
Mon maap untuk mbak-mbak dan akak-akak kalo hari ini dan untuk beberapa hari ke depan up-nya agak ngaret dan tidak banyak seperti biasanya.🙏
Jadwal di dunia RL lagi padat jadi, jangan nagih-nagih kek debkolektor dulu ya, Sayang. Kalo waktuku senggang pasti aku sempetin up kok.
Terimakasih semuanya 🙏
...****************...
Sebulan sudah dari acara liburan yang Ayanda adakan. Hari ini hari pernikahan Sheza dan juga Azka yang diadakan di salah satu hotel mewah. Rona bahagia sangat terpancar dari wajah Azkano dan juga Sheza. Hari yang telah mereka berdua tunggu-tunggu.
Acara ijab kabul pun telah selesai diadakan. Ketika para saksi mengatakan kata SAH, Azkano dan juga Sheza resmi menjadi pasangan suami istri yang diakui oleh agama dan juga negara.
Ada keharuan di hati para tamu undangan. Azkano yang terisak haru ketika berhadapan dengan ayah kandungnya sendiri. Selama ini Azkano dan juga Beby tidak dekat dengan ayahnya. Tempat mereka berdua bercerita dan bercengkrama adalah Genta. Kakak kandung dari ayahnya Azkano dan juga Beby.
Sekarang gantian Sheza yang sungkem di hadapan ayah mertuanya. Dengan hati yang takut dan gemetar, Sheza mencium tangan ayah mertuanya. Tanpa dia duga, ayah mertuanya memeluknya dengan hangat. Tak terasa ujung matanya mengeluarkan buliran bening.
Awalnya hubungan Azkano dan juga Sheza tidaklah disetujui oleh ayah Azkano. Beliau menolak dengan sangat keras namun, Azka tetap keras juga. Dia tidak akan melepaskan wanita yang dia cari sudah hampir sepuluh tahun ini.
Mereka semua berbahagia, tak terkecuali pasangan suami-istri yang selalu lengket bak perangko. Siapa lagi jika bukan Ayanda dan juga Gio. Echa terus saja memeluk tangan Azkano dengan wajah yang sendu.
"Kak, udah menikah pasti akan lupain aku," lirih Echa.
Azkano memeluk tubuh mungil Echa dan membelai rambut gadis itu. "Kakak akan tetap jadi pacar kamu dan juga suami dari Tante Sheza," ucap Azka.
Echa memperat pelukannya pada tubuh Azka. Tidak ada rasa cemburu di hati Sheza. Semua orang tau, Echa gadis kesepian. Saudara tidak punya dan juga dilarang keras menjalin hubungan dengan seorang laki-laki oleh ayahnya. Semenjak kedatangan Azka, Azka sudah mulai menyukai Echa sehingga Echa selalu bermanja dengan Azka layaknya sepasang kekasih. Dan nomor ponsel Azka pun dinamai pacar oleh Echa.
Di kediaman Rion.
Sedari tadi Amanda hanya duduk di meja rias tanpa menyentuh alat make up-nya. Sudah beberapa hari ini badannya lemas seperti tak bertulang. Rasanya ingin terus berada dalam dekapan suaminya.
Rion baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk. Dia melihat istrinya yang masih merenung di meja rias dengan wajah yang nampak sedikit pucat.
"Sayang," panggil Rion dengan mengusap lembut pundak istrinya.
Amanda membalikkan badannya yang masih dalam keadaan duduk dan memeluk pinggang suaminya. Rion sedikit bingung dengan tingkah istrinya belakangan ini. Amanda seolah tidak ingin jauh darinya.
"Kamu kenapa?" tanya lembut Rion. Hanya dijawab dengan gelengan kepala.
Rion mangangkat tubuh Amanda agar berdiri sejajar dengannya. Dia mengecup kening istrinya sangat lama dan memeluk erat Amanda.
Amanda pun akhirnya memoles wajahnya dengan make up tipis dan lipstik berwarna nude. Simple tapi sangat terpancar aura kecantikannya.
"Sudah siap?" tanya Rion.
Amanda mengangguk pelan, Rion menatap kagum kepada istrinya. Matanya enggan untuk berkedip.
"Kamu sangat cantik," pujinya.
Amanda tersenyum ke arah suaminya, dia pun bergelayut manja di tangan Rion. Ada kebahagiaan yang Rion rasakan sekaligus keanehan.
