Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 255. Satu Hari Sebelum Ujian bag. 4



Jadi, dari kilas balik itulah yang menjadi dasar untuk Xenon membawa mereka bertiga ke tempat yang sepi seperti ini.


“Aku akan menegaskan hal ini lagi kepada kalian. Kalian sudah memiliki sihir itu sendiri dan berkat itu juga, waktu tidurku menghilang semalam”


“Tapi kan bukan hanya kau saja yang tidak tidur? Kami juga tidak tidur dan membereskan tempat bobrok itu” Ryou tampaknya mulai melakukan pemanasan


“Aku harap kau tidak lupa, Ryou. Aku nyaris menjadi daging panggang berkat kembang api seseorang. Terima kasih untuk orang tersebut” sindir Xenon


“Aku meragukan kredibilitasmu sebagai seorang senior dan penguji sekarang” Ryou menyindir balik Xenon


“Aku tidak terima kritikan dari orang yang bahkan tidak bisa mendengarkan orang lain!”


“Aku juga tidak mau mendengar keluhan dari orang yang bisa marah-marah pada tamunya sampai jam 5 pagi!”


“Tapi tamuku tidak ada yang pernah mencoba membakarku hidup-hidup!!” Xenon mulai kehabisan kesabaran


Tampaknya ronde kedua dari babak adu mulut di pagi hari akan dimulai. Di awali dengan Ryou yang mencoba membela dirinya.


“Aku sudah katakan berkali-kali kalau itu tidak sengaja!”


“Kau tidak mau mendengarkanku, dasar bodoh!”


“Berani sekali kau memanggilku bodoh, dasar penguji gadungan!!”


“Apa kau bilang?!”


“Apa kau mau dengar lagi?!”


“Kau masih berani bicara begitu?!”


“Kau masih mau mencoba menyindirku?!”


“Kalian berdua, ini masih pagi. Apa kalian tidak memiliki rasa malu karena bertengkar pagi-pagi begini?” Kino benar-benar harus sabar


“Dia yang mulai duluan!!” Ryou dan Xenon berteriak secara bersamaan sambil menunjuk satu sama lain


“……” Kino melihat itu dengan wajah pucat dan lelah


Kaito mendekati Kino dan berbisik.


“Aku sudah cukup dengan satu Ryou, tapi aku tidak tau bahwa akan ada ‘Ryou kedua’ di ‘dunia’ ini. Apakah tidak ada Kino satu lagi yang bisa mengendalikan mereka?”


“Kaito-san, kalaupun ada…aku yakin ‘aku yang kedua’ itu akan menggelengkan kepalanya seperti yang kulakukan barusan”


“Kau benar. Aku terkejut kau bisa menyerah pada tingkah adikmu itu”


“Kaito-san…”


Xenon masih ingin dianggap sebagai orang normal dengan kejiwaan yang sehat, jadi dia memilih untuk tidak lagi meladeni Ryou.


“Ehem. Cukup sampai di sini. Aku ke sini bukan untuk menguji kejiwaan dan mentalku, tapi untuk menguji sihir kalian. Kenapa aku merasa seperti aku yang sedang diuji di sini?”


“Aku juga tidak mau disamakan dengan orang setengah bar-bar sepertimu” gerutu Ryou pelan


Xenon melirik tajam ke arah Ryou, tapi dia tidak mau membalasnya. Tampaknya Xenon sedikit lebih dewasa dibandingkan Ryou.


[Astral Barrier]


Xenon memasang penghalang sihir lain di sekitar wilayah tersebut. Dia juga menambahkan sihir lain.


[Time Seal]


Sebuah penghalang lainnya muncul. Namun kali ini, terlihat ada sebuah jam pasir besar di belakang Xenon.


“Huwaa! Apa itu?!”


“Jam pasir. Baru pertama kali melihat ini?” tanya Xenon


“Bukan pertama kali tapi kenapa bisa tiba-tiba muncul?”


