Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 250. Di Akhir Malam yang Penuh dengan Misteri



“Marquis Vermillion?”


Sebuah ekspresi yang begitu jelas ditunjukkan oleh Kino.


“Namanya Mark Vermillion, kapten Tim Penyelidik Pasukan Khusus, senior tingkat 6 di Akademi Sekolah Sihir dan juga Marquis termuda dalam sejarah keluarga bangsawan. Beliau sudah menjadi Marquis saat usia 8 tahun karena kedua orang tuannya meninggal dalam sebuah insiden”


“Insiden?”


“Ya. Kurasa kalian tidak perlu mengetahuinnya. Tapi, sejak awal beliau memang jenius. Jika dibandingkan dengan Lucas-sama dan kakakku, Mark-sama mungkin ada di atas beliau dalam semua hal termasuk sihir dan kemampuan bertarung.”


“Secara kemampuan, Mark-sama itu lebih unggul. Namun, karena sifatnya yang cukup dingin membuatnya bukan tipe pemimpin yang cocok untuk memimpin Dewan Sihir. Begitulah pendapat para Dewan Sekolah”


“Penilaian objektif yang menarik. Lalu, apa lagi keunggulan lain dari Marquis muda itu?” tanya Ryou dengan nada penasaran


“Beliau adalah satu-satunya pemilik senjata sihir [Artifact]”


“[Artifact] itu senjata sihir apa?”


“Senjata yang memilih tuannya sendiri” Xenon memberikan penjelasan singkatnya


“Memilih tuannya? Memang benda itu hidup?”


“Mirip seperti itu. Karena pada dasarnya [Artifact] itu tidak bisa digunakan oleh orang yang tidak dipilih. Jika memaksakan diri untuk memakainya, biasanya orang itu akan mati atau ditelan oleh senjata itu”


“Unik sekali. Ada berapa benda itu dan dimana benda itu sekarang?” tanya Kaito


“Sejauh ini, ada 5 [Artifact] yang ada dan pengguna yang mampu memakainya baru beliau seorang. Mark-sama memiliki 2 senjata yaitu [Artifact: Dread Scythe] dan satu lagi masih dirahasiakan”


“Ada dua buah yang disimpan sebagai arsip Negara di kerajaan dan satu senjata di Akademi Sekolah Sihir. Aku tidak tau senjata apa itu, tapi ada efek khusus yang dimiliki senjata itu setelah digunakan meskipun aku belum pernah melihatnya”


Semua penjelasan Xenon membuat otak ketiganya cukup rumit.


“Intinya ‘dunia’ yang sekarang ini lebih menyusahkan dari yang sebelumnya. Terlalu banyak pengenalan, terlalu banyak hal yang harus dipelajari dan terlalu banyak misteri di dalamnya” gerutu Ryou dengan wajah putus asa


“Aku harus setuju dengan Ryou. Sepertinya aku lebih suka dunia sebelumnya. Dikejar zombie tidak begitu buruk untukku” jawab Kaito


Tapi tampaknya Kino dan Ryou tidak berpikir begitu.


“Kaito-san…tidak ada yang senang dikejar zombie dan dimakan oleh mereka”


“Kau saja yang menikmati zombie itu, Kaito! Aku tidak, terima kasih!”


“……” tampaknya Kaito salah bicara lagi untuk kesekian kalinya


Xenon sepertinya telah memberikan sedikit penjelasan panjang kepada mereka malam ini. Tanpa disadari, waktu sudah berlalu begitu cepat.


Kaito mengambil jam saku miliknya di meja dan melihat waktu yang ditunjukkan oleh jam tersebut.


“09.15…siapa yang menyangka sudah jam sembilan malam. Kita sudah melakukan pembicaraan yang cukup panjang”


“Kalian bisa menginap di tempat ini, tapi aku minta maaf karena kalian hanya bisa tidur di sofa malam ini” kata Xenon


“Tidak perlu cemas, Xenon-san. Kami baik-baik saja dengan itu. Terima kasih”


“Kalian sebaiknya memilih batunya malam ini. Dengan begitu, besok aku bisa mengajarkan kalian sedikit cara untuk mengendalikan sihirnya. Kalian juga harus mendaftar untuk mengikuti ujian masuk paling lambat besok sore”


Ryou bertanya hal yang sangat normal untuk situasi tersebut.


“Kau mau mengajarkan kami? Memang calon penguji boleh melakukan tindakan seperti itu? Itu pelanggaran dan kau bisa dituntut!”


“Hei, kalian lupa kalau kita memiliki kesepakatan di sini? Kalian harus membantuku menemukan dalang dan penyusup yang kemungkinan akan mengikuti ujian masuk nanti. Jadi aku juga harus memastikan kalian lulus. Mengerti tidak?”


“Hoo, kau benar. Aku lupa”


Xenon melihat Ryou dengan wajah aneh.


“Untuk apa penjelasan panjang lebarku tadi kalau pada akhirnya kau melupakannya?”


Sudah lelah berdebat, tampaknya Xenon ingin tidur lebih cepat hari ini. Dia mulai membebaskan ketiganya untuk mengurus sisanya sendiri. Saat dia berdiri dan hendak berjalan ke kamarnya, Kaito menghampirinya.


“Xenon…”


“Hmm?”


“Terima kasih sudah mau menyerahkan permata itu”


“Aku dengar kau bergumam sesuatu. Apakah ingatan yang penting telah kembali?”


