
Keempat half-elf sebelumnya telah sampai di kediaman Earl Midford.
“Kalian telah kembali. Cepat sekali. Bagaimana hasilnya?” tanya seseorang dengan rambut perak bertelinga runcing
“Kami telah kembali, Master” kata keempatnya secara bersamaan
“Syukurlah. Lalu bagaimana hasilnya?”
“Semua berjalan lancar. Setidaknya aku hampir membunuh darah kotor yang ditargetkan oleh Earl” jawab Vares
“Kau bertemu dengan Xenon van Houdsen?” tanya Rayel
“Aku bukan hanya bertemu dengannya, dia itu penguji di ruanganku. Selain itu, ada si kembar dari kediaman Rottenburg juga di sana sebagai pengawasnya”
Mendengar itu, pemuda berambut perak bertelinga runcing itu menghampirinya.
“Kenapa tidak membunuhnya saat itu, Vares?”
“Itu karena dia cukup kuat dan pengawas ujian di sana juga menyadari niatku. Awalnya aku ingin membunuhnya lebih cepat. Tapi, tampaknya Xenon van Houdsen memang bisa dibilang kuat. Selain itu, dia sendiri juga masih menyembunyikan kekuatannya”
Pemuda itu tampak tidak begitu senang dengan jawaban Vares, namun Galaktika tiba-tiba bicara.
“Vares sudah melakukan hal yang benar dengan tidak membunuhnya saat itu, master”
“Galaktika, kenapa bicaramu begitu yakin? Apa yang membuatmu berpikir demikian?” tanya pemuda tersebut
Galaktika baru saja ingin menjawabnya, namun tiba-tiba Virgo bicara, “Itu karena Lucas Xelhanien melihat dari jauh”
“Apa?”
Virgo menceritakan suasana yang dirasakan olehnya saat ujian, “Saat itu, Mark menggunakan sihir yang membuat kami semua bisa mendengar suara Lucas Xelhanien dari kejauhan. Itu jelas sekali benar-benar Lucas Xelhanien”
“Suara itu sendiri yang mengatakan bahwa dia menggunakan sihirnya untuk melihat secara langsung pertarungan, sihir yang digunakan oleh setiap peserta termasuk apa yang dikatakan oleh peserta ujian saat ada di ruang ujian”
“Selain itu, tampaknya setiap penguji memiliki hak istimewa untuk mengusir peserta yang tidak dia sukai karena alasan khusus seperti terlalu berbahaya, menggunakan tindak kekerasan pada peserta lain serta mengeluarkan aura membunuh” lanjut Virgo
Galaktika mencoba tenang dan berkata, “Apa yang dikatakan Virgo benar, master. Penguji di ruanganku adalah Emily Xelhanien dan dia jelas melempar seorang peserta dan beberapa peserta lain yang dinilai kasar pada penguji”
Pemuda yang dipanggil master itu akhirnya diam dan melihat Vares kembali.
“Jika yang dikatakan mereka itu benar, maka aku rasa kamu bisa melakukannya kembali saat sudah resmi menjadi murid di dalam akademi itu.
“Kalian harus membunuh target kita dan membawa Artifact kembali. Semua ini demi dendam masa lalu dan kejayaan ras yang terbuang”
“Lucario mungkin bisa menyembunyikan banyak hal dari semua orang di negara ini, tapi tidak dengan nasib kita yang telah dipermainkan olehnya”
“Dia harus membayar semuanya dan kita akan menjadi ras terkuat yang akan menguasai negara ini segera”
Terlihat jelas bahwa seseorang yang disebuh master itu begitu berambisi.
Namun tanpa diketahui olehnya, Galaktika sudah tidak bisa lagi satu paham dan mengikuti sang master.
‘Aku mungkin tidak bisa lagi setia pada master, tapi aku memegang janji dari Duke Xelhanien untuk memberikan kehidupan yang layak bagi kami’
‘Jika memang semua itu bisa menyelamatkan kami semua dan memberikan kehidupan yang layak pada semua teman-teman kami, aku tidak bisa menolak dan mengabaikannya’
‘Selain itu, aku juga masih memikirkan kata-kata Duke Xelhanien mengenai sesuatu yang disembunyikan oleh Earl Midford’
‘Jika memang memanfaatkan kami adalah sesuatu yang dilakukannya untuk mencapai tujuan lain selain mendapatkan kekuasaan, maka itu layak diselidiki’
Earl Midford yang duduk di dekat jendela di dalam ruangan tersebut mulai bicara.
“Aku ingin semuanya berjalan lancar. Selain itu, kita harus bisa mendapatkan hal yang selama ini kita inginkan. Perbuatan mereka pada kalian pantas mendapatkan balasan”
“Kita akan membawa era baru untuk kerajaan dan negara ini”
“Benar, Earl benar. Kita akan melakukannya” kata pemuda yang dipanggil master. Sambil melirik ke arah yang lain, dia mengatakan bahwa mereka bisa istirahat sekarang.
“Terima kasih banyak, master”
Keempat remaja itu segera keluar dari ruangan itu.
Di dalam lorong koridor tempat tinggal Earl, mereka berjalan bersama sambil membicarakan beberapa hal.
Rayel bertanya, “Yang kau ceritakan padaku saat aku menjemputmu sebelum pulang?”
