
Rion menggandeng tangan Ayanda untuk membantunya berjalan karena kakinya kesemutan. Sedangkan tangannya yang sebelah menggendong Riana. Si kembar berjalan dengan menggenggam tangan Arya di kiri dan di kanan.
"Selamat datang di toko kue saya," ucapnya sangat lembut.
Seulas senyum Rion berikan kepada si Miss D. Lalu dia beralih ke meja yang disediakan di sana. Dia menarik satu kursi dan membantu Ayanda untuk duduk.
"Masih kesemutan?"
"Udah berkurang, Mas," jawab Ayanda.
"Ri, gara-gara Mommy memangku kamu jadinya kaki Mommy sakit." Riana yang mendengar ucapan ayahnya langsung turun dari gendongan Rion.
"Maafkan Li, Mommy," ucap bocah kecil itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Tidak apa-apa, Sayang." Ayanda menjawab sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala Riana.
Pemandangan yang sangat membahagiakan. Tapi, tidak dengan Miss D. Baginya, ini adalah pemandangan yang sangat menyakitkan. Betapa lembutnya seorang Rion Juanda memperlakukan seorang wanita cantik itu. Apalagi rona bahagia selalu terpancar di wajah Rion.
Setelah berbasa-basi Miss D memberikan beberapa sample kue yang harus mereka coba. Mereka bertiga pun mencicipinya. Ketiganya saling menatap satu sama lain. Dan bibir mereka terangkat sempurna.
"Ayah, Li inin tue ya."
"Aban pun, Yah."
"Adek uga."
Rion pun tertawa mendengar permintaan tiga anaknya. "Iya kalian boleh beli kue yang kalian mau."
"Yeay." Sorak merek bertiga.
"Bilang apa ke Ayah?" kata Ayanda.
"Maacih Ayah," ucap mereka bertiga. Mereka pun mencium pipi Rion bergantian.
Arya menatap aneh ke arah Miss D. Dia dapat melihat ada raut kesedihan di wajahnya. Apalagi cara dia memandang Rion itu sangat berbeda.
"Begini ya, Miss D. Di toko yang kami kelola itu ada peraturan yang ketat. Kami tidak menerima karyawan yang pasangannya kerja di toko kami juga. Karena itu akan mempengaruhi kinerjanya," jelas Arya.
"Dan saya selaku pemilik toko itu tidak akan pernah mengizinkan seseorang untuk kerja di toko saya jika, hanya untuk mendekati petinggi toko yang bekerja dengan saya."
Seketika Miss D pun menunduk. Dua orang dihadapannya ini sangatlah peka dengan perasaannya.
"Saya sih berharpa besar, Anda tidak termasuk ke ciri-ciri orang tersebut," sindir Ayanda.
"Harus Anda tahu, owner toko yang cantik ini, dan sahabat saya yang ini, kami sudah memiliki pasangan masing-masing. Jadi, saya harap Anda bisa mengerti dan memahami peraturan ketat itu," terang Rion.
"Jika Anda tidak siap, kami tidak masalah," ucap Arya.
Malu sungguh malu yang Miss D rasakan. Seperti ditelanjangi di depan umum. Semua perasaannya dibongkar semua di sini.
"Saya tahu, Anda tertarik dengan Pak Rion." Rion pun terdiam mendengar ucapan Arya.
"Saya harap sudahi perasaan Anda yang salah itu. Karena Pak Rion itu sudah memiliki istri dan juga dua orang anak. Harus Anda tahu, anaknya yang besar itu mulutnya berbisa."
"Dan jika Anda masih nekat mendekati Pak Rion, Anda akan berhadapan dengan si anak singa," lanjut Arya.
Semakin dalam Miss D menunduk. Rion merasa tidak enak hati dan memutuskan untuk menghampiri ketiga anaknya yang sedang asyik memilih aneka cake.
Rion sangat bangga kepada Arya dan juga mantan istrinya yang selalu melindunginya agar tidak terjerumus ke jalan yang salah.
Apalagi melihat keceriaan Riana seperti sekarang ini. Membuatnya tidak ingin melihat wanita lain kecuali anak-anaknya dan istrinya.
Setelah selesai membayar yang diinginkan tiga bocah kecil itu, Rion ikut bergabung kembali bersama Ayanda, Arya dan juga Miss D.
"Gimana Mas?" tanya Ayanda.
"Kamu kan pemiliknya, Dek. Mas selalu ikut apa kata kamu," sahutnya.
"Sekarang balik lagi ke Anda. Masih mau bekerja sama dengan toko kami atau tidak?" tegas Arya.