"Kamu manja banget sih sekarang?" tanya Rion heran.
"Gak tau, akhir-akhir ini Manda gak mau jauh dari Abang," ungkapnya.
Rion mencium kening istrinya. "Abang akan selalu bersama kamu, Sayang."
Mereka pun pergi ke acara resepsi pernikahan Azka dan juga Sheza. Dilihatnya banyak sekali tamu dan juga pebisnis di sana. Amanda melengkungkan senyum indah melihat Ayanda dan juga Gio.
"Cantik banget ya Mbak Ayanda," gumamnya.
"Kamu juga cantik," ucap Rion dan langsung merengkuh tubuh istrinya.
"Lengket banget sih nih pengantin baru," ejek Arya.
"Wajah kamu pucat," ucap Ayanda.
"Aku sedikit kurang sehat, Mbak," jawabnya.
Mereka berbincang hangat malam ini dan menanyakan keberangkatan Ayanda dan Gio ke Singapura.
Mencium aroma masakan, perut Amanda seperti diaduk-aduk. Dia menutup hidungnya dan bergegas ke toilet tanpa pamit. Mereka yang berada dalam satu meja yang sama menatap bingung kepada Amanda dan Rion pun menyusul istrinya ke toilet.
Setelah rasa mual di perutnya hilang, dia menyandarkan kepalanya di dinding toilet seraya mengatur napasnya.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Rion ketika Amanda baru saja keluar dari toilet.
"Pulang aja ya, Bang. Manda pusing," pintanya.
Rion pun menyetujuinya, mereka pun pamit kepada Gio, Arya, Beby dan juga Ayanda. Selama diperjalanan pulang, Amanda hanya menyandarkan kepalanya di jok penumpang. Membuat Rion benar-benar khawatir.
"Kita ke rumah sakit, ya," ajak Rion. Namun, Amanda menggeleng cepat.
Setelah tiba di kediaman mereka, Amanda langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia menatap intens suaminya. Ingin sekali dia memeluk tubuh suaminya.
"Abang," panggil Amanda.
Rion pun menghampiri istrinya dan dia nampak sekali terkejut, tiba-tiba Amanda memeluk tubuhnya yang baru saja berbaring di samping Amanda.
"Kamu kenapa sih?" tanya Rion.
Amanda menggelengkan kepalanya, dia juga tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya. Belakang ini kepalanya sering pusing dan makan pun tidak enak. Akan tetapi, ketika ada suaminya di sampingnya rasa pusingnya hilang dan nafsu makannya pun bertambah asalkan Rion yang menyuapinya.
Sudah beberapa hari ini Amanda sangat manja terhadap Rion. Bukannya risih, Rion malah senang. Manjanya istrinya adalah anugerah untuknya karena dia juga bisa bermanja dengan Amanda.
"Sayang, hari ini Abang harus ke Bogor. Pulangnya agak malam," ujar Rion disela menyuapi istrinya.
Amanda hanya mengangguk pelan namun, tatapannya menyiratkan kesedihan. Rion tidak tega jadinya.
"Hari ini Echa pulang ke sini, jadi kamu gak sendiri," ucap Rion.
Setelah sarapannya habis, Amanda berlama-lama memeluk tubuh suaminya. Begitulah rutinitas mereka hampir seminggu ini. Inilah mood booster untuk Rion. Pelukan istrinya adalah penyemangatnya untuk bekerja.
Sudah seminggu ini Amanda hanya menghabiskan. waktunya di kamar. Dia tidak mampu keluar karena kepalanya bisa tiba-tiba saja pusing.
Echa baru saja pulang sekolah, dia menanyakan keberadaan Amanda kepada Mbak Ina.
"Ibu sedang tidak enak badan, Non. Jadi, di kamar terus," jawab Mbak Ina.
"Bunda," panggil Echa setelah mengetuk pintu.
Sudah berkali-kali Echa mengetuk pintu namun, tidak ada jawaban. Echa langsung membuka pintu kamar orangtuanya yang tidak dikunci. Echa tidak melihat Bundanya di tempat tidur. Dia pun mengetuk pintu kamar mandi sama juga tidak ada jawaban.
Echa membuka pintu kamar mandi dan matanya melebar ketika melihat bundanya tergeletak di dalam kamar mandi.
"Bunda," teriak Echa.
****
Happy reading ....