“Aku…merasa begitu” Kaito terlihat begitu ragu mengatakannya tapi dia tidak menepisnya


“Tapi, bros milikmu jadi tampak berbeda tanpa permata itu”


“Tidak masalah. Bros ini hanya benda murah. Sekalipun memiliki pasangannya, tetap tidak berarti apapun. Selain itu…”


Xenon terdiam dengan ekspresi mata sendu. Dia tidak melanjutkan kalimatnya kembali dan mengucapkan selamat malam kepada Kaito.


Kedua kakak beradik itu melihatnya. Tidak ada yang mereka katakana, namun mereka sepertinya ingin sekali bertanya tentang sesuatu yang mengganjal hati keduanya.


******


Sementara itu, di sisi lain…


Mark dan pasukannya berlari menuju Akademi Sekolah Sihir kembali.


“Mark-sama, apa yang akan Anda gunakan dengan kedua monster berbahaya itu?”


“Aku akan membuat bangsawan bodoh itu mengakui semua kejahatannya. Tapi untuk itu, aku membutuhkan sesuatu yang lebih kuat dan menunjukkan kejahatannya. Aku yakin Lucas akan memberiku bantuan. Selain itu, pihak kerajaan juga tampaknya masih belum mengetahui hal ini”


Semua pasukannya diam.


Kejadian tidak terduga muncul saat kedua beastman itu bangun. Dengan tubuh terikat sihir, mereka mencoba meloloskan diri dari dua anggota Mark yang menggendongnya.


“Mark-sama!!”


Kedua anggota Mark mengalami kesulitan untuk membuat mereka diam. Kedua beastman itu tidak bisa melakukan apapun dan hanya menggeliat bagai ulat untuk melepaskan diri.


Tampaknya, dibandingkan melarikan diri dari pasukan yang menangkapnya, kedua beastman itu lebih tertarik untuk mencoba bunuh diri.


“Kalian, jangan sampai membiarkan kedua makhluk itu menggunakan sihir hitamnya!!” teriak Mark


Para anggota Mark berusaha menahan gerakan mereka dengan sihir es dan lainnya namun tampaknya terlambat.


-Boom


Terdengar suara ledakan dan diwarnai dengan sebuah ‘kembang api’ berdarah. Mata, lidah, organ dalam dan semuanya bertebaran bagai bunga-bunga dan itu membuat mereka semua langsung bermandikan darah.


Keempat anggota Mark yang sudah mengenakan pakaian merah sekarang menjadi lebih merah lagi. Ditambah lagi, wajah mereka pucat dan bahkan ada yang menahan muntah karena melihat hal itu.


Mark tampaknya tidak mengatakan apapun dan diam melihat kedua beastman itu berubah menjadi ‘kembang api’.


‘Tampaknya, sihir [Dark Sacrifice] itu bisa diaktifkan dari jarak jauh. Aku tidak melihat apa yang memicunya, tapi tampaknya bangsawan bodoh itu berani mencoba bermain-main denganku’


Barang bukti yang seharusnya dibawa tampaknya tidak bisa lagi ikut terangkut bersama mereka. Yang tersisa hanyalah potongan anggota tubuh yang sudah terlempar menjadi bagian kecil.


Di sekitar tempat Mark dan pasukannya berhenti hanyalah sebuah lahan dengan pepohonan tanpa ada apapun. Ditambah lagi langit yang sudah malam, membuat mereka tampaknya begitu tidak beruntung.


Mark berjalan menghampiri sebuah bola mata yang ada di tanah. Dia mengambilnya dan mencengkeramnya hingga hancur.


Darah melumuri tangannya dan mata birunya telah berubah kembali menjadi semerah darah.


“Tampaknya mereka senang bermain-main sedikit dengan kami”


******


Di sebuah ruangan asing dengan gaya klasik dan ornamen mewah layaknya kediaman bangsawan.


Di dalam tempat yang hanya memiliki satu lilin sebagai sumber cahaya, ada dua orang yang berdiri dengan jubah serba hitam.


“Mereka akhirnya mati. Pada akhirnya, beastman itu memang tidak berguna” kata orang pertama


“Tapi berkat itu, kita berhasil menutupi semuanya. Bisa sangat berbahaya jika anggota Akademi Sekolah Sihir melakukan introgasi kepada mereka. Selain itu, shadow ghoul yang berharga juga akhirnya didapatkan oleh mereka” ujar orang kedua


“Tidak masalah. Mereka dipanggil hanya menggunakan sedikit manusia. Kita bisa mengorbankan lebih banyak penduduk Negara ini untuk membangunkan lebih banyak shadow ghoul dan dengan begini…kerajaan akan segera hancur”


“Tujuan kita adalah untuk memberikan pelajaran kepada Keluarga Bernkastel-Wiesbaden dan dengan memanfaatkan orang-orang tidak berotak itu…kita akan membuat semuanya sesuai keinginan kita”


Sosok lain rupanya terlihat di sana. Di balik bayangan hitam, ada sosok lain dengan jumlah lebih dari satu dan mendengar percakapan tersebut. Orang berjubah yang pertama melihat mereka dan berkata dengan senyum jahat.


“Dalam ujian kali ini, aku harap kalian akan bisa menyusup ke sana dan memberikan ‘hadiah’ yang menarik untuk Dewan Sihir sebagai pembukaan”


“Kami mengerti”


Ada sosok yang telah mengatur semua ini dan tampaknya masalah lain akan segera dimulai.


******