
Sebuah tanda diberikan sebagai permulaan ujian.
Mark yang diam tanpa melakukan perlawanan mulai mendapatkan serangan awal yang cukup bagus dari para peserta.
"Rasakan ini, [Fire Ball]"
"[Aqua Element]"
"[Wing Waver]"
Serangan bertubi-tubi dari tembakan element sihir dikeluarkan. Mark mengarahkan tangannya untuk menahan serangan seraya mengaktifkan sihirnya.
"[Block Attack: Sword of Revealing Light]"
Sebuah cahaya pedang yang banyak muncul dari atas dan membuat semacam tembok untuk menahan serangan tersebut.
Ketiga lizardman yang awalnya berada di depan akhirnya mundur ke belakang secara perlahan saat peserta lain mulai maju.
Mark hanya mengamati sekelilingnya dan tiba-tiba dari arah bawahnya, ada sebuah serangan lain yang datang.
"Terima itu, [Fissure]" teriak seorang peserta dari kejauhan
Sosok yang muncul dari awah bawah Mark adalah tangan bayangan yang mencoba menariknya masuk ke tanah yang muncul akibat pengaktifan sihir.
Mark hanya diam melihat semua tangan itu memeganginya. Dia memang sedikit demi sedikit masuk ke dalam tanah ciptaan sihir yang aktif, tapi dia langsung mengaktifkan sihir lainnya.
"[Magic Jammer]"
Seketika semua sihir itu hilang, dan Mark berhasil menghindar dari semua tangan sihir itu.
"Cih! Dia berhasil mengalahkannya" kata orang yang menggunakannya
"Apa segini kemampuan kalian?" tanya Mark santai
"Jangan bercanda!" terdengar suara dari atas
Mereka adalah peserta yang menggunakan sihir pemanggil. Mereka memanggil monster tanpa disadari oleh penguji tersebut.
"Serang dia, Wyvern!!"
Wyvern, itulah monster yang dipanggilnya. Di atas punggung makhluk itu, terdapat peserta yang memanggil makhluk tersebut.
Dengan mengeluarkan pedangnya dan bersiap dengan cakar monster yang dipanggilnya, kombinasi serangan mulai dilakukan.
Mark menghindari cakaran monster tersebut tanpa mengeluarkan kedua pedangnya. Langkahnya ringan seperti menari.
'Bagus juga memanggil makhluk seperti itu untuk menyerangku' puji Mark tanpa senyuman
Dari atas wyvern, peserta yang menungganginya langsung melemparkan sihir ledakan lain.
Saat Mark menghindari tembakan tersebut, dia mendengar teriakan dari sisi belakangnya.
Dia menengok ke belakang dan menyadari bahwa peserta lain yang diabaikannya mulai melancarkan serangan balik.
Dari arah depan secara langsung, seluruh peserta menyerangnya dengan sihir mereka.
Hampir semua yang menyerang sang penguji adalah sihir yang didominasi oleh jenis sihir ledakan.
Semua sihir tersebut tidak ada yang berguna.
"Cih! Pedang cahaya yang memblokir serangan kita masih ada rupanya" umpat seorang peserta yang menyerang dari depan
Efek sihir dari penghalang [Block Attack: Sword of Revealing Light] masih ada di depan Mark sehingga semua peserta langsung berlari ke sisi samping untuk kembali menyerang.
"Terima seranganku!"
Sekarang peserta menyerang Mark dengan sebuah senjata fisik yang berbentuk pisau dagger.
Tapi, ada sihir yang tidak terlihat dari sisi belakang pisau tersebut. Seperti serangan angin namun lebih cepat dari itu.
Mark menyadarinya, "Sihir percepatan ya. Tampaknya mereka terlalu menggebu-gebu"
Mark dengan mudah menghindari serangan tersebut. Serangan tersebut tidak ada yang berhasil.
Di luar penghalang, Kaito memperhatikan gerakan Mark.
'Ini tidak mungkin. Penguji itu hanya bermain-main dengan mereka semua?'
'Setelah serangan beruntun yang didominasi oleh ledakan yang banyak, dia hanya menghindar dengan berlari?!'
'Apa dia serius melakukan semua itu?'
Kaito melirik ke sisi belakang peserta yang bertarung. Itu adalah ketiga lizardman yang masih belum melakukan serangan apapun.
"Kenapa mereka diam saja seperti itu?"
Virgo menengok ke arah Kaito.
"Tadi kau bilang apa?"
"Para lizardman itu, mereka tidak melancarkan serangan apapun. Bagaimana menurutmu?"
Virgo melihat para lizardman yang dimaksud. Di dalam sana, mereka bertiga terlihat seperti sedang melakukan semacam ritual atau pelafalan sihir.
"Apakah mungkin mereka sedang mengeluarkan sihir kombinasi?"
"Sihir kombinasi?"
"Sihir yang dilakukan secara bersama dengan menyatukan sejenis elemen sihir. Aku pikir mereka sedang melakukannya"
"Tapi, aku rasa bukan" Kaito menatap tajam
"Maksudmu?"
"Mungkin saja mereka ingin mengeluarkan sihir yang sama seperti ledakan tadi. Aku kurang yakin. Tapi mereka cukup aneh"
"......" Virgo mulai serius memperhatikan
Mark juga menyadari bahwa yang menyerang hanya ketujuh peserta yang sama.
