
Di jalan menuju gedung akademi, ketiga remaja dunia lain mulai memikirkan hal serius lainnya.
“Menurut kalian, apakah kita harus mulai mencurigai beastman dan setengah elf yang ikut ujian nanti?” tanya Kaito kepada kedua kakak beradik itu
“Aku rasa kita tidak bisa melakukan itu, Kaito-sana. Setengah elf yang kita lihat saat di taman mungkin memiliki ciri khusus, tapi sejak ini adalah dunia dengan sihir sebagai hukumnya, aku yakin akan ada sihir penyamaran atau hal sejenis untuk menutupi identitas mereka”
“Kino benar, Kaito. Sihir itu luas. Xenon mungkin belum mengatakan apapun mengenai semua dasar sihir karena waktu yang terbatas. Namun di dunia asalku, ada banyak anime yang menggunakan konsep tersebut dan latarnya mirip tempat ini”
“Itu artinya kita tidak bisa langsung mengetahui apakah mereka adalah pemilik aura itu atau bukan, begitu?”
“Benar. Curiga boleh, tapi gegabah bukanlah pilihan tepat” ucap Ryou serius
“Aku mengerti”
Saat ketiganya hampir sampai di depan pintu gerbang, mereka melihat antrian konser Yoasobi dan Baby Metal ditambah antrian temu kangen fans Jpop atau Kpop.
Antrian panjang itu bisa disebut dengan kekacauan.
“Oi! Biarkan kami masuk!”
“Jangan bercanda! Aku tidak bisa terima aku gagal dan tidak bisa masuk ke dalam!”
“Kalian jangan seenaknya saja ya!”
“Lingkaran sihir aneh ini membuatku tidak bisa masuk!”
Ada banyak orang-orang yang sangat tidak asing untuk ketiga remaja dari dunia lain itu.
“Mereka itu bukankah yang sudah terlempar bagai kelopak bunga di pagi hari kemarin? Apa yang mereka lakukan di sini?” tanya Ryou dengan santai
“Tampaknya mereka masih belum menyerah dan mencoba masuk”
Kino melihat lingkaran sihir merah di kaki mereka semua.
“Aku kira sihir itu telah hilang, ternyata sihir milik ketua seleksi ujian masuk bisa sangat berdampak seperti itu”
“Untung saja kita memutuskan datang pagi-pagi mengikuti jadwal Xenon” ujar Ryou lega
Terlihat beberapa orang tanpa seragam dan penuh senjata melewati gerbang. Kaito menujuk dari kejauhan, “Tampaknya mereka itu adalah peserta ujian sama seperti kita”
“Sebaiknya kita masuk mengikuti mereka agar tidak terlibat orang-orang menyebalkan itu. Masih ada waktu satu jam lebih. Mungkin kita bisa melihat tempat ujian kita. Ayo masuk, Kino, Kaito”
“Iya”
Ketiganya berjalan masuk bersama kerumunan orang-orang yang melewati sisi lain gerbang.
Para ‘antrian temu kangen seperti konser’ dengan lingkaran sihir merah pada kakinya masih berteriak ingin masuk, namun oleh penjaga diabaikan seperti tidak terlihat.
**
Di lorong akademi, di ruang rapat Dewan Sihir, Lucas dan Algeria yang masih sibuk mengurus berkas mendapat laporan dari salah satu anggotanya.
“Permisi, Lucas-sama, Algeria-sama”
“Ada apa?” tanya Algeria
“Ada kerumunan orang-orang yang kemarin telah ter-diskualifikasi oleh Algeria-sama dan masih mencoba menerobos masuk untuk mengikuti ujian masuk”
“Sepertinya mereka masih belum paham kalau mereka sudah tidak akan bisa menginjakkan kaki mereka lagi rupanya”
Lucas melihat ke arah Algeria, “Berapa banyak yang kamu hilangkan kemarin?”
“Sekitar 1.000-1.500 orang, Lucas-sama. Tapi aku rasa kerumunan di luar tidak sebanyak peserta yang gugur. Mungkin hanya sebagian yang datang”
“Begitu” jawab Lucas dengan santai. Lucas melihat anggota yang melapor, “Tidak masalah. Biarkan mereka berada di luar. Fokus kita untuk kelancaran 540 peserta yang lolos. Jika kalian ingin melakukan sesuatu, selama tidak kasar, aku izinkan”
“Maksudnya kami boleh mengusir mereka secara paksa, Lucas-sama?”
“Jika memang mengganggu sekitar Akademi Sekolah Sihir, lakukan selagi masih dalam batas wajar”
“Baik” anggota tersebut pergi keluar
Lucas tersenyum pada Algeria.