Xenon memberikan sedikit kuliahnya.


“Ini sihir yang cukup jarang dimiliki siswa Akademi Sekolah Sihir. Hanya anggota Dewan Sihir dan Divisi yang memilikinya. Jika kalian masuk ke dalam salah satu divisi, kalian akan diajarkan sihir menghentikan waktu seperti ini”


“Benarkah?”


“Benar. Karena anggota divisi dan Dewan Sihir itu harus memiliki sihir yang lebih kuat berkali-kali lipat dari siswa biasa. Kami ini adalah siswa sekaligus petarung garis depan”


“Tidak semua murid memiliki sihir khusus, karena itu anggota divisi dan Dewan Sihir itu harus memiliki keunggulan baik dari kemampuan maupun dukungan”


“Dukungannya itu…termasuk berasal dari keluarga kelas bangsawan?” tanya Kaito


Xenon terdiam. Dia menghela napas berat dan mengangguk.


“Benar. Terdengar tidak adil, tapi hanya kelas bangsawan yang bisa masuk ke dalam prioritas khusus dalam informasi kerajaan. Karena itu, semua kapten divisi di Akademi Sekolah Sihir adalah keturunan bangsawan murni”


Xenon memberikan penjelasannya sedikit.


“Para anggotanya bisa dari semua kalangan yang nantinya setelah masuk divisi, dia juga akan menerima perlakuan yang sama dengan perlakuan yang diterima bangsawan”


“Begitu”


Mendengar itu, Kino mendapatkan sebuah gambaran.


“Jika masuk divisi manapun, kita bisa leluasa mencari informasi mengenai penyusup itu dan mungkin saja kita bisa sekaligus mencari informasi mengenai permata Kaito-san yang satu lagi” gumam Kino pelan


Ryou dan Kaito terkejut mendengar gumaman itu. Rasanya seperti mendapatkan pencerahan baru dari kino.


“Itu artinya kita juga bisa lebih mudah mengetahui berbagai informasi yang bersifat pribadi. Bukankah Xenon juga mengatakan bahwa kasus menghilangnya orang-orang itu adalah kasus yang dirahasiakan?” pikir Kaito


“Benar. Kita bisa memanfaatkan ini. Tujuan kita bukan hanya lulus ujian masuk sekarang, tapi juga masuk seleksi anggota divisi Akademi Sekolah Sihir!” Ryou mulai bersemangat


‘Jika penyusup itu nantinya tertangkap, aku harus memikirkan cara agar dia tidak mengaktifkan [Dark Sacrifice]. Harapanku adalah menemukan penyusup di saat ujian besok. Aku harus melakukan semua yang aku bisa agar bisa menghentikan terror ini’ pikir Xenon dalam hati


Xenon menghampiri ketiganya.


“Baiklah, aku akan mengajarkan materi yang kemungkinan akan diujikan”


“Kau sudah dapat bocorannya?” tanya Ryou


“Tidak, tapi aku hanya menggunakan pengalamanku untuk menebaknya”


“Bagaimanapun juga, ujian dari Akademi Sekolah Sihir besok lebih mengutamakan kemampuan bertarung, jadi setidaknya selain sihir…aku ingin melihat kemampuan bertarung kalian”


Tampaknya Xenon cukup percaya diri dengan kemampuan bertarungnya.


******


Di sebuah jalan yang tidak diketahui, Mark dan pasukannya berlari dengan cepat.


“Aku tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk ini” ucap Mark


“Tapi Mark-sama, kita belum memberitau Lucas-sama dan yang lain mengenai hasil penyelidikan kita”


“Itu urusan nanti. Aku sudah semakin lelah dengan ini semua. Dengan ini aku semakin yakin bahwa pengkhianat itu mencoba untuk melakukan sesuatu. Dan sasarannya adalah keluarga kerajaan”


Semuanya terdiam. Dari arah depan, tiba-tiba ada sebuah serangan lain yang menyapa mereka. Sebuah bola api yang begitu besar meledak hingga membuat langkah Mark dan pasukannya terhenti.