'Para lizardman itu...sepertinya bermaksud melakukan sesuatu' pikirnya
Salah seekor lizardman mulai berteriak, "Kita akan mengalahkan penguji itu! [Summoning Magic: Two Headed Thunder Dragon]
-Ctaaar
Sebuah petir keluar. Para peserta lain di luar arena begitu terkejut dengan suara itu.
"Petir!"
Virgo melihat pemandangan itu dengan mata lebar.
"Two Headed Thunder Dragon katanya?!"
"Thunder Dragon?" Kaito tampak bingung
"Kau tidak tau?! Itu adalah monster pemanggilan yang membutuhkan tiga elemen atau lebih untuk digabungkan sebagai syarat pemanggilannya!" jelas Virgo
"Syarat pemanggilan?"
Virgo sedikit memberikan penjelasan.
"Beberapa monster sejenis naga biasanya butuh dua elemen atau lebih untuk digabungkan. Misalnya api dan tanah, air dan angin, angin dan api dan seterusnya"
"Kenapa?"
"Karena monster naga biasanya memiliki elemen yang berbeda. Es, racun, petir, badai, besi dan elemen asing yang hanya bisa dihasilkan oleh penggabungan elemen" jelas Virgo
Kaito memperhatikan ada dua kepala naga dengan satu tubuh yang dikelilingi petir di sekitarnya.
Melihat betapa besarnya monster tersebut membuat Kaito cukup syok.
"Itu...naga?"
"Two Headed Thunder Dragon adalah elemen petir. Dia membutuhkan gabungan dua sihir utama yaitu air dan logam"
"Tapi dari elemen itu tidak mewakili petir" Kaito mulai heran
"Memang. Tapi selama ada sihir elemen air dan sihir material logam, satu elemen lainnya tidak jadi masalah"
"......" Kaito terdiam mendengar penjelasan Virgo
Di dalam hatinya, Kaito berpikir.
'Konsep yang sulit. Aku tidak mengerti mengenai hal itu karena Xenon belum pernah menjelaskannya padaku'
'Kalau soal pemanggilan bersyarat, hal ini pernah ada di artikel yang membahas soal sihir hitam yang membutuhkan nyawa untuk memanggil monster atau makhluk tertentu'
'Tampaknya monster pemanggilan bersyarat yang umum tidak membutuhkan nyawa melainkan penggabungan elemen sihir yang dimiliki'
'Selesai ujian ini, aku akan bertanya pada Xenon dan memintanya menjelaskan semua itu padaku'
Kaito memperhatikan kembali pertarungan tersebut.
Di dalam arena, Mark dengan santai melihat monster itu.
"Kalau begini, aku harus mengalahkan mereka dalam sekejab atau mengalah pada mereka?" gumamnya
Mark berpikir dalam hati, 'Aku hanya ingin bertarung serius melawan kedua peserta daftar kosong itu. Tapi, akan jadi hal yang tidak profesional jika aku tidak sungguh-sungguh menguji mereka'
'Tampaknya aku harus kejam sedikit dan menilai mereka. Dari segi kemampuan, mereka lulus. Tapi dari segi kerjasama, mereka tidak ada yang bagus'
'Rasanya sungguh dilema jika harus meluluskan mereka semua. Aku benci peserta yang tidak bisa menelan kalimatku'
Mark menghela napas berat, "Lucas akan memberiku ceramah setelah ini"
"Bersiaplah! Two Headed Thunder Dragon, serang dia!"
Lizardman itu memerintahkan monsternya untuk menyerang Mark.
Bersama serangan kombinasi, peserta lain mengeluarkan sihir yang membuat Mark tidak bisa bergerak.
"Jangan pikir kau bisa lolos! [Block Attack]"
Sihir yang membuat Mark terdiam di tempat tanpa bisa menyerang.
"Hmm, sepertinya aku sudah salah menilai. Mereka bisa bekerja sama juga rupanya"
Serangan tembakan dan naga berkepala dua yang hendak menyerangnya mulai mendekat.
"Serang dia! Two Headed Thunder Dragon, Thunderbolt Destruction!!!"
-DUAAAAAR
Sebuah ledakan besar yang ditembakan oleh naga itu membuat penghalang itu hampir retak akibat daya serangnya.
Peserta di luar arena hanya bisa menatap syok dan tidak bisa berkata apapun.
Virgo memperlihatkan senyuman tipisnya.
'Jika sampai kalah, berarti Marquis Vermilion bukan apa-apa. Serangan monster dengan tiga penggabungan elemen pasti tidak akan...apa?!'
Semua orang terkejut. Kaito hanya menyipitkan matanya sambil bergumam pelan.
"Dia tidak akan disebut orang terkuat tanpa alasan"
Serangan ledakan tadi membuat asap yang tebal. Di saat seluruh peserta yang melawan Mark terlihat sangat senang, ada suara yang tidak asing untuk mereka.
"Menakjubkan. Awalnya aku ingin menggagalkan kalian semua. Tapi rupanya harus kupikirkan ulang"
"Tidak mungkin..." lizardman itu menjadi pucat
Terlihat Mark yang baik-baik saja tanpa tergores sedikitpun.
Dengan santai, Mark melihat mereka.
"Aku rasa sudah saatnya aku yang menyerang kalian"
******