Bang Duda

Bang Duda
104. Kado Terindah.



Bang Duda up lagi nih, jangan bosen ya buat bacanya terus kasih jempolnya, tulis komen kalian meskipun hanya up atau next aku tuh udah seneng banget. Kalo punya poin bolehlah di vote.


...****************...


Singapura.


Gio dan Ayanda baru saja melakukan ritual jenguk si kembar. Baru saja mereka selesai melakukannya perut Ayanda tiba-tiba sakit. Dia terus saja meringis. Gio yang baru saja selesai membersihkan badannya langsung panik saat itu juga.


"Mom, kita ke rumah sakit sekarang," ajak Gio.


"Tidak, Dad. Nanti rasa mulesnya juga ilang lagi kok," ujar Ayanda.


"Mom, jangan ngeyel. Kalo Mommy lahiran di sini gimana?" tanya Gio panik.


"Percaya sama Mommy, Dad. Sebentar lagi juga mulesnya ilang. Daddy cukup temani Mommy," jawab Ayanda.


Gio akhirnya menuruti permintaan istrinya. Melihat istrinya yang berjalan-jalan kecil seraya memegangi punggungnya membuat hatinya sakit. Tanpa Ayanda ketahui, Gio sudah menelepon dokter kandungan dan salah satu kamar di rumahnya disulap menjadi ruang persalinan lengkap dengan semua alat medis.


Lima belas menit berselang, rasa sakit itu mulai hilang. Ayanda kini menyandarkan kepalanya di bahu Gio.


"Kembarnya Daddy, jangan nakal ya. Kalo kalian gak sabar ingin segera bertemu Mommy dan Daddy. Keluarlah dengan mudah, jangan siksa Mommy," ucap Gio dengan sangat lirih seraya mengusap lembut perut buncit Ayanda.


Perkiraan dokter di Minggu ini si kembar akan lahir. Itu hanya sekedar prediksi bisa lebih cepat atau pun lebih lambat. Tergantung pada si kembarnya mau bagaimana.


Gio terus berada di samping Ayanda. Menyaksikan kontraksi demi kontraksi yang istrinya rasakan. Kadang datang dan juga hilang.


Ayanda yang sudah berpengalaman melahirkan tidak ingin cepat-cepat datang ke rumah sakit. Dia ingin melahirkan normal dan rela menahan kontraksi yang datang dan pergi. Jika ke rumah sakit, pasti akan dilakukan tindakan cepat yaitu operasi.


Di Indonesia.


Rion menyuruh Amanda untuk datang ke kantornya dengan alibi ingin makan siang bersama. Sebenarnya Amanda enggan untuk keluar rumah tapi, suaminya terus saja memaksa. Hingga akhirnya dia mengalah.


Setelah tiba di lantai atas, Amanda membuka pintu ruangan. Tidak ada siapa-siapa di sana. Terdengar suara pintu terbuka dan juga terdengar suara pintu terkunci. Rion datang dengan membawa sebuket bunga mawar segar untuk istrinya.


"Selamat ulang tahun, Sayang," ucap Rion.


Amanda tercengang tak percaya, dia sendiri saja lupa akan tanggal kelahirannya. Rion mengecup kening Amanda sangat dalam. Bulir bening pun jatuh dari mata Amanda. Tahun ini dia bisa merayakan ulang tahun bersama orang-orang yang menyayanginya.


"Makasih," ucap lirihnya.


Rion menghapus jejak air mata yang membasahi pipi Amanda. Dia menatap wajah Amanda yang bahagia bercampur sendu.


"Setelah ini, kita ke dokter ya. Abang sudah ingin cepat buka puasa," ujar Rion.


Amanda yang sedang menangis pun langsung tertawa mendengar ucapan suami mesumnya. Sebenarnya dia juga rindu akan sentuhan dan cumbuan hangat suaminya. Namun, wanita lebih bisa menahan nafsunya dibandingkan seorang pria.


"Manda bahagia menikah dengan Abang," ucap Amanda.


Bibirnya langsung mengecup bibir Rion dengan mesra dan lembut. Rion yang awalnya terkejut kini terbawa arus. Dia pun membalasnya dengan tak kalah lembut.


"Sayang." Suara Rion sudah mulai parau, Amanda tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Namun, ini kantor suaminya. Pasti ada CCTV di sini.


"Kita lakukan di rumah, ya," ucap Amanda yang kini sudah menggeliat karena kecupan panas suaminya.


"Abang sudah tidak tahan, Sayang," ucap Rion yang kini sudah membuka hijab Amanda.


"CCTV?"


"Sudah Abang matikan untuk ruangan ini," jawabnya yang kini sudah membuka resleting depan gamis istrinya. Bermain di tempat favoritnya.


Amanda membiarkannya saja dan mereka sudah terdampar di sofa. Amanda merasakan adik kecil suaminya sudah sangat hangat dan minta dikeluarkan.


Dengan perlahan, Amanda membuka resleting celana suaminya dan sudah terlihat jelas adik kecilnya berdiri sangat tegap. Amanda bermain-main lembut dengan tangannya hingga erangan kecil lolos dari mulut suaminya.


Rion sudah merancau karena semakin menikmati permainan tangan Amanda. Amanda beralih bermain dengan mulutnya, erangan demi erangan terus lolos dari mulut Rion. Hingga laharnya menyembur sangat banyak hingga mengenai wajah Amanda.


"Makasih, Sayang," ucap Rion.


"Manda hanya bisa melakukan ini untuk memuaskan Abang," balasnya seraya membersihkan semburan lahar suaminya dengan sangat telaten. Hingga tidak bersisa.


Rion mencium puncuk kepala istrinya yang kini sudah tertutup oleh hijabnya.


"Makasih telah hadir di dalam hidup Abang. Kamu telah menghidupkan kembali cinta Abang yang telah mati," ucap Rion yang kini mendekap tubuh Amanda.


"Makasih telah menjadi kado terindah dalam ulang tahun Manda tahun ini," balas Amanda.


***


Happy reading ....