
Riz yang masih berada di luar pintu ruangan itu melihat seseorang terbaring tak sadarkan diri di lantai.
“Remaja itu–“
Tanpa pikir panjang, Jack masuk dan melihat keadaan remaja itu. dia berlutut dan mengangkat lengan kirinya lalu menyentuh perban yang membalut tangannya.
“Syukurlah masih hidup. Oh?! Anak-anak itu bahkan berusaha menutupi lukanya dengan balutan kain. Sepertinya mereka benar-benar mengenal anak ini. Dengan memindahkan dia ke tempat bersih seperti ini artinya mereka benar-benar menganggapnya penting. Luar biasa!”
Jack memuji tindakan anak-anak yang kabur itu dan memeriksa kembali seluruh bagian remaja itu. Setelah tidak menemukan hal yang aneh di tubuhnya, dia meminta Riz untuk masuk. Tentu saja Riz awalnya masih sangat takut tapi dia tidak bisa menghentikan rasa penasarannya.
‘Remaja yang dihargai 100.000 Franc oleh Jack-sama…teman dari Kaito dan kakak dari Ryou. Bagaimana ini? Aku benar-benar bingung sekarang! Di saat Arkan yang seharusnya menghadapi semua ini, justru aku yang berada di garis depan!’ seakan berteriak dalam hati, Riz berjalan masuk
Dia jelas melihat ada noda darah di lantai dan semua itu berasal dari remaja itu. ada dua plastik besar di dekat remaja itu dan tentu saja darah yang keluar dari lukanya.
‘Wajahnya…pucat. Aku cemas dia sudah kehilangan lebih banyak darah dari yang kukira dan mungkin saja dia sudah….’ Riz berkata dalam hati sambil menggigit bawah bibirnya dan terlihat panik
Jack memperhatikan wajah dan tubuh remaja itu.
“Warna bibirnya sudah mulai berubah. Hmm?”
Jack melihat ke arah sabuk pisau di pinggangnya. Dia tidak menemukannya pisau yang tersimpan di sana, yang membuatnya berpikir bahwa anak-anak itu telah mengambilnya. Akan tetapi, meskipun telah mengetahui hal itu tetap saja hanya sebuah senyum di bibirnya seakan semua itu sama sekali tidak berarti apapun untuk Jack.
Riz yang masih berdiri mulai melihat remaja itu lebih dekat. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran itu sehingga memunculkan pertanyaan dalam hati.
‘Apa yang membuat Jack-sama memberikan harga pembuka tidak masuk akal itu?’
“Riz, kau tidak mau melihatnya lebih dekat?”
Kebetulan sekali Riz juga sangat penasaran terhadap remaja itu. Tanpa banyak basa-basi dia berlutut dan mendekatinya. Dia melirik Jack yang tersenyum padanya sambil memintanya mencium tangan kiri remaja itu.
“Sekarang, coba kau pegang dan cium tangan kirinya ini”
“A–apa?!” Riz kaget mendengarnya
Bahkan dia sempat berkomentar dalam hati.
‘Tunggu tunggu tunggu tunggu, aku bukan homo! Kenapa aku harus mencium tangan remaja ini?! Tidak tidak tidak, jangan kau pikirkan itu dulu, Riz!’
Riz memegang tangan kirinya. Tentu saja dia tau bahwa tangan remaja itu berbalut perban dari kain. Warna merah pekat menandakan darahnya masih belum berhenti keluar. Perintah ‘cium tangan kirinya’ yang dikatakan oleh Jack dilakukan Riz meskipun agak ragu.
Seketika dia terkejut dan nyaris tidak bisa berkata apapun. Jack yang menyadari perubahan wajah Riz bertanya padanya dengan senyum bahagia.
“Kau yang sudah menjadi penjual mayat dan terbiasa mengolah mayat segar untuk dijual ke tempat ini pasti menyadari hal ini, kan?”