“Tidak, kamu sudah melakukan yang terbaik. Aku memilihmu karena aku percaya pada kemampuanmu”
“Sihir [The Selection: Criteria] dan [Hieratic of Seal Banishment] yang kamu lakukan saat hari terakhir pendaftaran adalah pilihan terbaik untuk menyeleksi peserta yang tidak tertib seperti yang ada di luar”
Mendengar itu, Algeria merasa sangat senang. “Terima kasih untuk pujiannya, Lucas-sama”
“Sekarang, kita masuk ke masalah utama kali ini”
Lucas meletakkan beberapa kertas hasil kopian dari daftar yang telah diberikan kepada penguji dan pengawas ujian.
“Aku tidak hasilnya akan seperti ini”
Alasan Lucas mengatakan hal tersebut karena pembagian peserta di tiap pos tidak merata dan yang lebih buruknya, 4 penguji yang kemarin disebutkan mendapatkan area yang tingkatnya paling sulit.
Dengan masing-masing memiliki nama peserta yang masuk dalam daftar 7 orang yang dicurigai, Lucas cukup terkejut dengan hasil ini.
“Sistem sihir benar-benar mencari peserta yang kuat. Aku merasa ini akan jadi pembantaian dibandingkan ujian”
“Mark-sama, Emily-sama, Tatiana-sama dan Xenon-sama sepertinya tidak mengatakan pendapat mereka mengenai arena yang akan didapatkan” ujar Algeria
“Mereka mungkin tidak akan mengatakan itu adalah masalah. Aku harap mereka berempat bisa melihat kemampuan sesungguhnya dari peserta daftar kosong yang sudah kita bahas dalam rapat”
“Bicara soal rapat, Xenon-sama tidak ikut membahas soal ini. Apakah menurut Anda, Rexa-sama sudah memberitau semuanya pada beliau?”
Lucas mengingat Rexa yang mencoba bicara pada Xenon sebelumnya. Dia tau bahwa Rexa kemungkinan belum membahas soal pembicaraan kemarin.
“Aku rasa belum. Tapi sejak Xenon dan para penjelajah dimensi itu saling mengenal, aku rasa tidak akan ada masalah. Selain itu, ada Jessie dan Jene yang bersamanya”
“Aku yakin kamu sudah memberitau mereka mengenai hal ini, benar kan Algeria?” tanya Lucas kembali
“Benar, Lucas-sama”
“Kalau begitu tidak perlu dikhawatirkan. Dia adalah anggota eksekutor terbaik setelah Rexa dan aku mengakuinya”
“Aku mengerti, Lucas-sama. Aku akan pergi mengecek keadaan setiap pos sebelum mulai dan memberikan ini laporan ini kepada Dewan Sekolah”
“Silahkan”
Algeria keluar dari ruang rapat. Setelah gadis naga itu keluar, Lucas mengeluarkan sihirnya.
[Area Zero]
Dari bawah kaki Lucas terdapat sebuah lingkaran sihir transparan. Mereka melebar bahkan sampai ke seluruh area gedung akademi yang luasnya bagaikan istana.
Beberapa anggota divisi dan yang ada di dalamnya menyadari hal tersebut.
Di ruang ujian 2, Xenon yang sedang mengecek semua persiapan tiba-tiba terdiam sejenak. Dia menengok ke arah dua kembar di dekatnya.
“Ini sihir [Area Zero] milik Lucas-sama ya” kata Xenon
“Tampaknya begitu. Kalau sudah dikeluarkan, artinya semua sihir yang diaktifkan akan langsung diketahui oleh beliau termasuk posisi si pengguna” kata Jessie menjelaskan
“Sihir tingkat tinggi yang hanya bisa dimiliki orang seperti beliau memang luar biasa” Jene memuji
“Tapi Lucas-sama sepertinya menggunakan sihir ini lebih awal untuk berjaga-jaga” celetuk Jessie
“Lucas-sama terpaksa menggunakan [Area Zero] lebih awal agar kecurigaannya terjawab. Aku hanya bisa berpikir soal data setengah elf yang kalian bilang kosong tadi”
“Aku juga berpikiran hal yang sama denganmu, Xenon. Lucas-sama percaya akan ada hal buruk yang berhubungan dengan kasus organisasi sihir hitam jadi langkah ini sudah benar” lanjut Jessie
Bukan hanya Xenon dan si kembar, penguji dan pengawas ujian lain juga berpikiran hal yang sama.
Di hari ujian, semua orang harus siap menghadapi semua ketegangan dan keanehan dari kasus yang saling berkaitan satu sama lain ini.
******