“Benar. Namanya Kaito. Dia pengguna sihir angin dan sepertinya dia cukup berpotensi. Dia bisa nyaris bertarung seimbang dengan seorang Mark meskipun belum semua kemampuannya digunakan”
“Selain itu, gerakannya juga seakan terbiasa dengan pertarungan dan yang lebih mengesankan adalah hampir semua sihir yang dilakukannya adalah sihir [Art]”
Ketiga temannya yang lain cukup terkejut dengan penuturan Virgo mengenai Kaito dan sihir [Art] miliknya. Bahkan Rayel sepertinya begitu tertarik dengan sosok yang belum dia lihat itu.
“Hampir semuanya adalah sihir [Art]?! Itu bagus! Lalu kenapa kita tidak menjadikannya sebagai teman? Besok kita bisa melakukannya. Virgo, aku akan menemanimu lagi!” kata Rayel dengan antusias
“Sepertinya aku juga cukup tertarik dengan orang yang kau ceritakan itu. Mungkin saja dia bisa membantuku menyingkirkan seseorang dari ruanganku juga”
“Menyingkirkan seseorang dari ruanganmu? Apa maksudnya?”
“Saat aku hendak membunuh Xenon, aku sempat dihentikan oleh anak kembar dari keluarga pahlawan itu. Kemudian ada salah seorang peserta yang tidak begitu aku ingat nomor ujiannya menghampiriku dan mengatakan bahwa aura membunuh kita sempat terasa olehnya”
“Apa?”
Galaktika tidak terlihat begitu terkejut sejak dia sudah lelah untuk kaget, namun tampaknya dia cukup tertarik dengan dua orang yang dikatakan oleh dua temannya itu.
‘Mungkinkah aku juga bisa melakukan sesuatu dengan pemuda bernama Kaito dan orang yang diincar Vares?’
‘Aku harus bisa membuat sebuah perubahan agar mereka semua mau percaya pada penjelasanku tentang Lucas Xelhanien. Tapi, langkah apa yang sebaiknya aku lakukan sekarang?’
Rayel memperhatikan Galaktika yang seolah sedang berpikir.
“Galaktika, kau kenapa?”
“Aku hanya berpikir…selama ini…kira-kira tujuan apa yang mungkin dimiliki oleh Earl sampai mau sejauh ini membantu kita semua?”
“Pertanyaan bodoh macam apa itu?! Tentu saja demi kesetaraan bangsa kita yang dikucilkan oleh mereka” jawab Vares dengan tegas
“Tapi, apakah mungkin ada keinginan lain di hati Earl untuk berbuat lebih dari itu?”
Pertanyaan Galaktika semakin membuat ketiga temannya cukup bingung sekarang. Virgo bahkan menatapnya dengan sinis sekarang.
“Kau kenapa? Kenapa jadi bertanya hal yang tidak-tidak seperti itu?”
“……” Galaktika hanya diam
Di dalam hatinya, dia berpikir, ‘Ini akan gawat jika diteruskan. Sebaiknya aku memikirkan rencana lain untuk mendapatkan simpati mereka. Setidaknya, aku harus bisa membuat salah satu dari mereka mau mendengarkan dan percaya padaku’
‘Jika Duke Xelhanien lebih bisa dipercaya dibandingkan dengan Earl, aku akan melakukan semua yang aku bisa’
Galaktika tidak menampakkan wajah yang penuh dengan keraguan dan kecurigaan.
“Tidak ada. Aku hanya bertanya-tanya sejak master dan Earl sering sekali bicara satu sama lain. Selain itu, Barbarossa-sama dan Evergreen-sama juga selalu bersama mereka berdua”
“Aku berharap mereka mau sedikit berbagi informasi penting juga pada kita. Itu yang kumaksud”
Alasan bagus dari Galaktika. Dengan mengatakan ingin dilibatkan dalam hal penting para pemimpinnya, itu membuat kesan ketiganya berubah.
“Aku juga sama sepertimu, Gal. Sepertinya itu tidak salah. Kurasa kita memang harus coba bertanya nanti” ucap Vares
“Begitu. Aku akan istirahat dulu. Kalian bertiga juga sebaiknya istirahat dan persiapkan untuk besok. Kita akan mulai bisa bergerak bebas untuk tujuan kita”
“Galaktika benar. Kalau begitu, aku akan kembali ke kamarku” Virgo berjalan menuju kamarnya diikuti oleh Rayel di belakangnya. Vares juga akhirnya meninggalkan Galaktika sendirian.
Saat ketiga temannya pergi, Galaktika melihat dirinya di kaca jendela dan pantulan bayangannya.
‘Sudah tidak ada!’ dia terkejut. Galaktika jadi menyadari bahwa Lucas memang bisa memegang janjinya. Di dalam hatinya, Galaktika telah menetapkan hatinya dan terlihat serius.
‘Aku rasa aku tidak punya pilihan. Aku akan mendukungnya dan terpaksa menjadi pengkhianat demi bisa mendapatkan semua yang telah dijanjikan Duke Xelhanien padaku’
‘Jika memang itu semua bisa menyelamatkan martabat dan semua ras kami, menjadi mata-mata untuk Duke
mungkin bukan hal yang buruk’
******