Bang Duda

Bang Duda
83. Cinta Lama Belum Kelar



Hari ini Arya mengajak Rion untuk menghadiri acara reunian. Sebenarnya Rion enggan untuk datang namun, para teman-temannya yang lain mengharapkan kehadiran Rion sang Playboy kadal untuk datang.


"Gua bawa Manda," ujarnya. Arya pun mengangguk karena dia juga ingin membawa Beby. Bahaya jika datang ke acara reunian seorang diri. Sudah dipastikan akan terjadi cinta lama belum kelar.


Rion pulang lebih awal dari biasanya. Dia langsung masuk ke kamarnya, dilihatnya Amanda sedang memejamkan mata. Dibelainya rambut sang istri dan dikecupnya kening Amanda. Ketika Amanda tanpa hijab di dalam kamar, kecantikannya sungguh luar biasa.


Amanda merasakan ada yang menyentuh kepalanya dan dia pun mulai membuka matanya secara perlahan. "Maaf, aku ketiduran," ucapnya.


Rion mengecup singkat bibir istrinya. Memeluknya sangat erat, Amanda pun menenggelamkan wajahnya ke dada suaminya.


Setiap hari Rion selalu menunjukkan cintanya kepada Amanda. Perlakuan manis Rion membuat Amanda tersentuh. Semakin hari Rion semakin berubah. Ketika sampai di rumah, dia tidak pernah memainkan ponselnya. Dia hanya ingin bersama istrinya, bercanda dan juga bermanja dengan Amanda.


"Kamu sakit?" tanya Rion.


"Hanya sedikit pusing," jawab Amanda.


"Kita ke dokter, ya," ajak Rion yang merasa khawatir dengan keadaan Amanda.


"Manda hanya kurang tidur, Bang," tolak Amanda.


"Kenapa kamu begadang, Sayang?"


"Kan Abang yang setiap malam ngajak Manda begadang," jawab Amanda dengan sedikit sewot.


Rion tertawa mendengar jawaban istrinya. Ternyata karena ulahnya istrinya selalu begadang dan kepalanya sering pusing karena kurang tidur.


"Maaf, Sayang," ucap Rion dan mencium lembut bibir istrinya.


"Abang mau ke acara reunian, kamu ikut, ya," ajak Rion.


"Badan Manda lemas, Bang. Abang aja," sahut Amanda.


"Ya udah, jangan salahin Abang kalo banyak wanita yang nempel sama Abang," ancam Rion.


"Banyak wanita yang nempel kalo lakinya gak ngeladenin mah gak akan terjadi sesuatu Bang. Abang aja yang lenjeh," ujar Amanda dengan nada sinis.


Rion mengulum bibirnya menahan tawa melihat istrinya marah. Rion terus saja menggoda Amanda hingga Amanda kesal dan melempar bantal ke wajah Rion. Amanda pun hendak beranjak dari tempat tidur namun, dengan cepat Rion memeluknya dari belakang.


"Jangan marah, Abang kan hanya ingin pergi sama kamu," ucapnya dengan dagu yang sudah terbenam di pundak Amanda.


"Manda tuh gak suka Abang sebut wanita lain di hadapan Manda. Abang mau selamanya Manda gak akan berhenti minum pil KB?" geramnya.


"Jangan Sayang, Abang ingin kamu secepatnya lepasin pil itu. Abang ingin kamu hamil, dan merasakan kebahagiaan seperti yang Gio rasakan," lirihnya.


Amanda terenyuh dengan ucapan Rion. Namun, dia tetap teguh pada pendiriannya. Dia ingin melihat suaminya benar-benar berubah.


"Kita jadi berangkat gak?" tanya Amanda.


"Jadi lah, Sayang," jawab Rion dengan senyum lebar.


Setelah mereka bersiap dan mengenakan baju yang senada, mereka pergi ke sebuah tempat di mana acara reunian itu berlangsung. Amanda sebenarnya malas tapi, karena rengekan suaminya membuatnya terpaksa ikut dengan Rion. Sekalian menguji suaminya, begitulah pikirnya.


Setelah tiba, Rion sudah disambut oleh teman-teman semasa kuliahnya. Dia menggenggam tangan Amanda karena banyak teman-temannya yang melirik ke arah istrinya. Amanda tersenyum ke arah Beby yang ternyata ada di sana. Setidaknya, Amanda ada teman mengobrol.


"Bang, Manda ke toilet dulu, ya," ucapnya.


"Abang antar," balasnya.


Belum sempat menjawab, tangan Amanda sudah ditarik oleh Rion. Amanda hanya bisa pasrah. Seposesif itu kah suaminya sekarang?


Rion terus menunggu Amanda di depan toilet wanita. Suara panggilan dari seorang wanita membuatnya menoleh. Rion memicingkan matanya, memperjelas penglihatannya.


"Kok kamu liatin akunya begitu amat," ujar si wanita dengan senyuman manis.


Rion hanya terdiam, tidak menggubris ucapan si wanita.


