
Kepergian Aksa membuat semua terkejut. Apalagi dia tidak berpamitan kepada yang lain. Hanya mengirim sebuah pesan singkat saja. Hingga Echa menemui Papa dan Mamahnya. Ketika orang tuanya menjelaskan semuanya. Echa dan Radit mengangguk mengerti.
"Ini jalan yang terbaik untuk mereka berdua. Tapi, Radit yakin cinta mereka berdua sama-sama kuat," ucap Radit. Kedua mertuanya pun sepakat akab hal itu.
Sudah pukul sebelas malam, Echa dan Radit memilih untuk pulang. Karena mereka tidak membawa si triplets. Si triplets lebih memilih bermain bersama Engkongnya. Bukan bermain, jatuhnya menyiksa sang engkong yang disuruh jadi seekor kuda. Satu per satu dari mereka naik ke punggung Rion dan yang satunya lagi memukul bokong Rion sambil tertawa. Awalnya, Echa melarang. Tetapi, Rion bilang tidak apa-apa. Dan dia juga senang bisa bermain bersama tiga tuyul kesayangannya.
Tibanya di sana, lampu sudah dimatikan menandakan penghuni rumah sudah terlelap. Echa dan Radit bergegas ke kamar untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian. Setelah selesai, Echa melangkahkan kaki menuju kamar ketiga anaknya.
Dengan hati-hati, Echa membuka pintu kamar si triplets. Perlahan Echa menghampiri tempat tidur si kembar. Matanya membola ketika melihat anaknya hanya berjumlah dua.
"Loh?" Echa pun mulai panik. Tetapi, dia berusaha untuk tidak mengeluarkan suara.
Echa masuk kembali ke kamarnya dan membangunkan sang suami yang baru saja masuk ke alam mimpi.
"Ba, bangun Ba. Aleeya gak ada di kamarnya," ucap Echa dengan penuh kepanikan.
"Cek CCTV, Yang," jawab Radit tanpa membuka matanya.
Echa pun menuruti ucapan Radit. Dia membuka laptopnya yang terhubung dengan CCTV. Echa terus mengamati dan mengamati. Alangkah terkejutnya dia ketika Aleeya menangis keras. Untungnya dua saudaranya tidak terganggu. Tak lama sang ayah menggendongnya dan membawanya keluar dari kamar.
Echa segera menuju kamar sang ayah. Ketika kenop pintu terbuka pemandangan haru biru yang Echa lihat. Sang Ayah sedang menimang-nimang tubuh Aleeya.
"Ayah," panggil pelan Echa. Rion meletakkan telunjuknya di atas bibir. Menandakan jangan berisik. Echa mendekat dan mengusap lembut punggung Aleeya.
"Aleeya sama Bubu, ya. Kasihan Engkong harus istirahat," ucap lembut Echa.
Aleeya menggelengkan kepala dan semakin memeluk erat tubuh Rion. "Gak apa-apa, Dek. Mending kamu istirahat gih. Besok kan kamu harus meeting ke Bogor lagi," tukas Rion.
"Echa tidak tega meninggalkan Aleeya, Yah," timpal Echa.
"Ayah bisa jaga Aleeya kok. Kalo ada apa-apa Ayah akan segera hubungi Radit. Kamu fokus kerja aja. Itu kan aset untuk anak-anak kamu juga," terang Rion.
"Echa boleh tidur di sini nemenin Aleeya?" Rion mengangguk seraya tersenyum.
Setelah Aleeya terlelap, Aleeya masih tidak mau terlepas dari Rion. Hingga Rion merebahkan tubuh Aleeya di atas tempat tidurnya.
"Bobo sama Engkong dan Bubu, ya," ucap pelan Rion. Aleeya pun mengangguk pelan.
Aleeya dan Echa pun terlelap membuat senyum di wajah Rion melebar dengan sempurna.
"Tumbuhlah menjadi wanita yang kuat, seperti ibumu. Engkong sayang kalian semua," bisik Rion.
...****************...
Jangan khawatir ya fans setia Bang Duda. Kisah Engkong dan 3 kurcaci masih akan aku tulis sampe akhir bulan ini. Akan menghibur kalian dengan tingkah laku ajaib mereka bersama Engkong yang kece. Akan aku hadirkan wanita untuk Engkong. Kira-kira Engkong tertarik gak ya? Dan kalo Engkong tertarik, apa si Uyal, Uyil, dan Uyul setuju? Atau mereka akan berulah?