Bang Duda

Bang Duda
305. Ingin Lebih Dekat (Musim Kedua)



"Kenapa pake acara mogok segala, sih," dengus Riana. Mobil yang ditumpangi Riana tiba-tiba saja mogok.


"Gak tau ini, Neng," sahut Pak Mat.


"Nanti aku terlambat ini," keluhnya.


Setelah semuanya selesai, mobil melaju ke sekolah yang dituju. Ternyata benar, para siswa sudah berbaris di lapangan upacara. Dan Riana segera berlari menuju barisan, untung saja pintu gerbang belum ditutup.


Naasnya, dia ketahuan oleh kakak senior dan dia disuruh bergabung bersama anak-anak yang terlambat di samping tiang bendera.


"Sial banget deh hari ini," gerutunya.


Riana terus menunduk karena cuaca pagi ini cukup terik. Dan ternyata, yang terlambat harus berdiri lebih lama dibanding mereka yang datang tepat waktu.


"Kenapa kalian terlambat?" Pertanyaan yang terlontar dari seorang siswi yang sangat cantik. Namun, bermulut pedas.


Tidak ada jawaban dari mereka semua yang terlambat. Termasuk Riana.


"Kamu!" tunjuk Kania. Ya, siswa itu bernama Kania.


"Mobil yang mengantar saya mogok, Kak," jawab Riana.


"Alasan klise," sinis Kania.


"Sebagai hukumannya kalian harus lari lima putaran lapangan upacara ini," titah Kania.


Mereka pun mengikuti perintah dari Kania. Satu putaran masih baik-baik saja. Dua putaran pun masih sama. Diputaran ketiga tiba-tiba tubuh Riana terjatuh.


Murid yang lain ingin menolongnya, tapi dilarang oleh Kania.


"Gak usah kalian perdulikan. Kalian lanjutkan hukuman kalian," teriak Kania.


"Udah sering murid yang berlagak pingsan supaya terhindar dari hukuman," gumam Kania.


Seorang siswa tampan segera berlari dan langsung membawa tubuh Riana.


"Kalian apa-apaan? Ini anak pingsan," bentaknya.


Mata Kania dan temannya yang bernama Sisil melebar dengan sempurna. Ternyata benar, wajah Riana sudah sangat pucat. Dengan langkah lebar, siswa tersebut membawa tubuh Riana ke ruang UKS. Memanggil dokter yang bertugas di sana.


"Dia hanya kelelahan dan kurang asupan makanan, sebentar lagi juga sadar. Jangan khawatir," ucap dokter Kiki selaku dokter UKS di sekolah tersebut.


Tak lama mata Riana membuka. Dia menatap sekelilingnya. "Di mana ini?" gumamnya.


"Kamu sudah sadar?" tanya siswa tampan itu.


Mata Riana melebar dan mengingat wajah yang sangat tidak asing baginya.


"Hey, jangan bengong," ucap si siswa itu.


"Kak Aska," tebak Riana.


"Hahaha, masih aja kamu salah," sahutnya sambil mengusap lembut kepala Riana.


Deg.


Jantung Riana berdegup dengan kencang ketika mendapat sentuhan dari tangan kekar itu.


"Abang," ucap Riana.


Aksa tersenyum manis ke arah Riana membuat hati Riana meleleh layaknya es krim.


"Ri, kangen Abang," ucapnya sambil memeluk tubuh Aksa.


Aksa mengusap kepala Riana seraya tersenyum. Ya, semenjak Rion dan Ayanda menjaga jarak. Hubungan Riana dan juga si kembar semakin menjauh. Meskipun, hubungan terjalin dengan baik antara para pria. Tapi tidak dengan Ayanda dan juga Rion. Seakan ada dinding tebal yang memisahkan mereka.


Setiap acara kumpul-kumpul pun, Aksa memang jarang ikut karena dia memilki kegiatan yang super padat. Berbeda dengan Aska yang hanya doyan rebahan.


"Abang juga kangen sama, Ri."


Hati Riana menghangat, dan ada rasa yang berbeda ketika Aksa memeluk dirinya.


"Kamu emang gak sarapan?" tanya Aksa.


"Sedikit, Bang. Karena Ri takut telat. Eh, mobilnya malah mogok," keluhnya.


"Ya udah, Abang beliin sarapan dulu ya. Kamu tetap di sini." Riana mengangguk patuh.


Setelah kepergian Aksa, hati Riana sangat berbunga-bunga. Ada kebahagiaan yang menjalar di hatinya. Abang yang dulu sering bermain dengannya, sekarang sudah tumbuh menjadi laki-laki yang sangat tampan.


