
Dibalik pertengkaran kecil suami istri, pasti ada kerinduan yang membuncah dari keduanya. Rion memeluk tubuh istrinya yang baru saja berganti dengan daster. Dia ciumi tengkuk leher istrinya hingga istrinya mendesah pelan.
"Abang kangen, Yang," bisiknya.
Tangan Rion sudah bergerilya ke sana ke mari. Sentuhan lembutnya membuat Amanda merasa terbang ke awan. Tak dipungkiri, dia juga merindukan belaian hangat sang suami. Sudah hampir seminggu ini, Rion tidak menyentuhnya.
"Bang ...."
Rion mencium hangat bibir Amanda. Lidahnya mulai bermain di dalam sana. Kelihaiannya mampu membuat Amanda terbuai. Apalagi, tangannya yang sudah tidak bisa dikendalikan.
Rion membopong tubuh istrinya dan meletakkannya di atas tempat tidur. Perlahan tapi pasti, semua kain yang menutupi tubuh Amanda Rion hempaskan tanpa ampun.
Matanya membulat dengan sempurna ketika melihat dua gunung yang biasanya dia daki nampak membesar. Dan gerakan anaknya yang sekarang tidak mau diam sangat terlihat jelas.
Sebelum menjenguk anaknya dan memanjakan istrinya, Rion mengecup perut Amanda dengan penuh cinta.
"Ayah manjain Bunda dulu ya, Nak. Setelah itu Ayah akan menjenguk kamu."
Rion mulai bergerak dari atas. Menyusuri setiap keindahan di tubuh istrinya dan tak lupa meninggalkan jejak-jejaknya di sana. Sangat rugi, jika kulit mulus nan Putin bersih istrinya tidak diberikan cap kepemilikan olehnya.
Mulut Rion seperti bayi yang sangat kehausan. Isapan demi isapan dan permainan lidahnya mampu membuat Amanda melenguh cukup keras.
"Maaf, ya. Nak. Ayah puas-puasin mimi di Bunda. Karena setelah kamu lahir, pasti Mimi Bunda gak boleh kamu bagi," gumamnya sambil mengelus perut Amanda.
"Bang ...."
"Iya, Sayang. Mau permainan lebih lagi?" Hanya anggukan yang Amanda berikan.
Rion mulai beringsut ke bawah. Disentuhnya area yang tertutup bulu-bulu halus alhasil lenguhan nikmat keluar lagi dari mulut istrinya.
Rion bermain di area kesukaan istrinya. Dia sangat senang jika istrinya puas dengan permainannya. Permainan tangan, lidah ataupun pedangnya.
Setelah erangan keras menandakan istrinya mencapai titik kenikmatan, Rion menghentikan aktifitasnya. Memberikan waktu kepada istrinya untuk beristirahat sejenak.
Dia berbaring di samping Amanda, mengecup lembut kening istrinya. "Kamu merindukan Abang dan keperkasaan Abang, ya."
Amanda hanya tersenyum lalu mengecup singkat bibir Rion. Bahagia rasanya, memiliki pasangan yang benar-benar pintar di atas ranjang. Bisa dibilang semenjak kehamilannya, Amanda selalu ingin disentuh oleh suaminya. Nafsunya seakan tidak pernah puas dan selalu ingin disentuh lagi dan lagi.
Rion tidak pernah menolak ajakan Amanda, meskipun dia sedang sibuk mengecek semua laporan tapi, dia akan selalu menuruti ajakan istrinya dengan senang hati.
Setelah napas Amanda sudah mulai teratur, Rion mengecup bibir Amanda dengan penuh kehangatan. "Mau lanjut atau udahan?" tanya Rion.
Selama kehamilan istrinya, Rion tidak pernah memaksa istrinya untuk melayani hasratnya. Dia sangat melindungi anak di dalam kandungan Amanda.
"Lanjut." Ciuman hangat berubah menjadi ciuman panas. Gairah yang telah hilang kini hadir kembali. Mata mereka sudah dipenuhi dengan napsu yang sudah menggebu.
"Sayang, Abang mulai, ya." Anggukan di kepala Amanda menandakan persetujuan.
Kedua kaki Amanda Rion buka lebarkan, dia sudah memegang pedang tumpulnya dan mengarahkan ke lubang yang sudah sangat basah ingin segera dibajak.
"Ayah ... Bunda ...."
****
🤣🤣🤣🤣🤣
Yang penasaran kisah Echa dan Radit nih aku kasih sinopsisnya, ya ...
Baru pertama merasakan jatuh cinta tapi sudah harus terluka. Sebuah pengorbanan yang berujung pengkhianatan.
Itulah yang dirasakan oleh Elthasya Afani, si gadis cuek yang baru saja merasakan indahnya jatuh cinta. Namun, harus berakhir dengan kecewa.
"Biarkan dia menyakitimu. Ingatlah, masih ada banyak orang yang menyayangimu."
Perkataan dari seseorang yang baru saja dia kenal, karena sebuah insiden tak disengaja.
Apakah seseorang itu jodohnya Elthasya di masa depan? Ataukah hanya sebagai pemanis dalam hubungan percintaan antara anak manusia?
Judulnya apa Thor?
Rahasia ... 🤣
Happy reading ....