"Se-sepertinya tidak Pak. Saya tidak sanggup jika harus bertemu orang yang saya kagumi setiap hari. Padahal beliau sudah ada yang punya." Rion hanya terdiam mendengar jawaban dari Miss D.
"Apakah itu keputusan final?" tanya Ayanda. Miss D pun mengangguk pelan.
"Baiklah, sebagai gantinya saya akan bantu promosikan toko Anda. Mudah-mudahan bisa rame. Sekalian, semua kue yang ada di toko ini saya beli." Miss D pun mulai memberanikan mengangkat kepalanya. Dia melihat Ayanda dengan penuh keterkejutan.
"Ti-tidak usah, Bu. Sungguh saya tidak apa-apa," ujarnya.
"Berapa nomor rekening Anda? Biar saya transfer." Miss D pun tetap menolak namun, Ayanda tetap bersikukuh ingin membayarnya.
"Bu, gak usah," tolak Miss D. Ayanda tetap memaksa Miss D agar memberikan nomor rekeningnya. Dan akhirnya, Miss D pun memberikannya.
"Sudah, coba cek," imbuh Ayanda.
Miss D langsung mengecek m-banking miliknya dan matanya melebar dengan sempurna ketika yang Ayanda kirim sangatlah banyak jumlahnya.
"Bu, Anda salah kirim. Harganya tidak segini. Akan saya kembalikan." Ayanda menyentuh tangan Miss D seraya menggelengkan kepalanya.
"Itu untuk modal kamu. Pergunakan uang itu dengan baik." Mata Miss D sudah berkaca-kaca. Tak terasa air matanya pun menetes.
"Makasih, Bu. Makasih," ucapnya dengan mencium tangan Ayanda.
"Ini rezeki yang Tuhan titipkan melalu saya. Tolong gunakan uang ini untuk kemajuan usaha kamu."
Miss D pun mengangguk dan rasa harunya tidak bisa terbendung. Kata syukurnya tak henti terucap dari mulutnya.
"Si Andra gak sia-sia dapat istri kayak lu. Memang lu pantas dapat yang lebih baik dari si Rion," puji Arya.
Miss D pun tersentak ketika Arya mengatakan jika Ayanda ini adalah mantan istri dari Rion Juanda. Wanita ini sangat baik, berhati baik bak malaikat. Dan siapa istri Rion Juanda sekarang? Apa lebih baik dari wanita ini?
"Miss D, apa boleh saya melihat wajah kamu tanpa cadar?" tanya Ayanda hati-hati.
"Apa harus?" tanya balik Miss D.
"Kami hanya ingin melihat wajah asli kamu," imbuh Arya.
Miss D pun tidak enak hati jika harus menolak. Karena dia merasa berhutang Budi kepada Ayanda yang sudah memberinya modal sebesar 50 juta.
Dengan pelan Miss D membuka cadarnya. Dan wajahnya pun terlihat dengan sempurna.
"Dinda?" ucap mereka bertiga ketika melihat wajah Miss D.
Miss D pun terdiam mendengar nama yang ketiga orang itu sebut. "Saya Dea, bukan Dinda."
"Si Dinda pan udah mati, lupa gua," kata Arya.
"Ya kali aja dia masih penasaran sama kekasihnya makanya bangkit dari kubur," oceh Ayanda.
"Ciye yang masih cemburu," goda Rion sambil tertawa.
"Cemburu sama dendam beda ya, Mas. Kalo inget nama dia bawaannya pengen nampol wajah kamu, Mas." Arya pun tergelak mendengar Omelan Ayanda kepada Rion. Sedangkan Miss D hanya memandang aneh kepada mantan suami-istri yang terlihat mesra di matanya.
Setelah urusan Merkea selesai, mereka pun meninggalkan toko kue Miss D. Arya dan Ayanda pun menghela napas lega. "Untungnya tuh orang cepat sadar diri, ketakutan gua akhirnya gak terjadi," ujar Arya.
"Ketakutan apaan?" sahut Rion yang sudah menyalakan mesin mobil.
"Takut kalo lu kumat lagi."
Rion pun berdecak kesal. "Bisa dibunuh gua sama kedua anak gua kalo angot lagi," balasnya.
Ayanda dan Arya pun tertawa mendengar jawaban Rion. Bukan istrinya yang dia takuti, melainkan anak gadisnya yang super protektif. Apalagi Echa, ancamannya sangat sadis dan bisa terealisasi dengan sempurna jika sang Ayah berani melanggarnya.
***
Bagaimana? Apa Miss D itu pelakor?