanda.


Echa yang penasaran dengan hasilnya, berjalan ke arah kaca besar dan bibirnya melengkung dengan sempurna. Dia tidak menyangka akan bisa secantik ini.


"Riza pasti akan makin jatuh cinta sama kamu," ujar Amanda.


Echa hanya tersenyum sebagai jawabannya. Pintu terbuka, dua wanita yang baru saja masuk ke ruangan itu takjub akan kecantikan Echa.


"Chut, cantik banget," puji Nisa.


"Ya ampun, pangling loh aku," sambung Beby.


Bukannya membawa Echa ke tempat diadakannya acara, mereka malah berfoto ria. Tidak ingin melewatkan momen kecantikan Echa.


Teguran Gio membuat para wanita itu mengakhiri sesi foto selfie mereka. Gio memicingkan matanya kepada sosok yang berada d samping istrinya.


"Echa?"


Echa pun tersenyum dan menghampiri sang papa. Merangkul manja lengan papanya.


"Fotoin dong, ntar Echa post di IG dengan caption selingkuhan seorang CEO muda, Giondra Aresta Wiguna," celotehnya.


Mereka semua tertawa dan memfoto Gio dan juga Echa yang berpose mesra layaknya pasangan.


"Teh, ikutan foto sana. Nanti aku bikin caption istri dan selingkuhan akur," canda Nisa.


Suara riuh pun terdengar kembali, Ayanda pun ikut bergabung bersama Gio dan juga Echa. Dengan Gio berada di tengah.


Setelah puas berfoto, Rion dengan wajah yang tidak bersahabatnya datang.


"Nih ya manusia disuruh manggil para cewek malah betah di sini pan," omel Rion kepada Giondra.


"A, liat anak Aa tuh," titah Nisa.


Rion Tek berkedip ketika melihat kecantikan putrinya. "Ayah mau gak kalo punya selingkuhan cantiknya kayak Echa gini?" tanyanya.


"Gak akan nolak lah," sahutnya.


Cubitan di pinggang pun membuat Rion meringis kencang, membuat semua orang tergelak.


"Ampun Yang, becanda," ungkap Rion.


"Pak Rion, coba deh foto bareng Echa," titah Beby.


Echa merangkul lengan sang ayah dan berpose manis bersama Rion.


"Ntar Nisa kasih caption om-om cabul," ucapnya.


Semua orang di ruangan itu pun tertawa keras. Sedangkan Rion mendelik kesal dan menatap tajam ke arah Nisa.


"Bun, sini," panggil Echa.


Amanda menghampiri Echa dan juga Rion, dan mereka pun berfoto bersama. Betul saja, Rion langsung memposting foto bersama Echa dan juga Amanda dengan caption "kalian adalah malaikat tak bersayap yang Tuhan kirimkan untuk ku, si pendosa ini"


****