Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 245. Permata dan Transaksi bag. 1



“Permata itu milikku…”


“Aku tidak paham maksud kalian. Permata apa yang–”


“Xenon, bisakah kau memberikan permata yang ada di bros itu pada kami? Kami datang ke ‘dunia’ ini demi mendapatkannya”


Ekspresi serius Ryou tidak menunjukkan bahwa dia sedang bercanda dan Xenon menyadari bahwa mereka bertiga sedang serius sekarang.


“Aku tidak mengerti apa yang kalian katakan. Tapi, aku butuh penjelasan mengenai ini”


Xenon mencoba tidak mengurangi kewaspadaannya sekarang tetapi juga tidak merasakan kebohongan dari mata itu. Dia mencoba meyakinkan kembali bahwa ketiga orang di depannya ini tidak sedang bersandiwara.


“Kalian datang ke ‘dunia’ ini demi mendapatkannya…bisa jelaskan padaku apa maksud kalimat itu?”


“Xenon-san, kami bukan dari tempat ini. Lebih tepatnya, kami bukan dari ‘dunia’ ini. Kami berasal dari tempat lain dan tujuan kami datang ke sini adalah untuk menemukan ingatan Kaito-san”


“Ingatan?”


Kaito menceritakan kepada Xenon semuanya. Mereka tidak memiliki pilihan kali ini karena permata itu ada di depan mata mereka. Jika mengambilnya secara paksa sekalipun, kemungkinan menang akan sangat kecil.


Tidak ada bantahan sejauh ini, namun ketidakpercayaan Xenon terlukis dengan jelas di wajahnya.


‘Penjelajah dimensi? Orang dari negeri yang asing? Bertarung melawan zombie? Jangan bercanda?! Ini terlalu fantasi untuk disebut fantasi’ pikirnya


Namun, pemikiran itu seketika berubah saat Kaito mengatakan sesuatu yang membuatnya semakin tidak percaya.


“Gadis kecil bernama Emily Xelhanien yang kami temui sudah mengetahui identitas kami yang sebenarnya. Karena itu, dia mengatakan agar kami masuk ke dalam divisi-nya jika berhasil lolos ujian masuk”


“Apa? Emily-sama sudah mengetahui hal ini?!” Xenon berdiri dari kursinya


Dia tidak menyangka hal itu akan didengar olehnya.


“Kami juga terkejut mendengar itu darinya. Seakan…gadis itu memiliki sihir atau sesuatu yang bisa membaca siapa identitas kami yang sesungguhnya”


Xenon mulai terlihat berpikir serius.


‘Itu tidak salah. Aku mengenal dengan jelas kemampuan unik milik keluarga kerajaan. Duke Xelhanien adalah keturunan asli dari kerajaan di Negara ini dan masing-masing dari garis keturunan mereka memiliki kemampuan sihir khusus’


‘Emily-sama memiliki sihir [Tearlament Kaleido Heart] yang dapat mengungkapkan jati diri seseorang, melihat isi hati dan sosok sesungguhnya orang tersebut. Itulah kenapa beliau dijadikan sebagai anggota Dewan Sihir termuda’


‘Kemampuan itu berguna untuk mengintrogasi tahanan dan membaca pergerakan lawan sekuat apapun sihir mereka bagaikan pengelihatan masa depan’


‘Jika Emily-sama sudah mengatakannya, berarti kemungkinan Rexa-sama dan anggota Dewan Sihir lainnya juga sudah menyadarinya’


Xenon menarik napas dan menghembuskannya. Dia berusaha tenang dan duduk kembali. Begitu dia mulai mendapatkan ketenangannya, dia meletakkan bros elang bertahtakan permata ungu kemerahan itu di atas meja.


“Aku mengerti. Tapi biar aku luruskan. Ini adalah bros milikku. Aku membeli ini karena ini memiliki pasangan”


“Pasangan? Maksudmu ada yang seperti ini juga?!” Ryou langsung terlihat syok


“Ada. Yang satu lagi dipegang oleh kakakku. Bros ini aku beli sebagai hadiah ulang tahunnya tahun lalu. Permata di atasnya persis seperti ini, tapi aku bingung…kenapa bisa permata inilah yang menjadi ingatan Kaito yang kalian ceritakan itu?”


“Aku tidak tau. Aku sendiri tidak merasakan apapun. Begitu melihat bros itu, aku sangat yakin bahwa permata itu adalah ingatanku” jelas Kaito


“Bagaimana kalau ternyata bukan?”


“Itu tidak mungkin. Sejauh ini, hanya aku yang bisa mengetahuinya. Ada sebuah perasaan seperti bisikan saat aku melihatnya. Jika itu bukan permataku maka aku tidak akan merasakan apapun. Namun, jika itu adalah permataku maka aku akan langsung menyadarinya”


“Bagaimana aku bisa percaya?”


Kino kembali menjelaskan ulang apa yang sudah dia ceritakan pada Xenon.


“Xenon-san, jika permata itu tersentuh oleh Kaito-san, maka permata itu akan langsung masuk ke dalam tubuhnya”


“Masuk? Maksudnya permata ini akan menghilang dan kalian juga?”


