Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 401. Sisa Pekerjaan Untuk Penyihir Terkuat



Mark mulai mengumpulkan sisa-sisa mayat para beastman yang bisa dikumpulkan. Alasannya karena sebagian dari mereka terbakar hingga tidak lagi berbentuk dan lainnya menjadi es dengan tingkat keutuhan nyaris tidak ada.


Untungnya, dia menggunakan sihir [Time Seal] yang membuatnya bisa menyegel waktu di area tersebut sehingga selama apapun dia di dalamnya, Mark hanya menghabiskan waktu paling lama 1-5 menit di waktu sesungguhnya.


Tapi tetap saja dia sudah berusaha keras sendirian malam ini.


Dengan menyayat tubuh mayat-mayat itu, Mark menyimpan mereka langsung ke dalam Artifact miliknya.


Di tengah pekerjaannya, dia sedikit bingung.


“Jumlahnya sekitar 300-400 orang rupanya. Mungkin saja lebih. Ini tidak lucu. Menyebar beastman sebanyak ini”


“Jika tidak ketauan olehku, jumlah penduduk yang lenyap akan dua kali bahkan lima kali lipat dari sebelumnya”


“Diaz-Gemini dan teman-temannya itu sungguh bernafsu ingin membuat Yang Mulia Lucario terlihat seperti bahan lelucon rupanya”


Sorot mata Mark merepresentasikan kebenciannya. Dia mungkin terlihat dingin, tapi saat dia marah maka aura sihirnya saja sudah cukup untuk membuat orang-orang di sekitarnya pingsan.


Sungguh beruntung karena Mark hanya sendiri di sana.


Para serigala Mark berkumpul kembali setelah menyelesaikan tugasnya.


“Terima kasih, tidurlah kembali”


Mereka kembali masuk ke dalam sabit besar itu. Mark menggunakan sihir melayang untuk kembali ke tempat para korban yang tengah tertidur.


Begitu kembali, dia melihat para peri kecil miliknya bermain-main di atas tubuh para korban. Sudah begitu, ada satu yang dengan senangnya melompat-lompat di atas perut kelimanya secara bergantian.


“Kalian…sudah selesai mendongeng?” tanya Mark


Para peri itu melihat Mark dan berputar-putar seperti bingung. Mark memeriksa keadaan para korbannya.


“Sepertinya masih tidur. Aku senang kalian tidak melakukan hal aneh”


Para peri itu kembali melompat-lompat di atas tubuh para korban sebelum akhirnya dipaksa kembali oleh Mark.


“Bisa repot kalau mereka terbangun. Itulah sebabnya aku tidak suka memelihara familiar [Fairy Tail], mereka lebih suka bermain daripada bekerja”


“Untung saja mereka lucu dan bisa menghilangkan stress”


Tugas yang tidak mudah sudah menunggu di depan mata. Tidak mungkin dia melupakan hal penting yang satu ini.


Saat sihir ini hilang, secara otomatis semua tempat itu akan kembali seperti semula dan tentu saja terakhir kali, waktu masih belum terlalu larut sehingga orang-orang banyak yang beraktivitas di luar.


Selain itu, lokasi Mark dan kelima peti tersebut berada di tengah jalanan besar yang jika kembali ke waktu aslinya, jalan besar itu sering dilalui oleh kendaraan besar dan kendaraan sihir bermuatan banyak.


“Ini akan lebih merepotkan lagi”


Setelah itu, dia mengambil kartu identitas mereka dan menggunakan sihirnya.


[Summoning Magic: Datacorn]


Sosok makhluk kecil seperti jagung muncul. Seperti biasa, itu adalah familiar lain. Entah berapa banyak familiar yang dimiliki oleh kapten Divisi Khusus ini, tapi itu cukup membantu.


“Datacorn, pegang ini sebentar”


Mark memberikan semua kartu identitas korban kepada makhluk kecil tersebut dan memanggil makhluk lainnya.


[Summoning Magic: Bright Bird of Divinity, Vennu]


Lingkaran sihir tercipta dan dari lingkaran itu, keluar sosok burung besar berwarna biru dengan cahaya dan ekor yang besar.


Mark memindahkan kelima korban ke atas tubuh burung besar tersebut bersama dengan makhluk kecil, Datacorn.


“Kalian, tolong antarkan kelima orang itu ke rumahnya. Letakan saja di depan pintunya lalu kembali ke sini”


“Datacorn, kuserahkan alamatnya padamu”


Mereka terbang menuju alamat yang dituju. Monster milik Mark, Datacorn, memiliki kemampuan untuk menemukan lokasi seseorang berdasarkan benda pribadi milik target atau korban. Dia bisa menemukannya secara akurat bahkan jika mereka berada di tempat yang jauh.


Selain itu, meski kecil, dia bisa membelah diri sebanyak apapun sehingga bisa mengangkat tubuh para korban yang ukurannya jauh lebih besar darinya.


Intinya, Mark sudah tidak perlu khawatir lagi dengan semua korbannya. Sekarang, dia tinggal memusnahkan peti-peti tersebut dan menyelesaikan sisa pekerjaan terakhirnya.


Untuk beberapa menit, Mark menunggu kedua makhluknya kembali itu sambil berpikir.


‘Melihat cara kerja kelompok ini, ternyata Rebellenarmee cukup bodoh. Diaz-Gemini ternyata tidak cukup pintar’


‘Padahal aku yakin dia itu adalah orang paling cerdas di kelompoknya sejak Lucas memberitauku bahwa dia memiliki kemampuan [Abyss Script]’


‘Ternyata orang bodoh tetaplah orang bodoh’


Tapi akhirnya dia menepis itu kembali, “Tunggu. Lucas juga mengatakan bahwa ada dua orang lain yang bersamanya. Emily juga mengatakannya saat kami kembali dari kediaman Midford”


“Tampaknya para kelompok beastman ini diperintahkan oleh salah satu dari mereka. Diaz-Gemini tidak mungkin gegabah seperti ini”


“Kurasa aku benar-benar akan memuji ‘kepandaian’ orang itu malam ini. Mereka harus tau betapa ‘pandainya’ mereka karena bertindak terburu-buru seperti ini”


Tidak lama setelah itu, dua familiar Mark kembali dan Mark langsung meminta mereka untuk kembali.


“Mari kita berkunjung ke tempat Rebellenarmee. Siapa tau mereka ingin dengar cerita pembantaianku”


******