Bang Duda

Bang Duda
97. Kabar Media



Mata yang sembab menghiasi wajah cantik Amanda. Kenapa di saat dia ingin bahagia ada saja penghalangnya? Baru saja si mungil diambil oleh Allah kini, orang-orang yang sangat Amanda benci malah hadir di depan matanya dan mencoba merusak kebahagiannya.


Tidak ada pembicaraan apapun dari mulut Amanda dan juga Rion. Amanda hanya membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya sedangkan Rion hanya memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat.


"Sayang, Abang harus kembali ke kantor," ujarnya.


Sebenarnya Amanda tidak ingin berpisah dengan suaminya kali ini. Hanya suaminya yang membuat hatinya merasa tenang.


"Ya udah," jawab Amanda lesu.


Rion mencium bibir istrinya, meyesap manisnya bibir ranum Amanda. Di balas pula oleh Amanda, bibir mereka saling berpagutan hingga mereka sendiri tidak bisa bernapas. Akhirnya, mereka melepaskan peraduan bibir yang sedang menempel.


"Jangan buat Abang terangsang. Kondisi ladang kamu belum boleh Abang garap," ujarnya.


Amanda hanya tertawa mendengar celotehan mesum suaminya. "Sabar ya, nanti kalo dokter membolehkan ladang Manda dibuka, baru deh Abang garap sesuka hati Abang," ucap Amanda begitu nakal di telinga Rion.


Rion pun memeluk erat tubuh istrinya dan menciumi puncuk kepala Amanda.


"Abang berangkat lagi, ya," pamitnya. Hanya dijawab anggukan oleh Amanda.


Rion menanyakan apa yang terjadi sebenarnya kepada Mbak Ina. Mbak Ina pun menceritakan semuanya tanpa terlewat hingga membuat wajah Rion memerah.


Rion menghubungi orang kepercayaannya untuk menjaga Amanda dari jauh. Mendengar kata "dibunuh" membuat Rion sangat khawatir dan cemas. Adik ipar Amanda adalah wanita yang kelicikannya luar biasa.


"Gila ya tuh keluarga," geram Arya yang mendengar tentang masa lalu Amanda dari mulut Rion.


"Lu mesti jaga bini lu, jangan ampe lengah," ujar Arya. Dijawab dengan anggukan kepala oleh Rion.


"Gua pengen tau siapa orang yang berani beli kesucian istri gua," ucap Rion.


"Yang jelas tuh sultan," balas Arya.


Hanya helaan napas panjang yang Arya dengar. Arya menatap Rion dengan intens. Ada sedikit gurat kesedihan di wajah sahabatnya ini.


"Lu kecewa sama bini lu?"


"Gua bangga sama Manda tapi, gua benci sama bokapnya," balas Rion.


"Yang penting lu gak kecewa sama bini lu. Sayangi dia seperti lu sayang sama Ayanda."


"Ternyata dibalik ketegaran Amanda menyimpan banyak luka yang hanya dia simpan seorang diri," ujar Arya.


"Ya, gua merasa belum mengetahui lebih dalam tentang Amanda," akui Rion.


"Genggam terus tangannya, gua yakin dia hanya perlu lu disampingnya sekarang," ucap Arya.


***


Baru saja Rion keluar dari mobilnya panggilan dari Arya masuk ke ponselnya.


"Cepetan lu buka media online," ucap Arya di seberang sana.


Rion hanya mengerutkan dahinya tak mengerti. Dia pun membuka kabar media online dan matanya melebar. Dia bergegas ke kamar Amanda dan di sana sudah ada Echa yang sedang memeluk tubuh bundanya.


Rion melihat wajah Amanda yang berurai air mata dengan iPad ditangannya. Rion pun langsung memeluk tubuh Amanda.


"Tenang, Sayang. Abang akan bereskan semuanya," ucapnya.


"Ayah, Mamah telpon," ucap Echa.


Rion hanya menghela napas berat. Begitu cepatnya kabar ini diketahui Ayanda.


"Ada apa ini, Mas?" tanya Ayanda di seberang telepon.


Rion menjelaskan semuanya kepada mantan istrinya. Reputasi toko miliknya pasti akan hancur dalam sekejap karena kabar ini. Dan penanam saham juga pasti akan menarik saham-saham mereka.


"Lu tenang aja, gua akan bantu lu diam-diam," ujar Gio.


Harus berapa kali Rion mengucapkan terimakasih kepada suami mantan istrinya ini. Dia selalu siap membantu dalam hal apapun. Ketika Rion ingin membalas kebaikannya hanya jawaban "kita adalah keluarga" yang keluar dari mulutnya.


"Maafkan Bunda," ucap Amanda kepada Echa.


Echa hanya tersenyum ke arah bundanya dan memeluk erat tubuhnya.


"Tidak apa-apa Bunda. Lagi pula Papa Gi merahasiakan identitas asli Echa," balasnya.


"Sabar ya kalian, Ayah akan menyelesaikan masalah ini malam ini juga," ujar Rion yang kini mencium kening kedua wanitanya secara bergantian.


"Pengusaha muda Rion Juanda memperistrikan seorang pekerja malam"


Begitulah judul dari artikel media online tersebut dengan menunjukkan foto-foto sexy Amanda. Kabar tersebut mampu membuat para penanam saham di toko Rion ingin menarik saham mereka. Membuat keadaan menjadi kacau dalam sekejap.


"Pekerjaan siapa ini?" geram Rion yang sudah mengendarai mobilnya.


****


Aku obati rasa rindu kalian terhadap Bang Duda. Maapin aku ya kalo besok atau lusa aku gak bisa up karena jadwal ku padat merayap. Tapi akan aku usahakan up meskipun sedikit, gak apa-apa ya ...


Insha Allah Rabu aku rutin up lagi,


Happy reading semua ....