
Ada yang kangen Bang Duda gak? Atau kangen sama aku🤣🤣 Mon maap up hari ini sedikit, baru beres di dunia RL ini juga nyempetin nulis demi kalian.
...****************...
Amanda sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Rion terus berada di samping Amanda semenjak pulang dari rumah sakit sore tadi. Melihat keadaan istrinya yang berwajah pias dan semakin tirus, membuat dia merasa bersalah.
"Apa semua wanita hamil seperti ini?" tanya Rion pada Amanda.
"Tidak semua, Bang. Kebetulan saja calon anak kita sedikit manja," jawab Amanda dengan seulas senyum.
Mbak Ina mengantarkan makanan untuk Amanda, dengan menu capcay kering dan juga udang pedas manis.
"Makan ya." Rion mulai menyuapi istrinya.
Baru suapan pertama, Amanda langsung menuju kamar mandi dan memuntahkan semuanya. Rion selalu siaga jika Amanda muntah-muntah seperti ini
Tidak ada rasa jijik untuknya. Dia yang meminta Amanda untuk hamil anaknya dan dia juga yang harus mengurus istrinya dengan baik.
"Udahan?" Hanya anggukan kepala sebagai jawabannya.
Rion membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Dia mengusap lembut perut Amanda lalu menciumnya.
"Jangan manja dong anak Ayah, kasihan Bundanya jadi lemes." Amanda tersenyum bahagia mendengar ucapan suaminya dan juga perlakuannya yang lembut nan sabar. Baginya, Rion menjadi suami siaga semenjak kehamilannya.
Ketika Rion meletakkan tangan di perutnya, rasa pusing dan mual yang sedari tadi melanda Amanda hilang sudah. Melihat makanan di atas nakas membuatnya lapar.
"Bang, Manda lapar," ujarnya.
"Mau makan apa?" tanya lembut Rion dengan tangan yang hendak dijauhkan dari perut istrinya.
Amanda langsung meraih tangan Rion dan meletakkannya kembali di atas perutnya. Rion menukikkan kedua alisnya.
"Kalo tangan Abang di sini, rasa pusing dan mual Manda langsung hilang," jelasnya.
Rion tersenyum bahagia, kemudian mengecup perut Amanda berulang kali. "Anak Ayah gak mau jauh dari Ayah, ya."
"Makasih," ucap Amanda.
"Sama-sama, Sayang," jawabnya dan langsung mencium kening istrinya.
Hingga Amanda terlelap pun tangan Rion masih berada di atas perut Amanda, dan Amanda tidur dengan membenamkan wajahnya di dada miliknya. Ada kebahagiaan yang luar biasa yang Rion rasakan.
Pagi harinya, mata Rion terbuka karena mendengar suara istrinya di kamar mandi. Rion bergegas ke kamar mandi dan ternyata istrinya sedang muntah-muntah dengan wajah yang sudah sangat pucat.
"Maafkan Abang," katanya.
"Abang gak salah, hanya saja kalo pagi hari rasa mualnya lebih parah," jawab Amanda yang kini sudah berada di tempat tidur.
Mendengar penjelasan istrinya, dia teringat dengan apa yang dilakukannya di masa lalu terhadap Ayanda. Kehamilan Ayanda memang tidak separah Amanda tetapi, dia telah menyia-nyiakan dan juga menyakiti Ayanda setelah melahirkan putri kesayangannya hanya karena alasan kasih sayangnya terbagi dengan putrinya.
Matanya berkaca-kaca, perilakunya yang kejam dan tidak punya hati terhadap Ayanda kini berputar-putar di ingatannya. Bulir bening pun keluar dari ujung matanya.
Amanda yang melihat suaminya menangis merasa heran. Dia pun menggenggam tangan Rion.
"Abang adalah lelaki jahat yang telah menyakiti wanita yang sudah rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk putri Abang," lirihnya.
Amanda merasa terenyuh mendengar ucapan dari Rion. Apakah suaminya ini sudah benar-benar berubah? Itulah yang selalu dipertanyakan hatinya.
"Minta maaflah sama Mbak Ayanda, perjuangan dia lebih berat dari apa yang Manda rasain di awal kehamilan ini. Mbak Ayanda sudah membesarkan putri kita menjadi gadis yang luar biasa," tutur Amanda.
"Manda berharap, Abang tidak akan pernah melakukan kesalahan yang pernah Abang lakukan ke Mbak Ayanda terhadap Manda dan juga calon anak kita," ungkapnya.
****
Jangan lupa like, komen dan juga vote ya ...
Happy reading