
Sepertinya kalian sudah bosan ya dengan cerita Bang Duda yang UP sehari dua kali. Like turun drastis membuat aku sedih,ðŸ˜
Mulai besok, aku UP sehari sekali aja ya dengan 2k kata lebih. Sedih sumpah ðŸ˜
****
Rion sudah berbicara kepada Arya dan Ayanda tentang kue Miss D. Kedua rekan bisnisnya ini cukup penasaran dengan cita rasa dan juga toko yang dimiliki si Miss D.
"Kapan kita ke sana?" tanya Arya.
"Aku atur waktunya dulu deh," jawab Ayanda.
Ya, sekarang ini kesibukan istri seorang Giondra Aresta Wiguna ini sangat sibuk. Ada banyak usaha yang dia kelola belum lagi dua anak yang super aktif yang terkadang membuatnya kewalahan meskipun kedua anaknya itu memiliki pengasuh masing-masing.
"Ya udah kalo siap nanti kita langsung ke sana," imbuh Rion.
Hari demi hari berganti, Miss D si wanita bercadar itu setiap hari menunggu kedatangan seseorang yang tidak pernah pergi dari pikirannya.
"Kenapa aku tidak meminta kartu namanya ya? Dasar bodoh," umpatnya pada diri sendiri.
Dikediaman Rion, Riana sedang merengek kepada Ayah dan Bundanya. Dia ingin jalan-jalan karena merasa kesepian.
"Bun, ayo," ajaknya pada sang Bunda.
"Bunda lemas, Sayang."
Rion menatap ke arah sang istri yang sedang bersandar di bahunya. "Semalam gak kelamaan, kan?" bisik Rion.
Amanda langsung memukul paha Rion dan membuat Rion tertawa. "Gak kelamaan gimana, orang lebih dari 3 jam," gerutunya.
Rion pun mengusap kepala sang istri dan mengecupnya. "Ih Ayah, Li di tuetin," omelnya.
Rion memangku putrinya dan mengecup pipi gembul sang putri. " Ri, mau ke mana emang?"
"Li inin pelgi cucul tata," jawabnya.
Rion dan Amanda pun tertawa mendengar celotehan anak ini. "Kakak sedang berlibur bersama Kak Radit, Nak. Ri gak boleh ganggu," ujar sang Bunda.
"No Bun, butan ta Ladit tapi Om Iyek."
Semenjak kedatangan Radit, Echa memilih pergi ke Jogja untuk beberapa hari ke depan sebelum dia berangkat lagi ke Ausi. Dan Echa sudah jarang ke rumah sang Ayah. Dikarenakan rumah sang Mamah adalah tempat ternyaman untuknya melepas rindu bersama sang kekasih. Jika, di rumah sang Ayah pasti ayahnya dan Riana akan menjadi nyamuk pengganggu.
Ponsel Rion berdering dan Ayanda lah yang menghubunginya.
"Iya Dek."
"Serius kamu bisa sekarang?"
"Ya udah nanti Mas ke rumah kamu."
"Mau ke mana?" tanya Amanda.
"Manda mau istirahat Bang. Abang bawa Riana aja, ya. Biar Manda bisa istirahat full." Rion pun mengangguk cepat.
"Ri, ganti baju sama Mbak. Kita jalan-jalan sama Mommy."
"Yeay, sama Mommy. Sama Ban Atan dan Ban Acan gak?"
"Ayah tidak tahu, Sayang. Yang penting hari ini kita jalan-jalan, oke?"
"Ote." Riana pun berlari dan memanggil Mbaknya untuk berganti pakaian.
Sebelum ke rumah Ayanda, Rion ke rumah Arya terlebih dahulu. Karena Arya memiliki peran besar di toko kue besar miliknya.
"Tunggu, gua ganti baju dulu. Tapi, gua nebeng mobil lu ya." Hanya dijawab dengan kata yang menyebalkan oleh Rion.
Setibanya di sana, Riana dengan riangnya lari masuk ke dalam rumah dan memanggil-manggil Ayanda.
"Mommy," teriak Riana.
"Blicik," timpal Gatthan dengan wajah yang sangat amat tidak menyukai Riana.
"Adek, kok kasar sih ngomongnya sama Riana. Gak boleh dong," ucap Ayanda sambil mengusap lembut rambut Ghattan.
"Adek dak tuta yan blicik," jelas Gatthan dan langsung pergi.
Ayanda hanya menggeleng melihat sifat anak bungsunya itu. "Ampun deh sama sifat judesnya si Adek," kata Rion.
"Sifat lu nurun ke dia, lu masih inget kan sama juluka DUDA JUDES." Rion menatap Arya dengan tatapan kesal dan Ayanda hanya tertawa.
"Aku ganti baju dulu ya." Setelah semuanya siap mereka pun berangkat ke toko kue Miss D.
Sepanjang perjalanan, Riana yang dipangku oleh Ayanda di kursi samping kemudi terus saja berceloteh. Sedangkan si kembar terus saja adu mulut di kursi belakang hingga membuat Arya pusing.
"Upin ... Ipin ... bisa diem gak?" sentak Arya.
"Baik Atok." Si kembar pun tertawa melihat ekspresi Arya yang dipanggil atok oleh mereka.
Cukup sulit mereka mencari lokasi toko kue Miss D. Pada akhirnya mereka sampai juga di sana. Miss D sedang menjaga toko seorang diri, dia pun melihat mobil Alphard hitam mengkilat parkir di depan tokonya.
Jantungnya berdegup dengan cepat ketika melihat siapa yang turun dari mobil itu. Matanya berbinar ketika melihat ketampanan sang pria yang dia tunggu-tunggu.
Namun, seketika hatinya bak ditusuk belati tajam. Pria itu membukakan pintu mobil untuk seorang wanita yang sangat cantik sedang menggendong putri cantik. Dengan sigap pria itu menggendong sang gadis kecil dan merangkul lengan wanita cantik itu dengan penuh kehangatan.
"Apalah artinya aku ini dibandingkan wanita itu," gumamnya dengan penuh kekecewaan.
***
Ayo dong ada notif UP langsung baca jangan ditimbun-timbun, jangan ditunda-tunda bacanya. Tunjukkan kalo kalian sayang Saman karya aku.