
Setelah Misha pergi, semua kegaduhan mulai terkontrol oleh anggota lain yang ada di sana. Mereka memproses semua pendaftaran milik para calon siswa dan sedikit demi sedikit kegaduhan berakhir dengan sendirinya.
Emilia dan Tatiana yang ada di sana mencoba menenangkan peserta lain.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya”
“Untuk semua peserta yang ingin mendaftar, silahkan ke sini”
Ryou berjalan kembali ke tempat sang kakak yang sudah pucat.
“Kino? Kau kenapa?”
“Aku masih syok. Tolong jangan membuatku lebih syok dari ini, Ryou. Aku mohon padamu. Ini tidak baik untuk kesehatan jantungku”
“Memang jantungmu kenapa?”
“......” Kino hanya terdiam memandangi wajah sang adik yang tenang
Emilia menghampiri ketiganya.
“Kalian bertiga…”
Ketiga remaja dari dunia lain itu melihat Emilia yang datang. Kaito berusaha tenang dan bicara dengannya.
“Maafkan kami untuk keributannya”
“Aku yang seharusnya minta maaf karena sudah melakukan hal yang memalukan. Terima kasih untuk bantuannya karena sudah mau membelaku”
Ryou berdalih, “Aku tidak membelamu. Gadis itu memang menyebalkan. Dia pikir dia siapa?”
“Dia adalah Lady Misha Diana Midford, putri dari keluarga pahlawan yaitu Keluarga Midford dan tunangan dari Rexa van Houdsen-sama, putra Marquis van Houdsen yang merupakan kapten dari Divisi Eksekutor”
Akhirnya ketiga remaja dari dunia lain itu harus menerima kenyataan yang cukup sulit.
‘Xenon-san mungkin tidak akan menyukai calon iparnya itu. Bagaimana perasaan Rexa-san jika tau sifat asli calon istrinya seperti ini?’
‘Kakak Xenon buruk dalam mencari calon istri. Aku yakin dia memiliki kelainan’
‘Aku yakin ada yang salah dengan mata kakak Xenon itu. Aku penasaran seperti apa wajah kakaknya’
Itulah isi pikiran dari ketiganya. Sungguh sangat sopan sekali, bisa berpikiran sejauh itu untuk orang yang tidak pernah ditemui sebelumnya.
Lupakan itu, Emilia melanjutkan kalimatnya kembali.
“Apa kalian ingin melakukan proses administrasi?”
“Iya. Kami ingin melanjutkan proses administrasinya” jawab Kino sopan
Emilia terdiam dan melihat Ryou kembali.
“Aku harap kamu tidak mengatakan hal seperti itu lagi. Meskipun itu mungkin dilakukan untuk menolongku, tapi jika kamu menantang bangsawan maka–”
“Jangan salah paham. Aku sudah bilang kalau dia memang menyebalkan, kan? Secara pribadi, aku tidak suka mulutnya itu. Dan aku juga tidak suka sikapmu itu”
“Sikap?”
“Sikap yang menganggap semua hal akan baik-baik saja selama kita berbuat baik. Memangnya dunia ini bekerja seperti itu?”
“......” Emilia terdiam mendengarkan ucapan Ryou
“Sesekali beranilah karena itu semua menyangkut harga dirimu sendiri”
“Ryou, jangan bicara begitu!” Kino menarik tangan sang adik dan memperingatkannya
“Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya”
“Tapi itu tidak baik”
“Aku mau selesaikan ucapanku dulu” Ryou melepaskan tangan sang kayak dan melihat Emilia, “Jangan lupakan hal yang paling penting. Kaum bangsawan itu tidak akan ada jika bukan karena perjuangan leluhurmu dulu dengan dukungan kerajaan dan rakyatnya. Ingat itu”
“Selama masih sama-sama bernapas menghirup oksigen, di mataku kalian yang bangsawan atau tidak itu sama saja. Kecuali kalau bangsawan seperti gadis manja itu bernapas menghirup belerang”
“......” semua orang yang mendengar itu terdiam
Tidak lama kemudian, beberapa dari orang-orang di sana bertepuk tangan dan bersorak.
“Huwaa! Hebat!”
“Orang asing ternyata bisa juga bicara begitu!”
“Aku rasa aku cukup setuju dengan kalimatnya itu”
Kino dan Kaito mendengar omongan dari para peserta dan orang-orang di lobi.
