
Mungkinkah ini takdir yang telah Tuhan tentukan untuk Rion?
Echa bergelut dengan pikirannya sendiri. Dia pun memiliih untuk pulang. Apa benar Beby adalah pengagum rahasia ayahnya?
"Kenapa Dek?" tanya Ayanda yang melihat mimik muka Echa sendu.
Ayanda dan Gio sedang berada di ruang tamu. Mereka sedang memperdengarkan musik klasik kepada calon bayi kembar yang masih ada di dalam perut.
Echa langsung menghampiri kedua orangtuanya. Dan langsung masuk ke dalam dekapan hangat sang mamah.
"Ada apa?" tanya Ayanda.
"Jika Kak Beby benar adalah pengagum rahasia Ayah, Echa harus apa?" tanya lirihnya.
Ayanda dan Gio saling tatap. Tidak mengerti apa yang dikatakan putrinya ini. Perlahan Echa menceritakan semuanya. Hingga membuat kedua orangtuanya tidak percaya.
"Apa Beby pernah bercerita kepada Daddy?" tanya Ayanda.
"Tidak, setahu Daddy tipe cowok Beby memang lelaki yang lebih tua darinya," ungkap Gio.
"Tuh kan,” balas Echa.
"Gini ya sayang, jodoh, rezeki dan maut sudah Tuhan tentukan. Jika jodoh Ayah adalah Kak Beby berarti kita akan terikat dalam satu keluarga besar," jelas Ayanda.
"Echa tidak melarang, hanya saja Echa sedikit terkejut," jawabnya.
Ucapmu bisa berdusta kepada Mamah, tapi hati dan matamu tidak bisa membohongi Mamah.
***
Senin pagi, wajah Rion nampak ceria tidak seperti biasanya. Bayang-bayang wajah Sheza kini mulai memudar. Begitu juga wajah Arya yang terlihat lebih tampan dari hari-hari sebelumnya. Para jomblowan sepertinya menikmati hari libur mereka dengan bersenang-senang.
"Wah kayaknya anggota ganteng-ganteng mubazir lagi seneng banget nih," ledek Rion pada Arya.
Senyum terus terukir dari bibirnya. Pancaran kebahagiaan nampak sekali di wajahnya. "Pastinya dong, gua baru ketemu calon pacar yang cantiknya paripurna," sahut Arya dan bayangkan wanita yang jalan bersamanya malam Minggu.
"Gua dilangkahi dong," ledek Rion lagi.
"Itu sudah pasti," jawab Arya dengan gelak tawa.
"Semoga cewek itu bisa meluluhkan singa betina piaraan lu ya," ujar Rion
"Ya semoga Mbak Arin mau menerima dia. Gua udah gak muda lagi, sudah waktunya gua berkeluarga," lirihnya.
"Sadar diri juga lu ngerasa udah tua," ejek Rion dan mendapatkan tinjuan dari Arya seraya mengumpat kesal.
Rion tahu tuntutan hidup Arya berat. Dia dituntut cepat menikah oleh kedua orangtuanya. Dengan alasan umur Arya sudah tidak muda dan Mamahnya sangat menginginkan cucu.
"Santai aja lah bro. Ikutin skenario Tuhan aja. Yang penting pernikahan lu nanti harus didasari cinta dan kasih sayang," nasihat Arya.
"Lu sok nasihatin gua tentang biduk rumah tangga. Rumah tangga aja lu kandas ditengah jalan," balas Arya dengan tertawa bercanda.
Wajah Rion pun berubah, ada siluet kesedihan akan ucapan Arya barusan.
Sedangkan di ruang tamu Gio sudah dipenuhi oleh banyak orang. Ada Azkano, Beby dan Ayanda yang baru saja keluar dari kamar.
"Ada apa Kak? Kok tumben semuanya disuruh kumpul," tanya Beby.
Gio menghampiri Ayanda dan menuntunnya menuju ruang tamu. Mereka sudah duduk semua.
"Beb, apa kamu tau kantor mantan suamiku?” tanya Ayanda.
"Eh, kenapa menanyakan itu?" tanya Beby sedikit gugup.
"Jawab Beb, jangan menjawab pertanyaan dengan melontarkan pertanyaan lagi," ujar Azkano.
"Ya aku tau. Kenapa memangnya? Apa ada yang salah jika aku mengetahui kantor A&R?" ujar Beby.
Mata mereka seolah menghakimi Beby membuat Beby takut sendiri. Akan tetapi dia mencoba untuk tenang.
