Bang Duda

Bang Duda
53. Nyai Pelakor



"Bang, Manda mau istirahat. Bisa suruh wanita itu keluar tidak?" pintanya pada Rion.


Rion pun mengabulkan permintaan Amanda dan menyuruh Dinda untuk keluar dari kamar Amanda.


"Mas," panggil Dinda.


"Lebih baik kamu pergi dari sini. Kasihan Amanda terganggu dengan kehadiran kamu," sahut Rion.


"Mas, kenapa kamu berubah?" lirih Dinda.


"Aku sudah punya istri sekarang. Ada hati yang harus aku jaga," ujar Rion.


"Kamu bisa menjaga hati istrimu tapi, kamu tidak bisa menjaga hati dan perasaanku. Hatiku sakit, Mas," ucapnya sambil terisak.


Rion menyentuh pundak Dinda namun ditepis oleh Dinda. "Kamu jahat, Mas," ucapnya dan berlalu meninggalkan Rion.


Sejenak Rion terdiam namun akhirnya dia mengejar Dinda. Menarik tangannya dan memeluknya erat.


"Maafkan aku," ucap Rion. Senyum bahagia menghiasi wajah Dinda.


"Kamu harus mengerti keadaanku sekarang. Aku sudah berjanji kepada Mamah akan selalu menjaganya," jelas Rion.


Dinda sangat bahagia mendengar ucapannya. Dewi Fortuna masih memihak kepadanya. Namun, dibalik pintu ada wanita yang sedang menitikan air mata.


Di kamar, Amanda menatap jendela ke arah langit yang gelap. "Mamih, sekarang apa yang harus Manda lakukan? Dia benar-benar terpaksa menikahi Manda dan dia hanya mencintai wanita itu," gumamnya seolah sedang mengadu kepada ibundanya.


Pagi hari, tidak seperti biasanya Amanda belum turun dari kamarnya. Sedangkan Rion sudah berada di meja makan.


"Mbak, Amanda belum turun?"


"Belum Pak." Rion bergegas ke kamar Amanda. Dia mengetuk pintu namun, tidak ada jawaban dari dalam.


Dengan pelan Rion membuka pintu, terlihat Amanda yang sedang menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang tanpa hijab yang menutupi rambutnya. Terlihat sangat cantik pagi ini di mata Rion. Apa memang hasrat lelaki jika di pagi hari sedang tinggi-tingginya?


Rion menghampiri Amanda, dia pun duduk di samping tempat tidur.


"Masih sakit?" tanya Rion.


"Hati Manda yang sakit," lirihnya.


"Abang masih mau mencintai wanita yang dengan terang-terangan merusak rumah tangga Abang dengan Mbak Ayanda? Dan sekarang Abang mau ngehancurin rumah tangga kita juga? Dengan wanita yang sama pula," lirihnya.


Mulut Rion seakan peluh. Tak dapat menjawab apapun yang dikatakan Amanda.


"Apa Amanda kurang menarik di mata Abang?" tanya Amanda yang kini menatap ke arah Rion.


Mereka saling pandang, perlahan Amanda mendekatkan wajahnya ke arah wajah Rion. Hembusan nafas mereka saling menyahut. Bibir Amanda mulai beradu dengan bibir Rion. Bermula hanya kecupan, sekarang menjadi ******n dan juga hisap*n. Berawal hanya ciuman hangat kini berubah menjadi ciuman panas.


Rion pun terbawa suasana, tangannya sudah mulai menggerayangi tubuh Amanda. Membuat Amanda pun semakin liar dan mulai membuka kancing suaminya satu per satu.


Dari bibir, kini Rion mulai mengecupi leher Amanda dengab embut. Membuat desah*n lolos begitu saja dari mulut Amanda. Desah*n Amanda membuat Rion semakin liar mencumbu istrinya. Meninggalkan jejak kepemilikan pada leher Amanda.


Tubuh Rion mulai menindih Amanda, menyingkap baju lengan panjang yang Amanda kenakan. Kulit putih mulus yang Rion lihat. Sungguh menggodanya dan membuat nafsunya mulai tak terkendali. Baru saja akan membuka pembungkus dua gundukan indah, suara ketukan pintu menyadarkan dua insan manusia yang sedang mencoba menyelami surga dunia.


"Pak, ada Pak Arya di bawah," ucap Mbak Ina dibalik pintu.


"Iya, suruh tunggu," sahut Rion dari dalam.


Rion berdiri dari posisinya. Baru saja hendak mengancingkan kemejanya, Amanda dengan sigap membantunya. Rion merasa bahagia pagi ini, dia pun tersenyum sendiri ketika melihat beberapa tanda merah di leher istrinya.


"Selesai," ucap Amanda seraya tersenyum.


