Bang Duda

Bang Duda
78. Bunda



Selama dalam masa pemulihan Amanda merawat Echa dengan baik. Ketika Echa ingin sesuatu selalu dibantu oleh Amanda. Ada rasa bahagia di hati Echa, sama halnya dengan Amanda. Dia sangat senang bisa mengurus Echa.


Amanda baru saja meletakkan buah-buahan di atas meja. Wajah Echa terlihat murung menatap ponselnya yang sudah tidak bisa digunakan lagi.


"Besok kan kita akan beli ponsel untuk kamu," ujar Amanda.


"Bukan itu, Echa tidak masalah jika ponsel Echa rusak. Di apartment masih ada tiga ponsel apel digigit yang tidak Echa gunakan," balasnya.


"Lalu kenapa?" tanya Amanda yang sudah duduk disamping Echa.


"Ada foto seseorang yang Echa simpan di sini. Dia adalah orang yang menyemangati Echa ketika Echa baru sadar dari koma," ungkapnya.


Amanda tercengang mendengar ungkapan Echa. Dia tidak tahu tentang masa lalu Echa yang pernah menderita sakit parah. Echa pun menceritakan semuanya hingga akhirnya Mamahnya memilih meninggalkan ayahnya.


Hanya mendengar saja Amanda merasakan sakit di ulu hatinya. Bagaimana jika dia diposisi Ayanda dulu?


"Tante, tenang saja. Ayah sudah berubah kok. Echa sangat melihat cinta Ayah ke Tante itu sangat tulus. Seperti ke Mamah," jelas Echa.


"Tolong bahagiakan Ayah, Echa ingin melihat Ayah bahagia seperti Mamah," pinta Echa.


Amanda hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Echa. Permintaan Echa terdengar sangat tulus. Dia pun memeluk tubuh Echa.


"Ada apa ini? Kok ada adegan peluk memeluk," ujar Rion yang baru saja tiba.


Amanda dan Echa tersenyum hangat ke arah Rion. Dan Rion pun mengecup satu per satu wanita kesayangannya ini.


"Gimana udah baikan?" tanya Rion yang sudah memeluk putrinya.


"Lumayan," jawab Echa.


Amanda menyuapi buah ke mulut Echa dan Rion secara bergantian. Mereka layaknya keluarga bahagia nan sempurna.


Rion dan Amanda membantu Echa untuk menuruni anak tangga. Echa ingin makan malam bersama ayahnya dan juga Amanda. Mbak Ina sudah memasak makanan kesukaan Echa.


"Banyak sekali," ucap Echa.


"Spesial untuk putri Ayah," balas Rion.


Amanda mengambilkan semua lauk yang ada di meja hingga Rion dan juga Echa tertawa. Dan Amanda hanya mengernyitkan dahinya bingung.


"Tante, ini makanan untuk orang yang udah seminggu gak nemu makan," ucap Echa dan disambut dengan tertawa renyah Rion.


Mereka menikmati makan malam dengan canda tawa. Mbak Ina yang melihat mereka dari kejauhan merasakan kehangatan yang luar biasa. Rumah yang sunyi sepi kini, kembali menghangat kembali.


Setelah selesai makan malam, mereka duduk santai di ruang keluarga. Amanda membawakan minuman kesukaan Echa dan juga cemilan.


Ketika melihat brownies cokelat almond, wajah Echa berubah sendu. Rion yang menyadari perubahan Echa langsung merengkuh tubuh putrinya.


"Echa kangen Mamah," lirihnya.


Amanda langsung memeluk tubuh Echa dan mengusap lembut punggung putri sambungnya ini. Pelukan Amanda mampu menghangatkan hati Echa. Rion tersenyum bahagia melihat kedekatan istri dan anaknya.


"Mulai sekarang, anggap Tante seperti Mamahmu. Meskipun Tante tidak sebaik dan selembut Mamahmu," pinta Amanda.


Echa tersenyum ke arah Amanda dan menganggukkan kepalanya pelan.


"Boleh Echa panggil Tante dengan sebutan Bunda?" tanya Echa.


Rion dan Amanda pun saling menatap heran. Mereka tidak menyangka Echa akan menerima Amanda semudah ini.


"Tentu saja boleh, Sayang," ucap bahagia Amanda.


"Boleh Ayah bertanya?" Hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Echa.


"Kenapa kamu memanggil Tante Manda dengan sebutan Bunda?"


"Echa memiliki Mamah dan Papa Gi. Echa dulu hanya memiliki Ayah yang belum punya pasangan. Karena Ayah sudah punya istri, jadi Echa manggil istri Ayah dengan sebutan Bunda," jelasnya seraya tersenyum bahagia.


"Jadi, Mamah dan Papa Gi. Ayah dan Bunda Manda," ucap Rion.


Echa hanya menganggukkan kepalanya. Rion dan Amanda pun memeluk erat tubuh Echa.


Benar kata Kakek, aku adalah anak yang sangat beruntung karena memiliki dua pasang orangtua yang sangat menyayangiku.


****


Jangan lupa like, komen dan juga vote. Sedih loh pop udah kek keong 🤧


Happy reading ...