
"Bang, itu si Indy kan cantik. Kok Abang gak lenjeh?" tanya Amanda.
"Jauh lebih cantik istri Abang ini," jawab Rion sambil menoel dagu istrinya.
"Gombal," balas Amanda.
"Bang, jawab ih. Si Indy cantik gak jauh beda lah sama mantan Abang yang ketemu di pantai itu."
"Mana ada sih mantan Abang yang jelek. Semuanya juga cantik-cantik."
"Sombong," ucap Amanda.
"Kan kamu sendiri yang bilang mantan Abang cantik-cantik." Amanda melirik malas ke arah Rion.
"Apalah istimewanya mantan? Seperti barang bekas yang sudah dipakai orang, terus dikembalikan lagi kepada kita. Pasti lah rasanya gak enak, gak seperti dulu lagi," jelasnya.
"Oh ... tapi, kalo Mbak Aya mau balikan lagi sama Abang mau gak?" Pertanyaan pancingan dari Amanda.
Sejenak Rion berpikir, dia menatap Amanda. "Yanda bukanlah tipe wanita yang mudah kembali ke masa lalu. Dan sangat tidak mungkin jika, dia meminta untuk kembali."
"Yang ada mah Abang yang minta balikan ke dia. Sampai mohon-mohon dan butuh kesabaran yang ekstra untuk bisa kembali sama dia," terang Rion.
"Sekarang apa Abang sudah benar-benar melupakan Mbak Aya?"
Sudah cukup lama Amanda menyimpan pertanyaan ini. Dan sekarang waktunya yang tepat ketika mereka membahas mantan.
"Jujur, Abang tidak bisa melupakan Yanda ... karena Yanda adalah ibu dari anak Abang. Dan dia memiliki tempat tersendiri di hati Abang. Mamah pun sudah menganggap Yanda sebagai putrinya sendiri."
"Tapi, Abang sudah mengubur dalam-dalam cinta yang Abang punya untuk Yanda. Dan sekarang wanita yang Abang cintai adalah kamu. Hanya kamu, Amanda," sambungnya.
Rion menggenggam tangan istrinya dan menatap manik indah dihadapannya.
"Kamu adalah wanita yang mampu membuat Abang jatuh cinta lagi. Kamu adalah wanita yang luar biasa, mampu menghadapi sikap Abang dan sanggup bertahan dengan kelakuan Abang yang seringnya bikin kamu sakit hati."
"Maafkan Abang, yang belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu. Abang hanyalah pria berdosa yang sangat beruntung mendapatkan seorang wanita berhati malaikat seperti kamu."
"Manda juga wanita berlumuran dosa, Bang. Tidak ada manusia suci di dunia ini. Kita memiliki dosa-dosa masing-masing. Urusan dosa adalah urusan kita dengan Tuhan," tuturnya.
Rion tersenyum mendengar penuturan dari istrinya. Dia mencium punggung tangan sang istri dengan sangat lembut.
"Tegur Abang jika, ada hal yang menyakiti hati kamu. Ingatkan Abang jika, Abang melangkah di jalan yang salah. Dan tuntun lah Abang menuju jalan yang diridhai Allah," pintanya.
🎶
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni
Saat ku bernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Lagu dari Virgoun yang mengalun indah di food court itu, menjadi soundtrack ungkapan hati terdalam dari seorang Rion Juanda terhadap istrinya.
Dia merasa sangat beruntung karena telah dijodohkan dengan Amanda. Wanita yang awalnya dianggap wanita tidak baik olehnya, kini menjelma menjadi istri yang sabar dan luar biasa. Jodoh yang dipilihkan sang mamah adalah memang yang terbaik baginya.
"I love you, Sayang."
"Love you too," balas Amanda.
****
Happy reading again ...