“Mark-sama!!” teriak salah satu anggotanya


Dari asap itu, muncul sesuatu. Bukan, lebih tepatnya seseorang yang keluar menggunakan tongkat sihir panjang. Dengan pakaian jubahnya yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ada dari mereka yang bisa mengenalinya.


“Kapten Divisi Khusus sekaligus Marquis Vermillion, aku akan membuatmu menyesal karena berani menggagalkan rencana besar kami”


“Kurang ajar kalian!! Mark-sama, biar kami yang menghadapinya!”


Mark tidak mengatakan apapun, namun keempat anggotanya mulai berlari dan mengeluarkan sihirnya.


“Rasakan ini! [Fireball]”


“[Poison Wind]”


“[Thunder Claw]”


“[Elemental Burst]”


Sihir ledakan dan angin dilancarkan untuk mengalahkannya, namun lawan sepertinya tidak mudah dikalahnya.


“Kalian pikir sihir seperti itu bisa mengalahkanku?! Ahahaha, jangan bermimpi! [Magic Jammer]”


Seketika semua serangan sihir itu menghilang tanpa bekas.


“Apa?! Dia menghilangkan sihir kita dengan [Magic Jammer]?!”


Mark mengamatinya. Dia menyadari bahwa sihir orang itu cukup kuat.


“Melawannya dengan sihir mungkin tidak ada gunanya. Bagaimana kalau melawan dengan senjata fisik?” gumam Mark


[Artifact: Dread Scythe]


Pupil matanya berubah kembali menjadi merah. Di tangannya sekarang, muncul sebuah sabit besar yang siap memotong seseorang yang ada di hadapannya.


“Aku hanya ingin memperingatkanmu bahwa aku tidak tidur semalam, jadi jangan salahkan aku jika aku tanpa sengaja menjadikanmu mayat hidup setelah ini” ucapnya dengan nada santai


“Hahahaha, jangan khawatir. Kau akan tidur untuk selamanya! Kalian semua akan mati di sini sebelum sampai ke Akademi Sekolah Sihir!!”


[Summoning Magic: Destroyer Golem]


[Summoning Magic: Lava Golem]


[Summoning Magic: Ultimate Gear Golem]


“Apa?! Sihir pemanggilan sekaligus!!” anggota Mark yang lain terkejut


Dari dalam tanah, muncul tiga monster pemanggilan yang memiliki tubuh besar, terbuat dari batu dengan karakteristik yang mendominasi.


Destroyer Golem memiliki fisik yang besar dengan sebuah palu besar di tangannya.


Lava Golem memiliki tubuh yang panas dengan lava aktif yang menyalah serta dapat melelehkan tanah yang dipijaknya.


Ultimate Gear Golem yang memiliki ukuran tubuh paling besar di antara ketiganya. Dengan berbagai macam senjata yang mengelilingi tubuhnya seperti meriam, bisa dipastikan bahwa


monster pemanggilan itu benar-benar bisa menyerang dari jarak jauh.


“Ahahaha, kalian semua akan mati!! Monster-monsterku, bunuh mereka semua!!”


Mark hanya menghela napas panjang.


“Kenapa masih ada orang bodoh yang menggunakan sihir pemanggilan seperti itu. Memang mereka pikir monster seperti itu bisa menahanku?”


Mark tampaknya tidak suka bermain-main.


“Aku sudah lelah menghabiskan tenagaku dan ingin cepat menyeret pengkhianat itu ke pengadilan sihir. Jangan menguji keberuntungan kalian, pecundang”


Di dua tempat berbeda, tampaknya akan ada pertarungan yang terjadi.


Pertarungan di tempat pertama sebagai latihan untuk ujian masuk sekolah sihir dan yang lainnya untuk membunuh musuh serta memecahkan misteri penculikan yang terjadi di negeri itu.


******