"Apa kamu yang selalu mengirim makanan diam-diam ke kantor itu?" tanya Gio sekarang.
Beby menunduk, takut menatap Gio. "I-iya," jawabnya gugup.
"Kamu suka sama Boss A&R?" tanya Azkano.
Beby hanya terdiam, tidak menjawab pertanyaan Azkano. Azkano mencari celah kebohongan Beby namun nihil.
"Diam mu aku anggap sebagai kebenaran," ujar Azkano.
"Semalam kamu bertemu dengan Rion?" tanya Gio.
"Hah?" jawabnya cepat seraya mendongakkan kepalanya.
"Jawab Beb." Azkano mulai sedikit geram.
"Kenapa harus Rion? Dia yang aku benci karena telah melukai Kano," jelasnya.
Gio dan Ayanda hanya bisa saling pandang. Tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Beby.
"Aku mengirim makanan untuk Arya," kata Beby seraya menundukkan kepala.
"Malam Minggu kemarin kamu pergi sama Arya bukan Rion?" tanya Azkano kembali. Hanya dijawab dengan anggukan kepala.
Ada sedikit lega di hati Ayanda karena bukan Beby lah yang akan menjadi ibu sambung dari Echa, tapi siapa? Batin Ayanda seolah ingin tahu.
Di kantor Rion sesi curahan hati para jomblowan masih berlangsung. Melihat air muka Rion yang berubah membuat Arya merasa bersalah dengan ucapannya tadi. Rion selalu menjadi orang yang penuh duka jika ada yang membahas masa lalunya.
"Jangan kayak anak perawan lah sensian begitu," ujar Arya.
Rion masih terdiam tidak menyahuti omongan Arya. " Lu udah ketemu sama si pengagum lu?" tanya Arya yang mengganti topik pembahasan.
"Udah," jawab singkat Rion.
"Siapa?
Rion hanya menyunggingkan senyum. Mengingat-ingat wajah cantik wanita yang bersamanya malam Minggu kemarin.
"Jawab woy, jangan musam mesem kayak orang oon begitu," geramnya.
"Dinda," jawab Rion dengan wajah bahagia.
# flashback on.
Rion sebenarnya mencari tau toko yang menjual heart cake yang dikirimkan si pengagum. Ternyata hanya ada satu toko kue yang menjualnya. Niat hati ingin menanyakan Rion malah bertemu Dinda. Sayup-sayup terdengar, jika Dinda menanyakan perihal heart cake yang dikirimkannya kemarin. Hanya dijawab "aman" oleh seorang pelayan dengan senyuman.
Rasa curiga Rion makin bertambah. Setiap hari sebelum jam makan siang, Rion selalu mengikuti kemana Dinda pergi. Tepat dugaannya, Dinda selalu datang ke restoran berbeda dan selalu menenteng papar bag setelah keluar dari sana. Setelah itu selalu memesan aplikasi online untuk mengirim paper bag yang dia bawa.
Hanya lengkungan senyum yang menghiasi Rion. Sebegitu ingin merahasiakan jati dirinya sehingga Dinda mengirimi Rion makanan dengan sembunyi-sembunyi.
"Kamu semakin manis," gumamnya.
# Flashback off.
Arya melebarkan matanya tak percaya. Mulutnya terbungkam, hatinya menolak untuk percaya.
"Seriusan dia yang ngirimin?" tanya Arya lagi untuk memastikan.
"Iya, dan udah gua tanya ke dia. Dia jawabnya malu-malu," sahut Rion dengan seulas senyum.
"Dan lu ...."
"Iya, gua yakin Dinda udah berubah," pungkasnya.
Arya hanya menggelengkan kepalanya tak mengerti. Kembali ke dalam pelukan masa lalu. Ungkapan orang baik akan berjodoh dengan orang baik dan orang jahat akan pula berjodoh dengan orang jahat benar adanya. Ayanda bersama Gio dan sekarang Rion bersama Dinda.
Takdir Tuhan tidak bisa ditebak. Sekarang Arya tidak bisa berbuat apa-apa. Jodoh sahabatnya ini mungkin Dinda. Karena berkali-kali berpisah dan berkali-kali juga mereka kembali bersama. Begitu pikir Arya.
Di lain tempat, seseorang memandang kagum pada sosok foto yang dia lihat. Sorot matanya berbinar namun seketika hatinya mencelos.
Apa dia akan menerimaku? gumamnya terdengar sangat lirih.
***
Jangan lupa jempol, komen dan juga votenya biar siang nanti up lagi 😁