
Hari semakin larut, Rion mengajak istrinya untuk kembali ke resort. Udara malam tidak bagus untuk kesehatan istrinya.
"Pulang, yuk. Udah kenyang, kan?" tanya Rion.
Amanda pun mengangguk dan mulai bangkit dari duduknya. "Hayu atuh, dari tadi mata tuh cewek-cewek ngeliatin Abang terus," gerutunya.
Rion pun tertawa lalu menggenggam jemari istrinya dan menciumnya. "Biarin aja atuh, mereka kan punya mata," jawab Rion.
Amanda mencubit perut Rion hingga terdengar suara ringisan. "Ampun, Yang."
Semua wanita yang ada di sana terpana akan ketampanan Rion. Benar-benar menjadi idola untuk mereka. Perlakuan manis kepada wanita dan tipe-tipe suami takut istri.
"Lamun lalakina juga kitu mah rela lah Abi jadi pelakor," ucap salah seorang wanita.
(Kalo lelakinya kaya gitu, rela lah aku jadi pelakor)
Si temannya menoyor kepala si wanita itu. "Maneh pikir iye teh sinetron ku menangis," sarkasnya.
(Kamu pikir ini tuh sinetron ku menangis)
Mereka berdua pun berdebat, sedangkan yang diperdebatkan sudah menaiki motor bersama istri tercinta.
"Kamu senang?" tanya Rion sambil mengendarai motor.
"Banget, makasih ya Abang," ucapnya lalu mengeratkan pelukannya ke pinggang sang suami karena udara sudah semakin dingin.
Pukul 23.30 mereka baru tiba di resort. Rion menyerahkan kunci motor kepada Pak Mat. Sedangkan Amanda sudah masuk ke dalam resort.
Amanda masuk ke dalam kamar dan melepas hijabnya. Tanpa dia sadari, sepasang tangan sudah mendekapnya dari belakang. Amanda tersenyum dan mengusap wajah tampan suaminya.
"Maaf ya, belum bisa memberikan waktu bersama untuk kita berdua," sesal Rion.
"Abang kan sibuk cari uang untuk Manda dan juga Echa. Manda mah gak masalah, Bang," ujarnya.
"Tapi, kan, kamu pasti ingin kaya suami-istri lain. Menikmati waktu berdua sebelum memiliki bayi," sahutnya.
"Gak usah memaksa, Bang. Jika, pekerjaan dan toko lebih penting. Nanti juga ada saatnya kita bisa menikmati waktu berdua. Seperti malam ini," ucapnya dengan senyum yang mengembang.
Rion membalikkan tubuh Amanda agar menghadap ke arahnya. "Makasih, udah mau menjadi istri Abang yang sangat sabar. Makasih, udah buat Abang jatuh cinta kepada bidadari surga seperti kamu."
Setelah berucap Rion mengecup kening Amanda sangat dalam dan lama. Amanda pun memejamkan matanya merasakan ketulusan yang suaminya berikan.
Setelah mengungkapkan rasa cinta, Rion dan Amanda membersihkan diri mereka. Barulah naik ke atas ranjang. Amanda merebahkan kepalanya di lengan Rion, dan menelusupkan wajahnya di dada sang suami. Begitu pun Rion yang tak hentinya mengecup ujung kepala sang istri dan memeluknya. Hingga mata mereka berdua terpejam dan tidak ada aktifitas apapun kecuali tidur. Karena mereka terlalu kenyang menyantap semua makanan hingga berimbas naik ke mata.
Pagi harinya, setelah solat subuh Amanda berdiri di balkon kamar resortnya. Memandangi pohon-pohon yang hijau dan suara burung berkicau. Udara pun sangat dingin namun segar. Padahal Amanda memakai sweater rajut dengan tangan di atas dadanya tapi, masih saja terasa dingin.
Tangan Rion meraba-raba tempat tidur. Namun, tidak ada yang bisa dia sentuh. Dengan terpaksa Rion membuka matanya, benar saja Amanda sudah tidak ada di sampingnya. Sedangkan, ini baru jam setengah enam pagi. Dengan langkah gontai Rion mencari istrinya, hingga dia berhenti di pintu menuju balkon. Bibirnya terangkat, ternyata istrinya sedang menikmati udara segar.
Pelukan hangat membuat Amanda membuka matanya, dan dia pun tersenyum ke arah suaminya yang sudah meletakkan dagu di bahunya.
"Abang tidur lagi aja. Masih pagi," titahnya.
Rion hanya menggelengkan kepala dan semakin erat memeluk Amanda.
"Ya udah, kita tidur lagi, ya," ajak Amanda.
Dia tahu suaminya masih mengantuk. Semenjak hukuman dari Amanda kemarin, Rion menjelma menjadi suami yang manja. Tidak bisa tidur jika, tidak di samping istrinya. Dan akan berteriak ketika dia bangun Amanda sudah tidak ada di tempat tidur.
Setelah menutup pintu balkon, Rion merebahkan tubuhnya kembali dan memeluk erat tubuh istrinya. Melihat Rion dengan mata terpejam membuat hati Amanda tenang dan semakin jatuh cinta kepada sang suami.
Berniat hanya menemani, ternyata Amanda pun ikut terlelap. Dan mereka baru terbangun ketika jam sudah menunjukkan pukul sepuluh.