Bohong kalau Riz tidak menyadarinya. Dari wajah pucatnya saja, sudah terlihat jelas kalau dia bukan hanya menyadari hal tersebut tapi mengetahui 'sesuatu' yang tidak biasa itu.
“Da–darahnya…tidak berbau…”
“Tepat sekali” Jack tersenyum senang dengan wajah tampannya
“Kenapa?! Biasanya aroma darah manusia itu amis atau paling tidak memiliki bau yang khas dan–“
“Coba kau endus tubuh dan liurnya?”
-Glek
Riz menjadi sangat takut sekarang. Dia mengendus aroma tubuh di leher dan memasukkan ujung jarinya ke dalam mulut remaja itu untuk mencium liurnya dan betapa terkejutnya Riz.
Dia berdiri dengan cepat dan terlihat pucat seketika.
“Mu–mustahil…hal seperti ini…”
Riz berpikir keras dengan tangan gemetar.
‘Tidak berbau sama sekali! Bagaimana mungkin?! Baik darah dan air liurnya sama sekali tidak beraroma, ini jelas bukan hal yang dimiliki manusia normal?! Siapa dia sebenarnya dan apa dia ini?! Mungkinkah…mungkinkah Kaito dan temannya itu juga…’
Sekarang, Riz mengerti kenapa harga pembuka untuk melepas remaja itu begitu tinggi dan sangat tidak masuk akal.
‘Ini benar-benar berbahaya! Kalau seandainya benar Ryou dan Kaito juga memiliki keanehan di tubuh mereka seperti ini dan Jack-sama mengetahuinya…aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada mereka nanti!! Sial, kenapa malah melenceng jauh dari harapan seperti ini!’
Riz tidak bisa mengatakan apapun dalam hatinya kecuali rasa takut dan kekhawatiran. Benar-benar di luar scenario yang dibuat oleh mereka ber-empat sebelum datang ke tempat ini.
Jack yang terlihat mengelus rambut hitam remaja itu tersenyum dan terlihat senang sekali. Ketika selesai mengelusnya, dia berdiri dengan wajah sangat bahagia.
“Kau mengerti kenapa aku tidak lagi berminat dengan anak-anak itu dan enggan melepaskannya hanya untuk sebuah mayat Justin, kan?”
“……” Riz terdiam dengan wajah syok
“Karena itu aku katakan padamu kalau remaja ini sangat menarik. Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memiliki aroma. Kecuali kalau anak ini memang bukan manusia juga. Tapi, dilihat dari manapun dia tetaplah anak-anak dan juga manusia. Bagaimana caranya menjelaskan hal aneh ini?” Jack bertanya pada Riz
“Aku…aku tidak…tau” Riz menjawab dengan terbata-bata dan ragu
“Karena itu aku hanya akan melepas anak ini untuk harga pembuka dimulai dari 100.000 Franc. Jika kau memiliki uang sebanyak itu sekarang, aku akan memberikannya langsung padamu. Apa kau membawanya?”
“Kh…”
Dari reaksi Riz, terlihat bahwa dia tidak membawa uang sebanyak itu sekarang ini. Selain itu, karena dia dijemput paksa oleh Arkan sebelumnya tentu saja dia tidak menyiapkan banyak hal untuk dibawa.
Jack mengetahui hal itu dan hanya melihatnya sambil tersenyum.
“Kalau kau sudah puas melihatnya, ayo kita kembali ke kantorku dan bicarakan banyak hal di sana. Kue buatan istriku juga belum selesai kau makan, kan? Jika dia kembali dan melihat suguhan yang dia buat masih tersisa, aku harus memikirkan banyak alasan yang bagus agar dia tidak melemparkan pisaunya ke kepalamu. Ayo keluar”
Jack berjalan melewati Riz menuju pintu keluar tapi Riz masih berdiri memandangi remaja yang terbaring di lantai tersebut.