Rion mengecup kening Amanda sangat dalam, seolah mengucapkan terimakasihnya. Amanda dibuat terkejut oleh tindakan suaminya. Setelah kecupan kening usai mereka hanya saling pandang seperti remaja yang baru saja merasakan kasmaran.


"I love you," kata Amanda dan mengecup singkat bibir Rion.


Rion tersenyum ke arah Amanda. "Aku berangkat ya," pamitnya dan mencium pipi Amanda yang sedang merona.


Amanda hanya bisa memegang dadanya karena ucapan dan perlakuan Rion pagi ini. Meskipun itu juga karena pancingannya, jika Amanda tidak memulai Rion tidak akan pernah menyentuhnya.


"Abang kan suamiku, gak akan dosa kan ngegoda suami sendiri. Orang udah sah dan halal lahir batin," gumamnya.


Arya yang melihat Rion turun dari kamar atas hanya mengernyitkan dahinya. Senyuman bahagia yang Arya tangkap dari wajah sahabatnya ini membuat Arya semakin curiga.


"Cerah banget muka lu pagi ini, udah kaya pengantin baru yang baru melewati malam pertama," imbuh Arya.


"Sok tahu lu," sahut Rion. Arya hanya mencebikkan bibirnya.


"Bini lu mana?" tanya Arya.


"Di kamar masih belum sepenuhnya sehat," jawab Rion.


"Gimana mau sembuh, keadaan bini lu masih sakit aja lu nyoba ngegarapnya," cerocos Arya.


Pemanasan doang, garapnya gak jadi karena lu datang, setan ... batin Rion.


Mereka pun menuju kantor dengan satu mobil. Setelah tiba di sana, Arya hanya bisa menggurut. Mereka disambut oleh wanita ular bermuka badak. Ingin rasanya Arya mencakar-cakar wajah Dinda.


"Ngapain dia ke sini?" tanya Arya. Rion hanya menjawab dengan mengangkat bahunya.


"Mas," sapa Dinda manja kepada Rion.


"Gak cape apa lu ngerebut laki orang nyampe dua kali? Kalo gua punya ilmu santet udah gua santet lu biar para pelakor musnah di muka bumi ini," sungut Arya.


Arya meninggalkan Dinda dan juga Rion yang masih berada di depan kantor. "Jaga Erlan, jangan mentang-mentang ada perawat kamu jadi bebas tugas seperti itu. Erlan masih suamimu," ujar Rion dan langsung meninggalkan Dinda.


Siang harinya, Amanda menerima pesan dari Rion agar datang ke kantornya. "Ada apa?" gumamnya.


Tanpa banyak tanya pun Dinda bersiap menuju kantor suaminya, tak lupa dia mampir ke salah satu restoran untuk membeli beberapa makanan untuk Rion. Dengan senyum yang merekah, Amanda menaiki anak tangga dan berpapasan dengan Arya. Wajah Arya mulai panik.


"Bang Rion ada di dalam?" tanya Amanda.


"A-ada," jawabnya gugup.


Amanda pun segera menuju ruangan Rion dengan. beberapa makanan di tangannya. Baru saja Amanda tiba di depan pintu, suara aneh terdengar di dalam. Dengan cepat Amanda langsung membuka pintu. Dilihatnya Dinda sedang duduk dipangkuan Rion dan mereka sedang berciuman.


"Abang," panggil Amanda.


Rion dan Dinda langsung menghentikan kegiatan mereka. Dilihatnya mata Amanda yang sudah berkaca-kaca. Dengan tegarnya Amanda menghampiri Rion. Dan meletakkan makanan yang dia bawa di atas meja.


"Manda datang karena Abang yang menyuruh Manda datang ke sini. Ternyata ini yang ingin Abang tunjukkan," ujar Manda.


"Abang tidak ingat tadi pagi kita melakukan apa? Apa service Manda tidak memuaskan Abang?"


Dinda melebarkan matanya mendengar ucapan Amanda. Dia benar-benar terkejut dan menolak untuk percaya. Amanda adalah wanita yang pintar membual dan membalikkan keadaan.


"Ini lihat, ini tanda kepemilikan Abang kan," lirih Amanda yang menunjukkan kiss mark di lehernya kepada Dinda dan juga Rion.


Tubuh Dinda seketika lemas. Ternyata Rion sudah menyentuh istrinya. Dengan dia saja tidak sampai begitu. Hanya cium kening dan peluk. Ini pun ciuman pertama mereka setelah sekian lama itu pun Dinda yang minta.


"Abang jahat," ucap Amanda dan langsung meninggalkan mereka berdua dengan senyum penuh kemenangan.


Gak akan terpancing gua Nyai pelakor. Gua ikutin permainan lu. Orang licik bermain-main dengan ratu licik, batinnya.


...****************...


Jempol mana jempol?


Komen mana komen?


Vote mana vote? 😁😁


Jangan lupa tiga hal yang di atas ya Sayang,


Happy reading semua ..