Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 308. Ujian Masuk Akademi Sekolah Sihir: Area Level B bag. 6



Kino dinyatakan lulus meskipun dia sendiri bingung dengan hasilnya.


'Aku merasa seperti ada yang tidak benar di sini'


Dan begitu dia melihat ke arah luar arena, dia seperti melihat mata peserta lain bersinar seperti ingin membunuhnya saat dia keluar dari sana.


'Aku dalam bahaya' katanya dalam hati


Emily masih memeluk Kino dan memberikan sedikit hadiah berupa hal yang tidak pernah di berikan olehnya kepada yang lain.


Tangan Kino ditariknya dan...


-Cuup


Sebuah ciuman di pipi mendarat. Kino langsung terdiam tanpa kata. Kedua pengawas ujian yang menemaninya sampai menutup wajah mereka dan berkata dalam hati.


'Korban incaran Emily-sama yang baru'


Entah apa maksudnya itu, tapi yang jelas hal itu adalah sebuah masalah serius untuk Kino.


"E–Emily-san?! Apa yang kamu lakukan?!"


Wajah Kino memerah dan Kino berubah panik.


Dia yang tidak pernah mendapatkan ciuman dari wanita manapun selain ibunya, mendapatkan ciuman di pipi dari seorang gadis berusia 11 tahun.


"Kyaaa~Emily malu! Emily terlalu senang Kino lulus. Jangan keluar dulu dan tunggu sampai semuanya selesai ya"


Gadis itu terlihat senang sekali di saat Kino masih bingung.


Aura pembunuh semakin kuat terasa dan itu berasal dari luar arena.


'Kami-sama, aku belum mau mati sebelum kembali ke Jepang' katanya dalam hati dengan nada lirih


Gadis itu menarik tangannya menuju jalan keluar dari arena.


"Ayo sini sini, keluarnya hati-hati dan jangan sampai tersandung. Pelan-pelan saja ya"


Ini seperti Kino benar-benar baru dapat kekasih baru.


Sungguh seorang Lady yang perhatian sekali.


Ketika Kino turun keluar arena, senyum Emily mendadak menghilang.


[Trickstar Narkissus]


Sebuah sihir yang dilakukan untuk menandai target melalui ciuman pada anggota tubuh seperti tangan atau pipi.


Efeknya tidak bisa diketahui dan dideteksi oleh pengguna sihir manapun kecuali oleh si pemilik sihir.


Sihir tersebut bisa melacak, melihat dan memberitau kondisi sihir targetnya.


'Emily harus mengambil langkah ini untuk mengetahui apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh Kino dan dua orang temannya'


'Bukan karena Emily curiga pada Kino. Tapi, sejak Emily melihat temannya yang membawa pedang itu, Emily tidak bisa membaca siapa dia sesungguhnya'


'Mereka bertiga memiliki kekuatan lain yang disembunyikan oleh suatu penghalang sihir'


'Dan waktu kemunculan mereka di tempat ini sungguh tidak biasa'


'Benda yang dicari oleh Kino dan kedua temannya juga harus Emily cari tau'


'Mungkin ini ada hubungannya dengan kasus panjang yang kami hadapi'


'Emily akan membicarakan hal ini pada Lucas dan Mark'


Setelah Kino turun dan keluar arena, dia langsung disambut dengan sinisnya mata dari para peserta lain.


Beberapa dari mereka ada yang jelas-jelas membicarakan hal buruk tentang dirinya.


"Pertarungan seperti itu, aku juga bisa. Kenapa dia justru lulus sedangkan yang sebelumnya gagal?"


"Selain itu, dia dan penguji tampak sudah mengenal satu sama lain. Apakah ini konspirasi?"


"Dia pasti diluluskan karena adanya bantuan pihak dalam"


Kino sudah menduga hal ini. Dia yakin akan ada satu sampai dua hal yang akan dibicarakan oleh para peserta dan akan menjadi bumerang untuknya.


'Aku tidak begitu mengenal Emily-san dan tidak juga masuk lewat jalur orang dalam. Tapi dengan begini, aku paham kenapa Xenon-san meminta kami untuk tidak saling dekat'


'Aku benar-benar sedang dalam masalah'


Seorang peserta mengatakan hal yang tampaknya cukup provokatif.


"Kau, bocah lemah!"


Kino melihat kanan dan kirinya. Dia akhirnya sadar bahwa yang dimaksud itu adalah dirinya.


Peserta itu memiliki wajah menyebalkan seperti wajah kambing.


"Kau! Aku yakin penguji dan kau bekerjasama demi bisa lulus kan?! Mengakulah!"