‘Dia sudah sedekat ini denganku namun aku tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkannya!! Bagaimana caranya aku bisa membawanya keluar dari sini tanpa membuat masa–‘
“Riz–“
-Deg
“–Kuharap kau tidak berpikiran yang macam-macam atau kau tau apa yang akan terjadi padamu. Kau tidak lupa siapa aku sebenarnya kan?”
-Gleek
Suara Riz yang menelan ludahnya terdengar kali ini, menandakan dia benar-benar sedang terancam. Padahal dia hanya berpikir untuk menyelamatkan remaja yang terbaring di lantai itu tapi sepertinya Jack memiliki firasat lain.
“A–aku tidak akan…melakukan hal gila yang akan membuatku berakhir seperti Justin-sama…Jack-sama”
“Itu bagus”
Riz menengok perlahan dan dia melihat Jack sudah berada di depan pintu keluar ruangan itu. dia tidak akan heran kenapa bisa dengan cepat Jack berada di sana. Selain itu, teknik berjalannya yang tidak memiliki suara itu benar-benar ciri khas seorang pembunuh profesional. Menakjubkan sekali panutan Riz itu.
Jack yang sudah berdiri di luar sekarang melambaikan tangannya sambil tersenyum.
“Ayo keluar, aku mau menutup pintunya”
Riz dengan berat hati meninggalkan remaja itu. Setelah pintunya ditutup, pikiran Riz tidak bisa berhenti memikirkan remaja itu.
‘Bukan hanya tidak amis tapi juga tidak tercium bau apapun dari tubuh dan darahnya. Haruskah aku berasumsi bahwa anak itu memiliki kelainan genetik? Jika benar, maka harga tinggi yang nyaris membuat orang kelas menengah ke bawah sepertiku jatuh miskin ini…sungguh sangat tidak wajar’
Riz menatap Jack yang ada di depannya dengan tatapan tajam dan melanjutkan persepsinya itu dalam hati.
‘Apakah Jack-sama salah mengidentifikasi remaja itu sehingga mengabaikan dua anak sebelumnya? Tapi, itu adalah hal yang paling mustahil! Mereka adalah pembunuh profesional yang sudah terbiasa membunuh. Mustahil mereka tidak menyadari perbedaan antara kelainan genetik dengan kondisi tubuh manusia normal. Remaja itu normal dan sehat! Berarti hanya ada satu hal yang bisa menjelaskannya’
Tanpa disadari, Riz bergumam pelan dengan mulutnya.
“Mereka tidak sama dengan kami semua”
“Mereka?” Jack yang mendengar hal itu bertanya pada Riz
“Bu–bukan apa-apa” Riz menjadi panik ketika Jack bertanya seperti itu
“Oh, aku ingat kalau Arkan mengatakan bahwa remaja itu teman dari pelaku pembunuhan Justin ya. Kau tau siapa nama dan seperti apa orangnya?”
“A–aku…aku tidak berpikir…aku bisa…mengatakan itu padamu, Jack-sama. Sejak Arkan sendiri juga…tidak memberitaukannya padamu” Riz menjawab dengan takut dan terbata-bata
“Hmm…kalau begitu mungkin setelah ini aku bisa menemuinya sebentar di pintu gerbang. Meskipun mungkin istriku sudah bertemu dengannya saat itu tapi tidak ada salahnya, kan? Ahahaha” Jack tertawa dengan santainya
Begitu mereka memasuki lobi di [La porte du Paradis], Jack tampak menyapa Lucy kembali lalu menaiki tangga tapi Riz terlihat mengabaikan wanita itu. Pikirannya tidak tenang karena memikirkan luka remaja itu.
Setelah Jack masuk kembali ke ruangannya, dia tampak langsung memakan kue buatan istrinya dengan senang.
“Seren cintaku itu memang cerdas! Apa ini sebutannya kemarin ya…red…vivid? Red velet? Apapun itu, pokoknya kue buatannya ini enak! Kau juga duduk dan makan red valid ini, Riz”
Riz duduk dan melihat kue di atas meja.
