
Di acara makan malam tersebut, terselip adegan yang membuat Gio, Arya dan juga Azka mengulum bibir mereka menahan tawa.
Di pojokan Rion sedang tertawa bersama seorang wanita seksi dan nampak terlihat sangat terawat. Bisik-bisik antar para pria dewasa pun terjadi.
"Siapa?" bisik Gio kepada Arya.
Azka pun mendekatkan telinganya kepada Arya begitu pun Gio.
"Mantannya waktu SMA. Putus karena dia harus kuliah ke luar negeri," jawab pelan Arya.
Kedua pria itu hanya manggut-manggut seolah mengerti.
"Gua denger-denger juga tuh cewek jendong," ucap pelan Arya.
"Serius?" tanya Gio dan Azka bersamaan.
Arya hanya menganggukkan kepala seraya tersenyum penuh misteri.
"Kalo bininya tau, alamat jadi duda lagi dia," bisik Arya kepada Gio dan juga Azka.
Mereka pun tertawa bersama dan membuat para wanita yang sedang fokus bermain bersama si kembar menoleh bersamaan.
"Kenapa kalian tertawa?" tanya Sheza.
"Ga apa-apa Yang, ada cerita lucu aja," jawab Azka santai.
Mata Amanda mencari sosok suaminya yang tidak ada bersama ketiga pria ini. "Abang mana?" tanya Amanda.
Ketiga pria itu kompak hanya menggelengkan kepala dengan menyesap kopi yang telah disediakan. Mata elang Amanda mencari sosok suaminya yang tidak biasanya pergi tanpa meminta izin.
Sorotan mata tajam Amanda berhenti ke arah pojokan tempat di mana suaminya sedang tertawa bersama seorang wanita.
"Pengen jadi duda lagi rupanya," gumam Amanda.
Gumaman yang terdengar oleh orang-orang yang berada di sekitar Amanda. Membuat para wanita mengikuti tatapan tajam Amanda sedangkan ketiga pria itu hanya menahan tawa mereka.
"Mbak, aku minjem si kembar," ujar Amanda pada Ayanda.
Ayanda pun mengizinkannya dan ternyata Echa juga sudah sangat gatal ingin menciduk ayahnya yang sedang tebar pesona dengan wanita lain.
"Bunda," bisik Echa pada Amanda dan Amanda pun menganggukkan kepala bertanda setuju.
Kedua wanita itu pun berjalan dengan posisi Echa di depan dan Amanda di belakang putrinya dengan menggendong baby GT di tangan kirinya lalu mendorong kereta bayi yang di dalamnya ada baby GS yang sedang terjaga.
"Keciduk," bisik Arya sambil menahan tawa.
"Tidur di kamar lu pasti," sahut Gio.
Azka hanya terkekeh mendengar bisikan kedua pria setengah waras di sampingnya. Ternyata bukan hanya para emak-emak yang doyan ghibah. Pria pun sama, malah terkadang ghibahannya sangat pedas melebihi cabe setan di pasaran.
Echa mengambil minuman berwarna lalu melanjutkan langkah kakinya menuju tempat ayahnya. Dengan sengaja Echa menyenggol wanita yang sedang bersama ayahnya hingga minuman Echa membasahi pakaian si wanita itu.
"Maaf," sesal Echa.
Rion yang baru saja akan membantu membersihkan dress wanita di depannya seketika membeku karena mendengar suara putrinya. Tangannya masih menggantung dengan beberapa lembar tisu.
"Kok Ayah di sini?" tanya Echa pura-pura terkejut.
"Bunda dari tadi nyariin Ayah loh," lanjutnya.
Mata Grace melebar ketika mendengar kata bunda yang dilontarkan anak gadis di sampingnya.
"Katanya masih duda?" ucap Grace menatap Rion.
Dari jarak beberapa meter mata Amanda sudah memerah, dia mampu mendengar ucapan si wanita itu. Amanda pun segera menghampiri Rion membuat ketiga pria yang sedari tadi memperhatikan mereka tertawa bahagia.
"Abang, Adek, ternyata Ayah kalian di sini. Sekarang Ayah hobinya main di pojokan," sindir Amanda.
Wajah Rion mulai terlihat pias, terciduk oleh dua wanita yang sangat menyeramkan dalam hidupnya. Masih ada satu lagi, dia berharap jika Mamah Dina tidak mengetahui kelakuannya. Bisa makin runyam urusannya.
"Nih, gendong si Abang." Amanda memberikan baby GT ke tangan Rion.
"Pinter ya, ngaku duda ke cewek-cewek. Ucapan adalah doa. Mau Abang jadi duda lagi," bisik Amanda penuh dengan penekanan.
Amanda meninggalkan Rion dengan si Abang di tangannya. Disusul oleh Echa dan tak lama kemudian Rion pamit kepada Grace dan mengejar istri dan putrinya.
"Siapa wanita itu?" sergap Sheza, Beby, dan juga Ayanda.
"Mantan Rion, dia pemilik resort ini," sahut Arya santai.
"Kok aku gak pernah tau?" timpal Ayanda.
"Mantan SMA, emang tuh cewe cantiknya kebangetan. Liat aja Ampe sekarang masih bahenol, mulus dan juga glowing." Beby pun mencubit pinggang Arya dengan sangat keras karena mendengar pujian dari mulut kekasihnya.
"Cantikan dan bahenolan mana aku sama tuh cewek?" tanya Beby dengan wajah sangat murka. Dan pelintiran kulit perut yang membuat wajah Arya merah padam menahan sakit.
Gio dan Azka tertawa terpingkal-pingkal melihat Arya dianiaya kekasihnya.
"Ya tetap cantikan dan bahenolan kamu lah, Sayang," jawab Arya dengan sedikit meringis.
Beby pun melepaskan cubitannya dan masih menatap Arya dengan tatapan killer.
"Baru jadi pacar aja udah begini, gimana kalo udah sah jadi suami istri," gerutu Arya.
"Kamu tidur di ruang tamu selama satu bulan, dan semua kartu plus uang yang ada di dompet kamu aku sita," jawab Beby dengan sangat lugas.
"Mampoesin aja gua," teriak Arya sambil menjenggut rambutnya.
Gio dan Azka hanya tertawa karena mereka berdua juga nasibnya tidak jauh berbeda dengan yang dikatakan Beby. Jika, mereka melakukan kesalahan terhadap istri mereka.
Amanda menyerahkan baby GS ke Ayanda dan berlalu meninggalkan semua orang yang berada di sana. Disusul Rion yang dengan hati-hati menyerahkan si Abang ke tangan Ayanda.
Baru saja hendak melangkahkan kaki, jeweran dari tangan sang mamah membuat badan Rion terhuyung ke belakang.
"Dasar buaya buntung, buaya burik, buaya darat," pekik Mamah Dina dengan tangan yang sudah memelntir daun telinga Rion.
"Ampun Mah, ampun."
"Nanaonan eta? Mamah oge ningali A Kalakuan Aa tadi sareng eta awewe. Hoyong Kitu oray Aa ku Mamah teukteuk?"
(Apa-apaan itu? Mamah juga lihat A, kelakuan Aa tadi sama si wanita. Mau gitu ular Aa Mamah potong)
"Astaghfirullah Mah, tong nyarios Kitu. Aa khilap Mah."
(Astaghfirullah Mah, jangan bicara begitu. Aa khilaf Mah)
"Khilaf dan sengaja beda tipis bro," timpal Arya.
Bu Dina semakin keras menjewer telinga putra kesayangannya membuat semua orang tertawa karena mendapat hiburan gratis.
*****
Happy reading ....