“Seperti yang kami katakan di awal. Seandainya di ‘dunia’ ini hanya ada satu permata, maka kami akan langsung menghilang dari tempat ini. Namun, jika kami masih di sini maka itu artinya ada lebih dari satu permata di ‘dunia’ ini”


“……” Xenon terdiam mendengar penjelasan Kino


Ryou meyakinkan Xenon.


Tidak mudah untuk Xenon menerima semua ini. Terlalu sulit, bukan…lebih tepatnya terlalu tiba-tiba. Orang yang terlibat dalam eksekusi pagi ini adalah orang dari dunia lain.


Mengingat kejadian pagi ini, Xenon ingat satu hal lainnya.


“Sebentar. Kalian dari ‘dunia’ lain, itu artinya….kalian memiliki sesuatu yang berfungsi sebagai portal atau semacamnya. Benda kecil di saku kalian, apakah itu juga ada hubungannya dengan semua ini?”


Mereka bertiga saling menatap satu sama lain. Setelah itu, Kino dan Kaito mengeluarkan jam saku milik mereka.


“Jam saku?”


Xenon cukup terkejut. Itu hanya sebuah jam saku. Namun meskipun terlihat mirip, ada perbedaan yang mencolok. Jam saku milik Kaito lebih bagus, sedangkan jam saku milik Kino terdapat banyak goresan.


“Bagiku dan kakakku, jam saku ini adalah kunci agar bisa kembali ke dunia asal kami, sedangkan untuk Kaito, jam itu adalah satu-satunya petunjuk untuk menemukan permata ingatannya”


[Senri Eye]


Xenon langsung mengaktifkan kemampuan mata sihirnya. Dia jelas melihat ada energi sihir dari benda kecil itu.


‘Ini adalah benda yang aku lihat tadi pagi. Itu artinya mereka jujur. Benda ini memiliki lapisan sihir. Meskipun aku tidak tau jenis sihir apa yang bisa mengendalikan ruang dan waktu hanya dengan benda kecil sebagai mediumnya, tapi aku tau…sihir ini sangat kuat’ pikir Xenon


Xenon menjadi yakin bahwa apa yang ada di depannya itu adalah orang yang berasal dari dunia yang berbeda dengannya.


“Haaa, ini benar-benar fantasi” ucapnya pelan


“Hei! Kalau mau mengatakan fantasi, harusnya aku dan Kino yang mengatakannya. Di dunia kami, tidak ada sihir atau hidup dengan manusia separuh kepala babi” balas Ryou


“Jadi, bagaimana Xenon-san? Apakah permata di bros itu bisa diberikan kepada kami?”


Kino tidak memberikan sedikit pun kesempatan untuk Xenon berpikir ulang. Permata itu sudah ada di depan mata mereka. Jika kesempatan ini terlewatkan, maka semua akan semakin sulit.


Xenon melihat permata itu kembali.


‘Permata ini hanyalah sebuah batu biasa yang tidak berarti. Rexa-sama juga tidak akan memedulikannya. Hanya saja…’


Pikiran Xenon mulai bercabang. Dia ragu untuk memberikannya, tapi di sisi lain dia juga tidak bisa menyangkal.


Sesuatu tiba-tiba terlintas di pikirannya. Dia ingat apa yang dipikirkan olehnya ketika ada di ruang praktek.


[Para korban yang hilang masih belum ditemukan dan semua hal itu benar-benar sangat meresahkan. Sebanyak apapun organisasi sihir hitam yang kami bunuh, jika kemampuan, kekuatan, tujuan dan pemimpinnya belum diketahui maka akan percuma]


[Dalam ujian penerimaan nanti, aku rasa akan ada sesuatu yang terjadi. Dan mungkin tanpa disadari oleh semuanya, kita sedang membuka jalan lebar untuk mereka masuk dengan leluasa]


Xenon jadi memiliki sebuah ide yang bahkan menurut dirinya sendiri juga termasuk gila.


“Kalian berkata bahwa ada kemungkinan permata Kaito itu lebih dari satu meski belum tentu seperti itu, benar kan?”


“Benar. Apakah ada sesuatu dengan itu, Xenon-san?”


“Seandainya jika permata kalian lebih dari satu di ‘dunia’ ini, aku ingin kalian membantuku menyelidiki kasus yang melibatkan sihir hitam dan organisasinya”


“Apa?”


“Jika kalian bersedia, aku akan membantu kalian menemukan permata ingatan Kaito yang ada di sini”


“Maksudmu…kau mau mengadakan kerjasama, meskipun hal itu mungkin merugikanmu? Jika permata di bros itu adalah satu-satunya kepingan ingatan milikku yang ada di sini, kamu bertiga akan langsung menghilang”


“Tapi kalian juga bilang ada kemungkinan jumlah lebih dari satu, benar kan? Aku memiliki kesempatan 50:50 di sini, begitu juga dengan kalian”


Kaito mulai berpikir dan tampaknya kedua kakak beradik itu setuju dengan ide Xenon.


“Baiklah. Kami akan membantumu”


Xenon memberikan bros itu kepada Kaito dan akhirnya hal yang tidak terduga terjadi.


******