“Red velvet, Jack-sama”
“Benar! Itu namanya, red velvet! Kau jenius, Riz” Jack memuji Riz sambil memakan kuenya lagi
Jack bahkan menceritakan sebuah cerita lucu.
“Kau tau, istriku itu semakin hari semakin pandai memasak, tapi dia tidak pandai menyebut nama masakannya. Makan siang tadi saja, dia menyebut daging kambing muda yang dia masak sebagai daging bayi kambing. Aku hampir terkena serangan jantung mendengarnya. Benar-benar kecerobohan yang manis sekali, kan? Ahahaha”
Jack seperti menikmati pembicaraannya sendiri. Lalu tiba-tiba Riz membuka pembicaraan yang serius kembali.
“Jack-sama, apakah kau benar-benar akan melepaskannya untuk 100.000 Franc?”
Jack berhenti makan dan meletakkan piringnya di atas meja kembali.
“Tentu, tapi aku tidak memiliki niat sedikitpun untuk menurunkan harga pembukaannya. Justru mungkin aku akan menaikkannya menjadi 200.000 Franc sampai 500.000 Franc”
“500.000 Franc?! Itu benar-benar harga yang tidak masuk akal sama sekali?!” Riz seperti terkena serangan jantung mendengarnya
“Kenapa? Kau lihat sendiri hal istimewa dari anak itu, kan?”
“Tapi–“
“Akan kulepas untukmu sebesar 100.000 Franc seperti yang kubilang” tegas Jack
“……” Riz diam dan tidak jadi melanjutkan kalimatnya
“Mari kita kembali ke bisnis. Aku sudah memberitaumu harga pembukanya, aku juga sudah mengajakmu untuk melihatnya sendiri, kau juga bahkan sudah menyentuhnya dan memeriksanya. Sekarang, apakah kau memiliki uang sejumlah harga yang kuminta sekarang?”
Riz terdiam. Jawabannya sudah jelas kalau dia tidak memilikinya. Setidaknya sekalipun dia memilikinya, dia tidak membawanya sekarang.
“A–aku memilikinya tapi aku tidak membawanya sekarang. A–Arkan datang ke tempatku tiba-tiba dan aku tidak pernah berpikir akan diajak ke tempat ini lagi untuk menemaninya bertemu Jack-sama”
“Hmm, sayang sekali. Kalau kau tidak membawanya, itu artinya aku tidak bisa memberikan remaja itu padamu”
“Ta–tapi apakah jaminan atau sistem mencicil bisa dilakukan? Te–tentu saja aku akan melakukan apapun untuk membawanya pergi dari sini!” Riz tetap bersikeras untuk menawar
Jack menatap Riz dengan tatapan serius lalu bertanya padanya.
“Riz, bayangkan aku adalah penjual permata dan berlian. Untuk membeli batu berharga apakah sistem jaminan itu berlaku?”
-Deg
Jantung Riz terkejut mendengarnya. Seakan tidak bisa membalas kata-katanya, Riz hanya terdiam. Jack melanjutkan kalimatnya.
“Apakah penjual permata dan berlian akan menunggu pelanggan yang tidak memiliki uang untuk membeli batu berharga itu? Tentu kau yang merupakan pedagang juga menyadari jawabannya dan itu berlaku padaku juga. Aku tidak akan menunggumu untuk membeli anak itu, kau tau. Jika memang kau tidak memiliki uangnya maka lupakan soal transaksi jual-belinya dan menyerah saja”
“Menye–“
“Paling tidak, jika kau mau membelinya sebelum waktu pembukaan tiba aku masih akan memberikanmu harga awal seperti yang kutawarkan. Tapi jika sudah pembukaan, aku akan menaikkan harganya dan akan mulai berpikir untuk menjualnya sebagai mayat utuh, manusia hidup atau telah terpotong”
******