"Aku sama sekali tidak seperti itu. Selain itu, Emily-san dan aku hanya pernah bertemu sekali saja"


Niat Kino untuk jujur tampaknya seperti senjata makan tuan.


"Pernah bertemu sekali dan kau langsung lulus itu adalah yang paling mencurigakan!"


"Penguji, hasil ini tidak sah! Bagaimana bisa kau memanggilnya bertarung sendirian dan dia lulus tanpa menang melawanmu!"


Tampaknya peserta itu mulai melampiaskan kemarahannya pada Emily.


Emily dengan santai dan gaya khas tolak pinggangnya mulai balik bertanya pada peserta yang protes tersebut.


"Kamu, kepala kambing...coba gunakan kepalamu dan ingat baik-baik ujian ini dari awal"


"Sejak ujian di mulai, memang ada peserta yang lulus dari ujian Emily karena mereka berhasil menang melawan Emily?"


"Bahkan peserta pertama yang melawan Emily itu saja kalah meskipun serangannya sudah masuk dalam kategori brutal"


"Selain itu, bukan salah Emily kalau Emily menyukai seseorang yang ternyata adalah peserta ujian"


"Emily dan peserta nomor 88 itu bertemu dua hari yang lalu dan Emily baru tau bahwa dia datang saat itu untuk mencari informasi terkait pendaftaran"


"Jangan karena Emily tau namanya, kamu berpikir bahwa dia mendapatkan perlakuan istimewa"


"Kalau Emily melakukannya, peserta itu tidak akan melawan Emily. Pakai otakmu sebelum marah-marah pada orang lain dan Emily!"


Tampaknya beberapa orang ada yang menerima penjelasan tersebut.


"Benar juga. Untuk apa menguji kenalan kita sendiri"


"Tadi juga aku lihat penguji hampir melukainya. Itu jelas bukan sebuah unsur. sengaja"


"Aku rasa memang cukup adil. Pemuda itu juga bisa mengeluarkan naga air dengan tingkat serangan yang lumayan"


"Benar"


Namun ada yang tidak menerimanya, termasuk peserta berkepala kambing tersebut.


"Huh! Aku rasa itu hanya alasan saja. Buktinya, dari ruangan ini saja baru kurang dari 10 orang yang lulus"


Emily langsung tersenyum kemudian tertawa senang.


"Ahahaha, Emily merasa kalian sudah salah paham"


"Apa maksudnya itu?!" kata peserta yang protes


"Kalian mungkin tidak ingat atau bahkan tidak tau. Setiap tahun, akademi ini hanya menerima paling banyak 25-30% dari seluruh peserta ujian"


"Bahkan jika kalian ingin tau, di antara 8 ruang ujian ini, mungkin ada satu sampai 2 ruangan yang tidak meloloskan siapapun sama sekali"


"......!!" semua terkejut


Kino tidak heran karena dia ingat apa yang dikatakan oleh Xenon sebelumnya.


[Setiap tahunnya, seleksi ujian masuk akademi hanya meloloskan 25%-30% dari 100% peserta. Dan untuk yang sekarang, aku rasa mereka hanya akan meloloskan sedikit]


'Aku senang aku ingat setiap peringatan dari Xenon-san'


Kino terlihat serius sekarang. Dia dan yang lainnya mendengar Emily melanjutkan kalimatnya kembali.


"Emily hanya ingin katakan bahwa kalian itu hanya perlu menunjukkan kemampuan kalian. Kalau kalian bisa mengalahkan penguji, untuk apa ujian diadakan?"


"Selain itu, maaf saja kepala kambing. Orang yang menjadi penguji Akademi Sekolah Sihir itu adalah level yang sudah setara dengan wakil kapten dan kapten"


"Seharusnya kalian beruntung tidak berada di ruangan yang dipegang oleh siswa dan orang terkuat pertama di wilayah timur ini"


"Jika kalian ada di dalamnya, Emily yakin 100% bahwa tidak akan ada yang lolos lebih dari 5 orang. Atau bahkan seperti tahun sebelumnya"


"Tahun...sebelumnya?" tanya Kino


"Benar. Tahun lalu, Kapten Divisi Khusus tidak meloloskan siapapun dari 150 peserta yang diuji di dalam ruangannya"


"Emily termasuk baik. Ahahaha, Emily adalah Lady jadi harus baik"


Tiba-tiba, gadis kecil itu sudah ada di depan peserta yang protes pada Kino.


"Peserta nomor 222, kalau mau protes...kenapa tidak naik bersama dengan peserta lain yang protes pada Emily?"


"Emily akan langsung mengurangi jumlah kalian menjadi kurang dari 10 seperti keinginanmu"


******