"Abang aja ganteng banget, gimana Kak Aska, ya," gumam Riana.


Riana masih duduk di ranjang UKS hingga Aksa membawakan makanan untuknya.


"Dimakan," titahnya sambil memberikan nasi goreng dan juga teh manis hangat.


"Makasih."


Riana merasa salah tingkah karena Aksa terus memperhatikannya.


"Masha Allah, ada ya ciptaan Tuhan yang maha sempurna seperti itu," batinnya.


"Sejak kapan kamu jadi cewek gombal sih," kata Aksa sambil mencubit gemas pipi Riana.


"Sejak bertemu dengan Abang. Rasanya mulut Ri ingin ngegombalin Abang terus," candanya seraya tertawa.


"Ya udah sekarang habiskan, terus masuk ke kelas kamu."


"Iya, Bang."


Senyum masih tersungging di bibir Riana. Alangkah bahagianya hatinya sekarang ini. Diperlakukan manis oleh Aksa.


"Kenapa gua jadi baperan kayak gini. Dulu, Abang sering bersikap lembut, tapi gua biasa aja. Ada apa dengan gua?" gumamnya.


Setelah makanan habis, Riana kembali ke kelasnya. Dia melihat Aksa sedang bersama seorang siswi yang tadi menghukumnya. Mereka terlihat sangat cocok dan juga sangat dekat.


"Apa itu pacar Abang?" tanyanya pada diri sendiri.


"Kenapa dada gua jadi sesak begini," keluhnya.


Riana mencoba mengatur napasnya dan dia pergi ke kelasnya.


"Ri, udah selesai makannya?" tanya Aksa tiba-tiba membuat Riana terkejut.


"Udah." Mata Riana menatap ke arah Kania yang selalu menempel pada Aksa.


"Ri, permisi," ucap Riana dan berlalu meninggalkan Aksa dan Kania.


"Kenapa dengan Riana? Tadi ceria sekarang terlihat sedih," gumamnya.


Jam istirahat tiba, Keysha mengajak Riana untuk pergi ke kantin sekolah. Tapi, Riana menolak.


"Kenapa?"


"Tadi gua udah makan, dibeliin sama Abang," sahut Riana.


"Lu udah ketemu Abang?" Dijawab anggukan oleh Riana.


"Maaf, gua lupa bilang kalo kita satu sekolah sama Abang dan Kakak."


"Tapi, gua belom liat Kak Aska," imbuh Riana.


"Bentar gua telpon dulu."


Baru saja Keysha akan menghubungi Aska, Aska sudah masuk ke kelas Keysha dan juga Riana.


"Kakak," seru Riana. Riana berhambur memeluk Aska.


"Apa kabar kamu?"


"Baik dong, ih Kakak gak kalah keren dari Abang," puji Riana.


"Bisa aja," sahut Aska seraya mengusap rambut Riana.


Mereka berbincang riang, Riana selalu bergelayut manja kepada Aska membuat Aska tersenyum bahagia. Di mata Aska Riana adalah perempuan cantik dan juga periang. Dan mampu membuat hatinya bergetar.


"Kapan-kapan ke rumah Mommy, yuk," ajak Aska.


"Mau," jawab antusias Riana.


"Key boleh nginep, kan."


"Tentu saja boleh dong," sahut Aska sambil mengusap lembut kepala Keysha.


"Kak, Abang udah punya pacar belum?" tanya Riana.


"Cewek yang datang ke rumah sih banyak banget," jawab Aska.


"Pasti ngaku-ngaku jadi pacar Abang," timpal Keysha.


"Ya begitulah."


"Itu cewek yang nempel terus sama Abang siapa?" tunjuk Riana ke arah Aksa dan juga Kania yang sedang sibuk mengurus MOS.


"Itu si Kania, fans berat si Abang. Berhubung mereka kerja sama aja makanya si Abang gak protes."


"Emang Abang galak?" tanya Riana.


"Judes sama cewek," sahut Keysha dan juga Aska berbarengan seraya tertawa.


Riana ikut tersenyum lega. Setidaknya Aksa belum memiliki perempuan yang dia suka. Tidak ada salahnya jika, dia lebih dekat dengan Aksa. Ada perasaan yang aneh uang menjalar di hati Riana ketika pertemuannya tadi pagi dengan Aksa.


...----------------...


Semoga terhibur ...


Jangan lupa sisipkan komen kalian