
Setelah kejadian itu, Rion melarang Amanda untuk ikut arisan-arisan yang tidak berfaedah. Lebih baik istrinya mengadakan arisan dengan istri-istri para sahabatnya yang pastinya akan membawa kebaikan.
Echa pun sudah bisa merealisasikan satu per satu keinginan sang Ayah. Belum lama ini, mereka mengadakan sesi foto keluarga. Persiapan foto sangat amat luar biasa. Dari pakaian pun sengaja Rion pesan dari butik ternama. Mereka mengenakan baju yang sama dan membuat foto itu sangat terlihat indah.
"Yah, ini gak salah. Satu baju aja bisa ...."
"Sengaja Dek. Semuanya sudah Ayah persiapkan dengan maksimal." Demi mendapat foto yang bagus, Rion rela merogoh kocek sangat dalam. Apalagi melihat hasil foto yang sangat sempurna dengan senyum bahagia yang mereka pancarkan.
Tak mau kalah, Gio pun mengadakan sesi foto keluarga juga. Tema yang Gio gunakan bertema putih. Dan mereka berfoto hanya di rumah mereka. Gio memanggil photographer ternama untuk sesi foto keluarga.
Sesi foto di kediaman Gio tidaklah mudah. Apalagi si kembar yang sedang aktif-aktifnya membuat sesi foto berjalan lama.
Waktu terus bergulir, tidak terasa sudah dua Minggu Echa berada di Jakarta. Sudah saatnya dia berbicara kepada ayahnya. Lagi pula, semua keinginan sang ayah sudah terealisasikan.
Malam ini, Echa datang bersama Radit ke rumah Rion. Rion dan Amanda nampak terkejut ketika melihat putrinya yang baru saja pulang ke rumah sang Mamah kini datang lagi.
"Bukannya mau tidur di rumah Mamah?" ucap Rion.
Echa pun hanya tersenyum lalu memeluk tubuh ayahnya. Hati Rion sudah mulai tidak enak jika Echa seperti ini.
Rion membawa Echa duduk di sampingnya, sedangkan Radit duduk tak jauh dari Echa. Dan Amanda duduk di depan suaminya sambil memangku Riana.
"Ada apa?" tanya Rion.
Echa menarik napas panjang terlebih dahulu sebelum berbicara. Dia menggenggam tangan Rion dengan penuh kehangatan.
"Ayah, keinginan Ayah sudah terpenuhi semua. Izinkan Echa untuk meneruskan study Echa lagi di Ausi," imbuhnya.
Rion tersentak mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Echa. Begitu juga Amanda.
"Kata kamu ...."
"Echa ke Jakarta hanya ingin mewujudkan satu per satu keinginan Ayah. Dan sekarang semuanya sudah terwujud. Echa harus kembali ke sana, Echa ingin belajar di sana. Memantaskan diri menjadi penerus Wiguna Grup dan juga A&R bakery."
Rion dan Amanda hanya terdiam mendengar penjelasan dari Echa. Sedangkan Echa sudah melihat raut kesedihan di wajah sang Ayah.
"Ayah, Echa ingin hidup mandiri. Echa memang terlahir dari keluarga berpunya. Begitu juga Echa memiliki Papa sambung yang tak kalah kaya. Tapi, Echa ingin memulai kesuksesan Echa dari nol. Echa ingin merasakan jadi anak orang biasa. Susahnya cari kerja, susahnya membangun usaha sendiri. Echa ingin merasakan itu semua."
"Bukankah perlu perjuangan jungkir balik hingga Ayah memiliki toko terkenal ini? Bukan tanpa kerja keras kan, Ayah bisa mencapai titik seperti sekarang ini."
"Echa tahu Ayah, tapi hidup Echa akan lebih mudah karena Echa akan bersama Kakek di sana. Belajar bisnis pelan-pelan sama beliau." Echa terus meyakinkan hati Ayahnya. Dia tahu, sulit sekali meyakinkan hati Rion untuk sekarang ini. Apalagi, Rion sekarang sangat mengutamakan dirinya dari apapun.
"Kapan kamu berangkat?" tanya Rion.
"Mungkin dua Minggu lagi. Dan masih ada waktu untuk kita melewati waktu bersama."
Rion langsung memeluk tubuh putrinya. Dia tidak ingin membatasi ruang gerak Echa. Terlebih, Radit sudah memberikan kode agar Rion menuruti permintaan Echa.
"Buktikan pada Ayah jika, kamu mampu sukses dengan usaha keras kamu sendiri," pinta Rion.
"Pasti Yah."
"Kamu bukan ngehindarin Bunda, kan," kata Amanda.
Echa menatap sang Bunda seraya tersenyum. "Tidak Bun, tidak ada alasan untuk Echa menghindari keluarga Echa sendiri."
"Echa yakin, kalian semua sangat menyayangi Echa. Makanya Echa ingin membuat kalian semua bangga sama Echa."
Baru saja adegan haru biru akan terwujud, suara seseorang menggelegar di dalam rumah Rion.
"Echa ...."
"Di mana kamu keponakan tercinta Om."
Echa berdecak kesal, apalagi mendengar ucapan sok manis dari Arya. Pasti ada udang dibalik batu.
****
Maaf kemaleman 🙏
Weekend, waktunya istirahat.
Semoga terhibur.
Yang penasaran sama visual karakter Bang Duda insha Allah besok aku post ya. Tapi, setelah 2 minggu akan aku hapus lagi.