"Sayang, kita langsung ke Jakarta aja, ya. Si Arya bawel banget niih," lapornya.
"Iya, terserah Abang aja," jawab Amanda sambil memoles bedak tabur di wajah cantiknya.
"Jangan cantik-cantik dandannya," ujar Rion.
"Iya Abang."
Semenjak kejadian di pantai ketika Amanda bertemu dengan Bian. Membuat rasa cemburu dan posesif Rion semakin meningkat. Sebagai istri yang masih normal, Amanda mencoba mengalah dengan peraturan gila yang suaminya buat.
Setelah selesai dan mengemasi sedikit barang mereka, sepasang suami istri ini meninggalkan resort. Pak Mat melajukan mobil ke sebuah mall besar, membuat Amanda heran.
"Abang bilang mau langsung pulang?" tanyanya.
"Jalan-jalan dulu, sekalian belanja keperluan kamu di sini. Dan ngisi perut kita lah, Yang."
Mereka memasuki area mall dengan saling bergandengan tangan. Sesekali bercanda ria layaknya para pasangan yang sedang di mabuk cinta.
"Bang, mau es krim itu." Tunjuk Amanda.
"Kamu belum makan, Sayang."
"Tapi, mau itu," tunjuk Amanda.
"Ya udah."
Rion dan Amanda memesan es krim yang istrinya inginkan. Karena Amanda penggila cokelat, yang dipesan pun es krim cokelat dengan taburan serba coklat di atasnya. Serta waffel kesukaannya. Setelah membayar, mereka menunggunya di sebuah meja dekat kaca.
Pesanan Amanda pun telah siap dan dengan lahapnya dia menyantap es krim. Rion hanya tersenyum dan mengusap kepala Amanda yang tertutup hijab. Amanda menyuapi Rion waffel yang diolesi es krim di atasnya.
"Enak tau, Bang. Buka mulutnya," titah Amanda.
Dengan terpaksa Rion membuka mulut, setelah masuk ke dalam mulut ternyata enak. Membuat Rion tersenyum bahagia.
Di sela-sela acara suap-suapan, panggilan dari seseorang membuat kegiatan mereka terhenti.
"A Rion, kan," ucap seorang wanita mungil berhijab dan bermata bulat.
Amanda dan Rion hanya saling tatap, dan Rion pun mengangkat bahunya ketika Amanda sudah mulai menampakkan kecurigaannya.
"A, aku ini Indy," kata wanita itu.
"Indy siapa?" tanya Rion sambil mengunyah wafel.
"Mantan Aa waktu SMA." Amanda pun tersedak wafel yang berada di mulutnya. Dengan lembut Rion menepuk-nepuk punggung Amanda dan memberikan lemon tea yang dia pesan.
"Pelan-pelan dong, Yang," ucap lembut Rion.
Wajah Indy yang awalnya secerah mentari kini berubah mendung mendengar ucapan Rion kepada wanita yang sedang duduk di samping mantan kekasihnya.
"Kabar kamu gimana, A?" tanya Indy yang sekarang sudah duduk di hadapan Rion dan juga Amanda.
"Kamu liatnya gimana?" tanya balik Rion tanpa menatap Indy. Dan sibuk menyuapi es krim ke mulut Amanda.
"Baik."
"Udah tau kok masih aja nanya," sahut Rion.
Indy hanya tertunduk ketika mendengar ucapan dari Rion apalagi tatapan matanya yang tajam. Amanda mengulum bibirnya menahan tawa. Dan masih menikmati drama yang sedang dimainkan sepasang mantan kekasih yang baru aja dipertemukan.
"Aa mah tega bentak-bentak aku," lirihnya.
Rion mengerutkan dahinya melihat kelakuan aneh wanita yang mengaku sebagai mantannya ini. Hingga memori otaknya mengingat sesuatu.
"Oh ... kamu tuh Indy mantan aku yang cengeng itu ya," ucapnya seraya memukul meja pelan.
Amanda pun tergelak dan wajah Indy kini sudah merah menahan malu. Apalagi, Rion berbicara dengan suara yang sedikit kencang.
"Ada-ada aja kamu tuh, Bang," ucap Amanda yang masih tertawa.
"Emang benar loh, Yang. Setiap Abang ngomong sedikit keras langsung deh nangis. Ujung-ujungnya minta putus. Besoknya dia sendiri yang minta balikan," ungkapnya pada Amanda.
Wajah Indy merah padam menahan malu. Mantan kekasihnya sama sekali tidak meliriknya. Malah asyik bercerita tentang dirinya yang cengeng kepada wanita di sampingnya.
Sedangkan Amanda dan Rion tidak menghiraukan Indy di depannya. Cerita Rion tentang Indy mengundang gelak tawa untuk Amanda.
"Kamu jahat, A," bentak Indy dan langsung meninggalkan mereka berdua.
Amanda dan Rion malah tertawa melihat sikap Indy seperti itu. "Bener kan yang Abang bilang," imbuhnya.
"Iya, terlalu cengeng menghadapi buaya burik macam Abang," jawabnya sembari tertawa.
"Seneng banget kamu, ya," ucap Rion sambil mencubit hidung istrinya.
"Hiburan gratis, Bang." Mereka pun tertawa bersama.
****
Happy reading ....