“Di luar dugaan. Kita mungkin sudah terlalu mencolok. Tapi aku setuju dengan kalimat Ryou. Walaupun mungkin tidak semua orang berpikiran hal seperti itu” gumam Kaito pelan
Kino sudah cukup bersabar dan menarik mundur sang adik. Sang kakak bahkan meminta maaf pada Emilia untuk kekacauan ini.
“Maafkan adikku. Aku benar-benar minta maaf. Dia anak baik, hanya saja mungkin sedikit berlebihan”
“Tidak apa-apa. Aku mengerti. Aku menghargai ucapan itu. Kita tidak perlu membahasnya, silahkan untuk administrasinya”
Emilia mengabaikan hal itu, namun Tatiana tidak menganggap itu biasa. Dia berbisik pada Emilia.
“Emilia-sama, bukankah mereka itu yang dimaksud Emily-sama dan Xenon-sama?”
“Benar. Kita akan bicara dengan mereka setelah ini. Selain itu, hal ini juga mungkin akan mengundang pertanyaan dari Dewan Sekolah. Kita harus berusaha memberikan penjelasan terbaik”
“Tapi, mencoba menutupi kesalahan Misha-sama itu–”
“Tatiana-sama, tolong tenangkan dirimu. Untuk hal itu, aku yang akan mengurusnya sendiri. Jika sampai Lucas mengetahui hal ini saat kembali, dia mungkin akan lebih pusing lagi”
“Aku…mengerti”
Meskipun berat hati namun akhirnya Tatiana hanya bisa mengangguk setuju.
Proses administrasi cukup memakan waktu lumayan lama karena kegaduhan sebelumnya, namun giliran ketiga remaja dari dunia lain itu tidak begitu mengalami kendala.
Setelah selesai, Emilia mengatakan sesuatu.
“Apa kalian sudah membawa barang kalian untuk pindah?”
“Sudah, kami sudah membawanya. Apakah kami akan tinggal di asrama sekarang?” tanya Kaito
“Kalian bisa pindah setelah ini. Dimohon untuk kembali ke sini jam 1 siang. Selama itu, kalian bebas melakukan apapun termasuk berkeliling”
“Mengerti”
**
Di lain sisi, Misha yang telah pergi menyendiri akhirnya mengeluarkan aura sihirnya.
“Dasar rakyat miskin kotor!! Beraninya dia memanggilku dan menyamakanku dengan anjing!”
“Dia pikir dia siapa?! Akan aku ingat wajah itu!”
“Bukan hanya si darah kotor dan wanita boneka itu yang akan aku buat menyesal. Anak miskin yang sok dan bermulut perempuan itu akan kubuat menderita”
“Dia tidak perlu hidup. Aku akan membuatnya menyesal sudah berani menentang Midford”
“Tidak akan aku maafkan, tidak akan pernah aku maafkan”
Misha menarik napas dan menghembuskannya. Gadis itu berusaha tenang sekarang dan bergumam dalam hati.
‘Virgo dan yang lainnya ada di sini. Mereka ada di suatu tempat. Mungkin saat aku di lobi, mereka sedang pergi jadi tidak melihatku
‘Aku yakin di antara mereka ada yang mengenal anak miskin yang sombong itu’
‘Aku akan meminta mereka menghabisinya. Dia seperti siswa yang baru lulus ujian seleksi. Heh, jangan harap dia bisa ada di sini sangat lama. Aku akan membuatnya menyesal karena sudah mempermalukanku’
‘Dan untuk Xelhanien itu…tidak akan aku biarkan merebut Rexa-sama! Tidak akan!’
**
Di ruang rapat Dewan Sihir, Emily yang sedikit mengetahui keadaan di akademi mulai terlihat serius.
“Emilia mungkin tidak akan mengadukan hal ini. Tapi, Emily yang akan mengadukan ini pada Lucas dan Rexa-sama”
“Gadis menyebalkan itu masih tidak tau bahwa hubungan pertunangan miliknya itu nyaris berakhir”
“Emily akan membuatnya menyesal sudah mempermalukan Emilia. Selain itu…Yuki Ryou ya…”
“Emily berhutang ucapan terima kasih padanya. Adik Kino itu ternyata cukup baik. Emily mungkin tidak akan keberatan jika Ryou juga bergabung dengan Emily nanti”
******