"Adel udah berubah, On. Dia makin cantik kan dengan menggunakan hijab," ujar salah seorang teman si wanita.


Adelia adalah mantan dari Rion semasa di bangku kuliah. Hubungannya terbilang sangat lama hingga akhirnya Adel meninggalkan Rion tanpa sebab dan tanpa kejelasan.


"Kok, kamu kayak orang bisu gitu, sih," ucap Adel yang sedikit kesal dengan sikap Rion.


"Tidak ada yang harus aku jawab maupun sanggah kan dari ucapanmu," sahut Rion dengan nada dingin.


Dari kejauhan Amanda memperhatikan suaminya, wajah datar Riom sangat terlihat oleh Amanda.


Tidak ada jawaban dari mulut Rion, Adel berusaha menyentuh tangan Rion.


"Abang," panggil Amanda.


Ketiga orang yang berada di depan toilet menoleh ke asal suara. Rion tersenyum manis ke arah Amanda, Adel rindu dengan senyuman manis Rion yang tulus itu. Akan tetapi, senyuman itu bukan untuk dirinya melainkan untuk wanita berhijab di depannya.


"Udah selesai?" Amanda hanya menganggukkan kepala.


Tanpa ragu Rion menggenggam tangan Amanda tak menghiraukan ada wanita yang terlihat amat sedih melihat perlakuan Rion kepada Amanda.


"Siapa dia, Bang?" tanya Amanda ketika mereka sudah duduk di salah satu meja.


"Masa lalu."


"Itu alasan Abang agar aku ikut ke sini," ujar Amanda.


"Abang takut khilaf," balasnya.


Amanda mendelikan matanya kesal dan memasang raut wajah masam. Rion tertawa melihat kekesalan istrinya.


"Jangan ngambek, jelek Sayang," ucap Rion seraya menarik tangan Amanda ke dalam pelukannya.


"Abang hanya mencintaimu, Sayang," kata Rion.


Hati Adel sangat sakit melihat Rion memeluk mesra Amanda. Dia menghadiri reunian ini karena Adel tahu Rion akan hadir. Yang Adel tahu bahwa Rion sudah menjadi seorang duda, dia berharap akan dapat merebut hati Rion kembali.


"Aku boleh bicara empat mata denganmu," pinta Adel yang mengganggu keromantisan Rion dan Amanda.


"Manda pergi ya, Bang," ucapnya.


Adel tersenyum tipis namun, Rion menarik tangan Amanda untuk tetap berada di sampingnya. Membuat Adel kecewa untuk ke sekian kalinya.


Sebenarnya Amanda malas tapi, dia juga ingin tahu apa yang dikatakan wanita cantik di depannya ini.


"Maaf, aku telah meninggalkanmu tanpa pamit," ucap Adel.


Amanda menatap ke arah suaminya hanya tatapan datar dan dingin yang suaminya tunjukkan.


"Aku pergi karena ...."


"Penjelasan mu sekarang ini sungguh sangat tidak penting. Dulu, kamu hanya cinta monyet ku saja. Jadi, jangan berpikir jika kamu masih berarti di dalam hidupku," potong Rion.


"Aku masih mengharapkan kamu sampai saat ini. Aku masih mencintaimu," ucap Adel dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Sudah selesai dramanya?" tanya Rion dingin.


Sedari tadi Amanda hanya diam menyaksikan wanita di hadapannya ini yang memohon kepada suaminya. Mulutnya sudah gatal untuk menimpali ucapan dari mantan pacar suaminya. Namun, dia mencoba untuk menahannya, cukup jadi penonton saja.


"Sayang, kita ke Arya sama Beby," ajak Rion yang kini sudah menarik tangan istrinya.


"Hubungan kita belum putus Rion," ucap Adel.


Langkah kaki Rion pun terhenti, dia menoleh ke arah Adel. Dilihatnya air mata Adel sudah terjatuh. Rion menghampirinya, tersenyum hangat ke arah Adel. Tangannya menghapus jejak air mata di pipi Adel. Membuat Adel tersenyum hangat dan sebaliknya Amanda sudah geram dan mengepalkan tangannya.


"Sekarang kita putus!" tegas Rion. Rion mengambil tissue di atas meja dan membersihkan tangannya yang tadi dia gunakan untuk menghapus air mata Adel.


Adel hanya mematung di tempatnya dengan rasa sedih luar biasa, menatap Rion yang meninggalkannya. Amanda mengecup singkat bibir Rion seraya tersenyum manis.


"Abang akan terus mencoba untuk meyakinkan hati kamu, jika Abang hanya mencintai kamu," ucap Rion. Lalu, dia mengecup kening Amanda sangat dalam.


Adelia yang melihatnya hanya dapat menitikan air mata. Sedangkan Amanda tersenyum bahagia, ada sedikit keyakinan di hatinya tentang cinta suaminya untuknya.


****


Hy!


Komen kalian padahal yang jadi penyemangat ku, tapi kenapa sekarang komen kalian seolah menghilang ditelan bumi?


Sumpah, gak semangat aku tuh.😪


Like, komen and vote


Happy reading ....