
Aku butuh komen kalian ...
...****************...
Kabar bahagia pun sudah sampai ke Indonesia. Besok pagi, pesawat pribadi Gio akan menjemput mereka. Amanda yang sangat antusias ingin melihat dua kembar yang katanya tampan melebihi Daddy dan ayahnya.
"Lihat, Bun," ucap Echa.
"Masya Allah, tampan sekali," jawan Amanda melihat foto si kembar.
"Tampannya turun dari ayahnya lah," timpal Rion yang sedang asyik menggonta-ganti channel tv.
Dua bantal melayang pada tubuh Rion. Dia hanya tertawa melihat kedua kesayangannya kompak seperti itu. Meskipun kompak menyiksa dirinya.
"Bang, pengen buat yang kayak gini. Kembar juga tapi, ceweknya," ucap Amanda.
"Hahaha, minta resepnya sama Gio gimana caranya supaya sukses punya anak kembar," balas Rion.
Amanda memanyunkan bibirnya, sedangkan Echa tertawa melihat sikap Bundanya.
"Kamu bahagia, Dek?" tanya Rion.
"Sangat bahagia, akhirnya Echa punya saudara apalagi mereka itu cowok. Bisa menjaga Echa dan juga Mamah," jawabnya.
Mereka bercengkrama bersama, bercanda ria hingga Echa pamit untuk naik ke kamarnya. Amanda dapat merasakan ada sesuatu hal yang ganjal pada Echa. Bibirnya mampu tersenyum tapi, hatinya sedang menutupi sesuatu.
Rion dan Amanda sudah berada di kamar. Amanda terus saja memandangi foto si kembar dengan lengkungan senyum di bibirnya.
"Kamu mau punya anak kembar cewe karena mau dijodohin sama anak Gio," tebak Rion.
"Iya, lucu kali ya mantan suami-istri besanan," ledek Amanda seraya tertawa.
Rion mencubit hidung istrinya dan langsung memeluk tubuh Amanda. Semakin hari rasa sayang dan cinta Rion kepada Amanda terus bertambah. Dia tidak bisa hidup tanpa Amanda.
Di kamar Echa, Echa menatap nanar sebuah foto. Seorang anak laki-laki yang tersenyum lebar yang sedang merangkulnya.
Tante mohon, tolong bahagiakan dia di
sisa usianya.
Kata-kata itu yang terus memutari otaknya sekarang. Lelaki yang selalu ceria ternyata menyimpan penyakit yang sangat berbahaya.
****
Pagi harinya mereka sudah bersiap, sudah ada Arya dan juga Beby di landasan. Mereka berangkat hanya berlima karena Sheza dan Azka masih menikmati masa-masa bulan madu mereka.
Disepanjang perjalanan Echa hanya terdiam, memang dia duduk sendiri di kursi pesawat. Akan tetapi, itu bukanlah Echa yang seperti biasanya. Bocah berisik di mana pun dia berada. Bukan hanya Amanda yang merasa ada yang aaneh dari Echa, Arya pun merasakan hal yang sama.
"Bangor," panggil Arya.
"Hm."
"Dih gitu doang," ucap Arya.
Arya pun menghampiri Echa, duduk di samping bocah Bangor kesayangannya. Meninggalkan kekasihnya seorang diri.
"Kenapa?" tanya Arya.
"Lu."
"Sotoy, orang Echa gak apa-apa," sahut Echa.
"Kalo ada masalah bilang, jangan dipendem sendiri ntar cepet mati," bisik Arya.
"Ngapain sih gangguin Echa terus, gangguin noh pacar Om," ucap Echa.
Setelah dua jam mengudara, mereka tiba di Singapura. Mereka sudah dijemput oleh supir pribadi keluarga Wiguna.
Rumah yang tadinya hening, kini menjadi riuh penuh gelak tawa. Para wanita langsung berhambur ke tempat tidur si kembar. Menciumi pipi gembul si kembar satu per satu.
"Hai cogan," sapa Echa pada si kembar yang sedang terlelap.
"Ganteng ya kayak Papa," ucap Gio.
"Kayak Ayah dong," ucap Rion tak mau kalah.
Semua orang tertawa mendengar perdebatan antara Gio dan juga Rion.
"Namanya siapa Pa?" tanya Echa.
"Gathan Askara Wiguna dan juga Ghassan Aksara Wiguna," jawab Gio.
"Duo G," ucap Beby.
"Ini yang pake topi GT Gathan dan yang pake topi GS Ghassan. Bener kan?"
"Cerdas anak Papa," ucap Gio dan langsung memeluk tubuh Echa.
"Sayangi adik-adik mu, ya. Karena kalian lahir di rahim yang sama." Mendengar ucapan Gio semua orang hanya terdiam. Mata Ayanda berkaca-kaca mendengar ucapan yang tak disangka-sangka keluar dari mulut suaminya.
"Echa pasti menyayangi Abang dan adek," sahut Echa yang kini mengeratkan pelukannya.
Semua orang tersenyum bahagia, melihat kedekatan antara Gio dan juga Echa. Meskipun telah hadir anak kandung Gio tapi, Gio tidak membeda-bedakan kasih sayangnya terhadap Echa yang notabene hanya anak sambung.
"Dede Gathan bangun," ucap Amanda.
"Cara membedakan Abang sama Adek gimana Gi? Gua liat sama persis nih si kembar," tanya Rion.
"Abang anaknya gak terlalu anteng gak kayak si Adek yang anteng banget. Nangis cuma pengen nyusu doang," jawab Gio.
"Si Abang nurunin sifat bapaknya yang kaga ada kalem-kalemnya sedangkan si Adek nurunin sifat emaknya yang kalem," ujar Arya.
Gelak tawa pun terdengar riuh. Kehadiran dua G akan memberi warna tersendiri pada kehidupan mereka. Kedekatan mereka layaknya keluarga sudah tidak ada batasan.
Masa lalu Ayanda dan juga Rion bukan menjadi jembatan pemisah hubungan mereka. Malah sebaliknya, menjadi pemersatu hubungan mereka menjadi lebih dekat lagi dan sekarang semakin meluas karena Arya pun akan masuk ke dalam keluarga besar Wiguna.
Dipisahkan karena untuk disatukan menjadi satu keluarga besar yang bahagia. Begitulah takdir antara Ayanda dan juga Rion yang sudah Tuhan tentukan.
****
Happy reading ...